Read without ads and support Scribd by becoming a Scribd Premium Reader.
 
Sejarah Islam Di Filipina
Makalah
 
Diajukan Untuk Memenuhi Mata KuliahSejarah Peradaban Islam
 Oleh:M. Wahyudi Heru PE03207042Dosen pembimbing:DRS. M. Syamsul Huda M. fil. I150278250
JURUSAN TAFSIR HADITSFAKULTAS USHULUDDININSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SUNAN AMPELSURABAYA
2008
 
Pendahuluan
Umat Islam di Filipina adalah salah satu contoh muslim minoritas dinegaranya. Hal ini sangat bertolak belakang dengan keadaan masyarakat muslimdi wilayah tersebut pada awal mula kedatangan Islam. Apa yang menjadi latar  belakang sehingga mayoritas muslim abad 15-17 berubah menjadi minoritas padaabad ke-18 hingga sekarang inilah yang akan dibahas dalam makalah ini.Pembahasan akan dimulai dari sejarah masuknya Islam ke wilayah iniserta proses Islamisasi yang ada. Masa kolonial yang kemudian di hadapi oleh bangsa ini akan menjadi pembahasan berikutnya, sekaligus dampak yang terjaditerhadap perkembangan Islam di Negara tersebut. Sebagaimana diketahui, Filipinamenghadapi dua kali masa penjajahan, yaitu oleh Spanyol dan Amerika.Begitu juga akan menjadi salah satu sub pembahasan dalam makalah ini, perkembangan Islam di Filipina pasca kemerdekaan. Berbagai perjuangan bangsaMoro dalam memperjuangkan hidupnya sebagai bangsa minoritas akan dibahassatu per satu meskipun tidak dapat dijelaskan secara panjang lebar.Dengan pembahasan sebagaimana tersebut di atas, diharapkan dapatdiperoleh sebuah pengetahuan mengenai sejarah Islam di Filipina berikut latar  belakang dan perkembangannya sejak awal masuknya Islam di Filipina hinggasekarang, dimana bangsa Moro (sebutan untuk umat Islam Filipina) hanyamenjadi kaum minoritas di negerinya sendiri.2
 
A.Sejarah masuknya Islam
Sejarah masuknya Islam di Filipina tidak dapat dilepaskan dari kondisi sosiocultural wilayah tersebut sebelum kedatangan Islam. Filipina adalah sebuah Negara kepulauan yang terdiri dari 7107 pulau dengan berbagai suku dankomunitas etnis. Sebelum kedatangan Islam, Filipina adalah sebuah wilayah yangdikuasai oleh kerajaan-kerajaan. Islam dapat masuk dan diterima dengan baik oleh penduduk setempat setidaknya karena ajaran Islam dapat mengakomodasi berbagai tradisi yang telah mendarah daging di hati mereka.Para ahli sejarah menemukan bukti abad ke-16 dan abad ke-17 dari sumber-sumber Spanyol tentang keyakinan agama penduduk Asia Tenggara termasuLuzon, yang merupakan bagian dari Negara Filipina saat ini, sebelum kedatanganIslam. Sumber-sumber tersebut memberikan penjelasan bahwa sistem keyakinanagama yang sangat dominan ketika Islam datang pada abad ke-14 sarat dengan berbagai upacara pemujaan untuk orang yang sudah meninggal. Hal ini jelassekali tidak sejalan dengan ajaran Islam yang menentang keras penyembahan berhala dan politeisme. Namun tampaknya Islam dapat memperlihatkan kepadamereka bahwa agama ini memiliki cara tersendiri yang menjamin arwah orangyang meninggal dunia berada dalam keadaan tenang, yang ternyata dapat merekaterima.
1
Di sisi lain, tidak dapat diragukan lagi bahwa skala perdagangan AsiaTenggara mulai melesat sangat pesat pada penghujung abad ke-14. Hasil dari perdagangan ini, kota-kota berkembang dengan kecepatan sangat mencengangkantermasuk sepanjang wilayah pesisir kepulauan Filipina. Para pedagang dari berbagai negeri bertemu dan menimbulkan adanya pertukaran baik di bidang ilmu pengetahuan maupun agama.
2
Di antara semua agama besar di dunia, Islam barangkali yang paling serasi dengan dunia perdagangan. Al-Qur’an maupun Al-Hadits sebagai sumber tertinggi dalam agama Islam banyak memuji kepada pedagang yang dapat dipercaya.
1
Antony Reid,
Sejarah Modern Awal Asia Tenggara,
Jakarta, Pustaka LP3ES Indonesia, 2004, hal.24-25
2
 
 Ibid,
hal. 32
3
Search History:
Searching...
Result 00 of 00
00 results for result for
  • p.
  • Notes
    Load more