Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Telaah Riwayat Hadits Doa Ifthar

Telaah Riwayat Hadits Doa Ifthar

Ratings: (0)|Views: 37|Likes:
Published by Subhan Nurdin

More info:

Published by: Subhan Nurdin on Jul 31, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/06/2011

pdf

text

original

 
TELAAH RIWAYAT HADITS “DO’A IFTHAR”
olehSubhan Nurdinpada 31 Juli 2009 jam 17:46نيمحارلا حأ  كتمحرب  ُر ْط َف ْأَ ك َق ِز ْ ِ ى َعَو َ أ كب و  ُم ْص ُ ك َل َ  ّه ُ ّلا TIDAK ADA HADITSNYA !DO'A BUKA PUASA YG DLO'IFDitulis oleh : Al Ustadz ‘Abdul Hakim ‘AbdatDi bawah ini akan saya turunkan beberapa hadits tentang dzikir atau do’a di waktu berbuka puasa, kemudian akan saya terangkan satu persatu derajadnya sekalian. Maka,apa-apa yang telah saya lemahkan (secara ilmu hadits) tidak boleh dipakai ataudiamalkan lagi, dan mana yang telah saya nyatakan syah (shahih atau hasan) bolehlahsaudara-saudara amalkan. Kemudian saya iringi dengan tambahan keterangan tentangkelemahan beberapa hadits lemah tentang keutamaan puasa yang sering dibacakan dimimbar-mimbar khususnya di bulan Ramadhan.HADITS PERTAMAArtinya :“Dari Ibnu Abbas, ia berkata : Adalah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila berbuka(puasa) beliau mengucapkan : Allahumma Laka Shumna wa ala Rizqika Aftharna,Allahumma Taqabbal Minna Innaka Antas Samiul ‘Alim (artinya : Ya Allah ! untuk-Muaku berpuasa dan atas rizkqi dari-Mu kami berbuka. Ya Allah ! Terimalah amal-amalkami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar, Maha Mengetahui).(Riwayat : Daruqutni di kitab Sunannya, Ibnu Sunni di kitabnya ‘Amal Yaum wa-Lailah No. 473. Thabrani di kitabnya Mu’jamul Kabir).Sanad hadits ini sangat Lemah/Dloif Pertama :Ada seorang rawi yang bernama : Abdul Malik bin Harun bin ‘Antarah. Dia ini rawi yangsangat lemah.Kata Imam Ahmad bin Hambal : Abdul Malik Dlo’if Kata Imam Yahya : Kadzdzab (pendusta)Kata Imam Ibnu Hibban : pemalsu haditsKata Imam Dzahabi : di dituduh pemalsu haditsKata Imam Abu Hatim : Matruk (orang yang ditinggalkan riwayatnya)Kata Imam Sa’dy : Dajjal, pendusta.Kedua :Di sanad hadits ini juga ada bapaknya Abdul Malik yaitu : Harun bin ‘Antarah. Dia inirawi yang diperselisihkan oleh para ulama ahli hadits. Imam Daruquthni telah
1
 
