Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
2006.J.M.WidyaRiset.vol9.no.4.Arisal

2006.J.M.WidyaRiset.vol9.no.4.Arisal

Ratings: (0)|Views: 23 |Likes:
Published by matejek

More info:

Published by: matejek on Aug 01, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/01/2011

pdf

text

original

 
Simulasi Faktorisasi Bilangan dengan Algoritma Shorpada Komputer Paralel
Andria Arisal
*
 
Abstrak
Telah dikembangkan suatu simulator komputer kuantum untuk memfaktorkan suatu bilangan bulat menjadi dua faktornya dengan menggunakan algoritma Shor pada komputer  paralel. Pengembangan dilakukan dengan menggunakan bahasa pemrograman ANSI C pada sistem operasi Linux. Aplikasi dinamakan
SimKoKu
(
Simulator Komputer Kuantum
). Untuk mengurangi waktu eksekusi dalam pemfaktoran bilangan, simulasi inidiimplementasikan pada komputer paralel dengan MPI (
 Message Passing Interface
)sebagai antarmuka paralelisasinya. Dengan teknik ini, SimKoKu berhasil mengurangiwaktu faktorisasi, walaupun masih memiliki kompleksitas dalam orde eksponensial, yaitusebesar O(2
2n
).
Kata kunci
:
SimKoKu
, simulasi, komputasi kuantum, algoritma Shor, komputer paralel,MPI
 Abstract
 A quantum computation simulator software has been developed to factorize aninteger become its two factors using Shor’s algorithm on a parallel computer system. Developed with ANSI C language on Linux operating system, this simulator is called 
SimKoKu
(Quantum Computer Simulator). In order to decrease its execution time in factorizing an integer, this simulation is implemented on a parallel computer system with MPI (Message Passing Interface) as its parallelization interface. SimKoKu has succeeded on reducing its factorization time although its complexity is still in an exponential order with the value of O(2
2n
).
 Keywords
:
SimKoKu
 , simulation, quantum computation, Shor’s algorithm, parallelcomputer, MPI 
(*) Kandidat Peneliti pada Pusat Penelitian Informatika, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.Lt. 3 Gd. 20 Komp. LIPI, Jl. Cisitu, Sangkuriang, Bandung 40135andria.arisal@informatika.lipi.go.id
 
 
2 
1.
 
Pendahuluan
Perkembangan ilmu komputer dan fisika mendorong terbentuknya suatu metodekomputasi baru yang dikenal dengan komputasi kuantum. Metode komputasi inimengadaptasi sifat-sifat fisis partikel sebagai representasi informasi terkecilnya.Penggunaan sifat kuantum partikel tersebut mengakibatkan satu penyimpan informasi padametode komputasi ini (disebut dengan qubit –quantum bit) tidak lagi menyimpan salah satukeadaan (0 atau 1), melainkan dapat juga menyimpan superposisi dari kedua keadaantersebut (Shor, 1994).Dengan memanfaatkan metode komputasi ini telah dikembangkan beberapaalgoritma. Salah satu algoritma yang terkenal ialah algoritma pemfaktoran bilangan(algoritma Shor), yang dapat mengurangi kompleksitas pemfaktoran bilangan menjadi
O
((log
n
)
2
· log log
n
) pada komputer kuantum dan
O
(log
n
) pada komputer klasik (Hayward, 1999). Kompleksitas yang rendah tersebut memberikan ancaman terhadaphampir semua teknik penyandian yang digunakan saat ini, Salah satu contohnya RSA,karena teknik ini bergantung pada kesulitan pemfaktoran bilangan. Selain itu perkembangan metoda komputasi kuantum dan perangkat komputer kuantum memberikan peluang untuk pemahaman dan pensimulasian fenomena fisis kompleks seperti turbulensi,
chaos
, dan mekanika kuantum. Tetapi pengaplikasian metoda ini masih dalam penelitian,maka pengenalannya dilakukan dengan menggunakan simulasi pada komputer klasik yangdikenal juga dengan arsitektur Van Newmann. Pensimulasian tersebut mengakibatkan peningkatan kompleksitas dan penggunaan sumber daya yang besar. Oleh karena itu, salahsatu cara untuk menyederhanakannya adalah dengan mendistribusikan proses kepada beberapa komputer untuk dieksekusi secara paralel.Dalam makalah ini akan dibahas mengenai implementasi algoritma Shor padakomputer paralel dengan menggunakan antarmuka MPI (
 Message Passing Interface
).
2.
 
Dasar Teori
2.1
 
Komputasi Kuantum
Dengan pendekatan fisika kuantum pada teknologi komputer, representasiinformasi, data, dan komputasi juga dapat direpresentasikan dalam keadaan kuantum yang
 
 
3
memiliki sifat-sifat
entanglement 
(korelasi non lokal antar sistem kuantum), keacakan, dantidak dapat digandakan. Metode ini dikenal dengan komputasi kuantum.Penyimpanan informasi dan pengolahan informasi pada komputasi kuantumdirepresentasikan oleh qubit (
quantumbit 
), sebagai superposisi dari keadaan kuantum,misalkan spin ke atas dan spin ke bawah. Spin ke atas mendeskripsikan perputaran elektronsearah jarum jam, dapat dikodekan sebagai
|1>
. Sedangkan spin ke bawahmendeskripsikan perputaran elektron berlawanan arah jarum jam, dapat dikodekan sebagai
|0>
.Berdasarkan mekanika kuantum, secara alami kedua keadaan tersebut tidak dapatditentukan secara pasti, sehingga dalam keadaan dasar terdapat superposisi dari keduakeadaan tersebut. Dengan demikian
n
qubit (yang bergabung membentuk qureg--quantumregister berdasarkan
entanglement 
) dalam satu waktu dapat meyimpan 2
n
informasi. Hal inimenunjukkan kelebihan qubit dibandingkan
n
bit klasik yang hanya dapat menyimpan 1informasi pada satu waktu. Hal ini terjadi karena sesungguhnya informasi pada sistemkomputasi kuantum tidak disimpan pada objeknya melainkan pada hubungan antara objek dan sistemnya.Representasi informasi untuk satu qubit dapat dituliskan sebagai
|x> =
0
|
x
0
>+
1
|
x
1
>
dan untuk qureg dengan
n
qubit dapat ditulis sebagai:
|x> =
 
=
>
10
|
nnnn
 xw
(1)dimana
w
adalah kemungkinan menemukan keadaan kuantum
 x
, yang disederhanakanmenjadi suatu bilangan kompleks. Sedangkan representasi informasi untuk register kuantum dapat dituliskan sebagai
|x>
=
=
>
120
|
n
nnn
 xw
. Untuk memastikan ditemukannyasalah satu keadaan kuantum yang ada, maka dilakukan normalisasi dari setiap peluangmemperoleh keadaan kuantum sehingga menjadi1
1202
=
=
n
nn
w
(2)Dengan adanya superposisi dan
entanglement 
tadi, maka komputasi kuantum jugadapat menyederhanakan pengolahan pengulangan fungsi melalui paralelisasi kuantum.Sehingga pada pengolahan 2
n
keadaan pada qureg
n
qubit hanya membutuhkan satu kaliiterasi, sedangkan pengolahan 2
n
keadaan pada komputasi klasik membutuhkan 2
n
iterasi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->