Read without ads and support Scribd by becoming a Scribd Premium Reader.
 
I.
 
PENDAHULUAN
1.1.
 
LATAR BELAKANG
Gula merupakan produk agroindustri yang memiliki peranan penting dalam pemenuhankebutuhan pokok manusia. Gula tidak dapat dipisahkan dalam pengolahan berbagai jenis makanandan minuman, baik skala industri maupun rumah tangga. Di Indonesia terdapat tiga jenis gula yang beredar di pasaran, yaitu gula kristal mentah (GKM) atau
raw sugar 
yang digunakan sebagai bahan baku industri gula rafinasi, gula kristal putih (GKP) yang dikonsumsi secara langsung dan gularafinasi sebagai bahan baku industri makanan dan minuman.Ketersediaan gula dunia pada umumnya berasal dari dua komoditas utama perkebunan, yaitutanaman tebu dan bit. Sampai saat ini, sekitar 70% kebutuhan gula dunia tercukupi dari komoditastanaman tebu, sisanya berasal dari komoditas tanaman bit mencapai sekitar 30% kebutuhan guladunia. Tebu merupakan komoditas perkebunan Indonesia terbesar ketiga setelah teh dan kelapa sawit.Tebu banyak diusahakan petani di Indonesia karena cocok hidup di wilayah tropis. Sehingga produksigula di Indonesia cukup tinggi. Namun, industri gula nasional selanjutnya mengalami penurunan yangcukup tajam akibat dari global warming, irigasi yang kurang baik, serangan hama, pupuk yangtersedia tidak tepat waktu, dan faktor teknologi produksi gula yang sudah usang. Sehingga persentasegula Indonesia terhadap gula dunia mencapai 1,99% pada musim giling 2006/2007. Persentase inihanya sekitar 1,55% terhadap produksi total gula dunia.Pabrik pembuatan gula di Indonesia cukup banyak, baik yang berada di bawah pengawasan pemerintah maupun berdiri sendiri sebagai perusahaan swasta. Salah satu perusahaan pembuat gula diIndonesia adalah PT. Kebon Agung Pabrik Gula Trangkil. PT. Kebon Agung merupakan perusahaan perkebunan tebu dan pabrik gula secara terintegrasi yang terletak di Provinsi Jawa Tengah, KabupatenPati, Kecamatan Trangkil. Dalam menunjang proses produksinya, Pabrik Gula Trangkil telahmenggunakan beberapa alat dan mesin pertanian serta pabrik pengolahan tebu yang cukup baik dalammengolah tebu menjadi gula. Selain itu, proses penanganan bahan dan penyimpanan produk akhir jugasudah menggunakan peralatan mekanik seperti
conveyor 
,
crane
, serta didukung dengan kapasitasgudang yang mampu menampung ribuan ton gula.Pada praktik lapangan ini dipilih topik studi mengenai proses pegolahan gula tebu di Pabrik Gula Trangkil. Proses pengolahan yang baik akan sangat mempengaruhi mutu gula dan rendemen gulayang dihasilkan yang kemudian akan mempengaruhi daya saing perusahaan di tengah persainganindustri gula yang ada saat ini. Pengamatan secara langsung mengenai proses pengolahan gula tebu inidiharapkan mampu memberikan nilai tambah pengetahuan bagi mahasiswa. Data dan informasi yangdiperoleh selama kegiatan praktik lapangan digunakan untuk keperluan akademik.
 
1.2.
 
TUJUAN
Tujuan dari praktik lapangan ini adalah:1.
 
Meningkatkan pengetahuan, sikap, dan kemampuan profesi serta menambaha pegalamanmahasiswa melalui penerapan ilmu, pelatihan kerja, dan pengamatan.2.
 
Mempelajari berbagai aspek terutama proses pengolahan gul tebu di pabrik Gula Trangkil.3.
 
Menerapkan ilmu pegetahuan yang didapat dengan praktik secara nyata sebagai bekal dalammenghadapi dunia nyata.4.
 
Meningkatkan pemahaman mengenai hubungan antara teori dan penerapannya serta faktor-faktor yang mempegaruhinya sehingga dapat menjadi bekal mahasiswa.5.
 
Melatih ketrampilan dan kemampuan dalam berkomunikasi serta melatih sosialisasi denganmasyarakat luas sebelum memasuki dunia kerja nyata.6.
 
Menjalin kemitraan dan kerja sama antara mahasiswa, perguruan tinggi, dan instansi atau perusahaan terkait.
1.3.
 
TEMPAT DAN WAKTU PELAKSANAAN
Praktik Lapangan ini dilaksanakan pada tanggal 27 Juni 2011 sampai 13 Agustus 2011 di PT.Kebon Agung Pabrik Gula Trangkil, Pati, Jawa tengah.
1.4.
 
METODOLOGI
Dalam pelaksanaan praktik lapangan akan dipakai metode sebagai usaha untuk menghasilkandata dan analisis yang tepat, yaitu:
1.
 
Pengamatan di lapangan
Dilakukan dengan mengamati secara langsung proses produksi
uper High
ugar 
(SHS) yangdilakukan perusahaan, serta mempelajari bagian-bagian krisisnya selama hal tersebut tidak  bertentangan dengan kebijakan dan aturan perusahaan.
2.
 
Wawancara
W
awancara dilakukan untuk mengklasifikasikan hal atau permasalahan yang terjadi di lapngan,serta untuk mengumpulkan data serta informasi yang diperlukan dengan cara menanyakan langsungkepada pihak yang terkait.
3.
 
Studi pustaka
Dilakukan dengan mencari referensi-referensi terkait yang berhubungan dengan kegiatan yangdilakukan.
4.
 
Pengolahan dan analisa data
 
 
Dilakukan dengan mengolah data yang didapat selama pelaksanaan praktek lapangan (PL) dankemudian dilakukan analisis data sehingga diperoleh informasi yang bisa dimanfaatkan.
5.
 
perumusan dan penulisan laporan
Dilakukan setelah data yang diperoleh dianalisis dan dirumuskn yang kemudian dapatdituangkan dalam bentuk laporan tertulis.
Search History:
Searching...
Result 00 of 00
00 results for result for
  • p.
  • Notes
    Load more