Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
7Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Rasa Dalam Tari Tradisional Klasik Jawa

Rasa Dalam Tari Tradisional Klasik Jawa

Ratings: (0)|Views: 649 |Likes:
Published by Katrinds Tuti

More info:

Published by: Katrinds Tuti on Jul 29, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/08/2013

pdf

text

original

 
RASA
: INTI KEINDAHANTARI TRADISI JAWA - GAYA SURAKARTAOleh: Katarina Indah Sulastuti, S.Sn., M.Sn.
 
Rasa : Inti Keindahani Tari Tradisi Jawa – Surakarta – Katarina Indah S 
Abstraksi
 Tari merupakan sebuah ekspresi jiwa yang diwujudkan melaluibentuk gerak tubuh yang indah, dan menjadi lambang yang kuat yangdigunakan oleh seseorang untuk menunjukkan dirinya bilamana merekamerasakan sesuatu gejolak dalam kehidupanya. Tubuh, merupakankondisi fisik yang di dalamnya bersemayam jiwa, dengan batin yangselalu bergejolak membentuk sebuah ‘emosi’ dari setiap rangsangandan segala fenomena kehidupan. Pergolakan jiwa/batin kemudiandiekspresikan melalui gerak tubuh, menjadi sebuah tarian bermakna,berupaya menerobos ke dalam batin dan mengantarkan penghayatanpada tingkat yang paling dalam yaitu
rasa
. Tari Jawa Surakarta merupakan representasi diri atau kelompok,yang diwujudkan melalui gerak sebagai media utama dan mediapendukung lainnya, mengandung sebuah nilai dan makna. Bertujuanuntuk memberi penghiburan pada diri/kelompok dan penontonnya. Disamping sebagai wahana penghiburan, tari Jawa Gaya Surakarta jugasebagai sarana legitimasi kekuasaan (di dalam lingkungan Keraton)dan untuk perenungan hidup, yang mampu menyentuh wilayahperasaan yang paling dalam.
Pendahuluan
Berbicara tentang
rasa
dalam seni tari Jawa berarti membicarakanhakekat yang terkandung di dalamnya, menyangkut inti dari sebuahkeindahan yang diamati dari bentuk visualnya. Keindahan dalam suatukarya tari terwujud dari akumulasi semua unsur yang dibawakan olehseniman secara total dan penuh penghayatan.Dalam dunia seni tari tradisional di wilayah budaya Surakarta,dikenal konsep
hasta sawanda
(delapan unsur yang menjadi satukesatuan). Adalah konsep dalam tari tradisi Jawa sebagai pedoman bagipenari maupun penyusun tari untuk mewujudkan karya secara baiksehingga memenuhi kriteria ’indah’.. Keindahan yang diwujudkanmelalui bentuk visual dan auditif merupakan ekspresi dari penjiwaan
2
 
Rasa : Inti Keindahani Tari Tradisi Jawa – Surakarta – Katarina Indah S 
suasana tertentu. Penjiwaan ini yang sering disebut dengan
rasa.
Penjiwaan yang dilakukan oleh seorang seniman yang maksimal danekspresi visual yang mendasarkan pada aturan/konsep dalamkomunitasnya akan dapat ditangkap secara baik oleh penghayat,sehingga transformasi rasa melalui wujud karya tari dapat terwujud.Dalam tradisi budaya Hindia/India (Hindu) dikenal estetika Hinduyang disebut sebagai
rasa
.
Rasa
yang termuat dalam
Sad-angga
,merupakan salah satu kriteria atau syarat yang terdiri dari enam (
sad 
)bagian/rincian (
angga
) yang dapat digunakan sebagai ukurankeindahan. Kiranya kriteria keindahan itu dapat diterapkan dalam senitradisi Jawa, mengingat kebudayaan Hindu pernah mempunyai peranansebagai pengembang kebudayaan tradisi seperti di Jawa (Sedyawati,1981:14).Terdapat bermacam-macam
rasa
sebagai ujung atau muara atauhakekat dari estetika (keindahan) tari tradisional Jawa – Surakarta yaitu
regu, sem, nges, sigrak, prenes, kenes, gecul, tregel
, dan lainsebagainya. Namun pemahaman konsep – konsep tersebut belum jelasdan dalam perwujudan gerak pada sebuah tari masih belum begitu jelas, mengingat dari berbagai rasa yang dapat dimunculkan melaluigerak tari, diwujudkan dalam vokabuler gerak abstrak.Butuh kepekaan yang luar biasa untuk mampu menterjemahkannilai/makna yang dimaksud yaaitu menyaring untuk mampu memahamirasa yang ditampilkan melalui gerak tarinya. Hal serupa juga berlakubagi pelaku/penari karena kekurang pahaman tentang
rasa/ 
penjiwaan.Banyak penari menari dengan sekedar melakukan rangkaian vokabulergerak dan hanyut dalam iringan tarinya, tanpa merinci gerak-gerakyang semestinya mampu untuk lebih dicermati dalam upayaperwujudan
rasa
itu, sehingga rasa gerak yang mestinya bisa terwujudmelalui pengendapan tertentu, tidak tercapai.Ada beberapa hal yang menjadi bahan perenungan berkaitan
rasa
dalam dunia tari yaitu : apa yang dimaksud dengan
rasa
dalam dunia
3

Activity (7)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Yusuf Bima liked this
Erni Muliyana liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->