melemahkannya. Sedangkan Imam Ibnu Hibban telah berkata : munkarul hadits (orangyang diingkari haditsnya), sama sekali tidak boleh berhujjah dengannya.Hadits ini telah dilemahkan oleh Imam Ibnul Qoyyim, Ibnu Hajar, Al-Haitsami dan Al-Albani, dll.Periksalah kitab-kitab berikut :Mizanul I’tidal 2/666Majmau Zawaid 3/156 oleh Imam HaitsamiZaadul Ma’ad di kitab Shiam/Puasa oleh Imam Ibnul QoyyimIrwaul Gholil 4/36-39 oleh Muhaddist Muhammad Nashiruddin Al-Albani.HADITS KEDUAArtinya :“Dari Anas, ia berkata : Adalah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam : Apabila berbuka beliau mengucapkan : Bismillah, Allahumma Laka Shumtu Wa Alla Rizqika Aftartu(artinya : Dengan nama Allah, Ya Allah karena-Mu aku berbuka puasa dan atas rizqidari-Mu aku berbuka).(Riwayat : Thabrani di kitabnya Mu’jam Shogir hal 189 dan Mu’jam Auwshath).Sanad hadits ini Lemah/Dlo’if Pertama :Di sanad hadist ini ada Ismail bin Amr Al-Bajaly. Dia seorang rawi yang lemah.Imam Dzahabi mengatakan di kitabnya Adl-Dhu’afa : Bukan hanya satu orang saja yangtelah melemahkannya.Kata Imam Ibnu ‘Ady : Ia menceritakan hadits-hadits yang tidak boleh diturut.Kata Imam Abu Hatim dan Daruquthni : Lemah !Sepengetahuan saya (Abdul Hakim bin Amir Abdat) : Dia inilah yang meriwayatkanhadits lemah bahwa imam tidak boleh adzan (lihat : Mizanul I’tidal 1/239).Kedua :Di sanad ini juga ada Dawud bin Az-Zibriqaan.Kata Muhammad Nashiruddin Al-Albani : Dia ini lebih jelek dari Ismail bin Amr Al-Bajaly.Kata Imam Abu Dawud, Abu Zur’ah dan Ibnu Hajar : Matruk.Kata Imam Ibnu ‘Ady : Umumnya apa yang ia riwayatkan tidak boleh diturut (lihatMizanul I’tidal 2/7)Sepengetahuan saya (Abdul Hakim bin Amir Abdat) : Al-Ustadz Abdul Qadir Hassanmembawakan riwayat Thabrani ini di Risalah Puasa tapi beliau diam tentang derajadhadits ini ?
2
 
HADITS KETIGAArtinya :“Dari Muadz bin Zuhrah, bahwasanya telah sampai kepadanya, sesungguhnya NabiShallallahu ‘alaihi wa sallam. Apabila berbuka (puasa) beliau mengucapkan : AllahummaLaka Sumtu wa ‘Alaa Rizqika Aftartu.”(Riwayat : Abu Dawud No. 2358, Baihaqi 4/239, Ibnu Abi Syaibah dan Ibnu Suni)Lafadz dan arti bacaan di hadits ini sama dengan riwayat/hadits yang ke 2 kecualiawalnya tidak pakai Bismillah.)Dan sanad hadits ini mempunyai dua penyakit.Pertama :“MURSAL, karena Mu’adz bin (Abi) Zur’ah seorang Tabi’in bukan shahabat NabiShallallahu ‘alaihi wa sallam. (hadits Mursal adalah : seorang tabi’in meriwayatkanlangsung dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, tanpa perantara shahabat).Kedua :“Selain itu, Mu’adz bin Abi Zuhrah ini seorang rawi yang MAJHUL. Tidak ada yangmeriwayatkan dari padanya kecuali Hushain bin Abdurrahman. Sedang Ibnu Abi Hatimdi kitabnya Jarh wat Ta’dil tidak menerangkan tentang celaan dan pujian baginya”.HADITS KEEMPATArtinya :“Dari Ibnu Umar, adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, apabila berbuka(puasa) beliau mengucapkan :ُا ءَش َ  ْإِ ر ُج ْَاْ  َ َث َو َ ، ُور ُ ُلاْ  ِ ّت َب ْاو َ ، ُم َظ َلا  ََذ َ. DZAHABAZH ZHAAMA-U WABTALLATIL ‘URUQU WA TSABATAL AJRUINSYA ALLAH (artinya : Telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan/urat-urat, dan telah tetap ganjaran/pahala, Inysa allah).(Hadits HASAN, riwayat : Abu Dawud No. 2357, Nasa’i 1/66. Daruquthni dan iamengatakan sanad hadits ini HASAN. Hakim 1/422 Baihaqy 4/239) Al-Albanimenyetujui apa yang dikatakan Daruquthni.!Saya (Abdul Hakim bin Amir Abdat) berpandangan : Rawi-rawi dalam sanad hadits inisemuanya kepercayaan (tsiqah), kecuali Husain bin Waaqid seorang rawi yang tsiqah tapi padanya ada sedikit kelemahan (Tahdzibut-Tahdzib 2/373). Maka tepatlah kalaudikatakan hadits ini HASAN.
3

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->