Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
12Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Efektivitas Senyawa Alelopati Umbi Teki

Efektivitas Senyawa Alelopati Umbi Teki

Ratings: (0)|Views: 1,572|Likes:
Published by Mohammad Isa Asa

More info:

categoriesTypes, Reviews
Published by: Mohammad Isa Asa on Aug 03, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

05/20/2013

pdf

text

original

 
AGRITEK VOL. 17 NO. 6 NOPEMBER 2009 ISSN. 0852-5426
SENYAWA ALELOPATI TEKI (
Cyperus rotundus)
DAN ALANG-ALANG(
 Imperata cylindrica)
SEBAGAI PENGHAMBAT PERTUMBUHAN BAYAMDURI (
 Amaranthus spinosus)
Tommy Martho PalapaJurusan Biologi FMIPA Unima ManadoABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemanfaatan senyawaalelopati pada umbi teki (
Cyperus rotundus)
dan stolon alang-alang (
 Imperata cylindrica)
sebagai penghambat pertumbuhan bayam duri (
 Amaranthus spinosus).
Penelitiandilaksanakan pada bulan Juli s/d Nopember 2008 di Laboratorium FMIPA Unima diTondano. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan AcaLengkap (RAL) 2 factorial. Faktor pertama ekstrak umbi teki dan faktor kedua adalahektrak stolon alang-alang masing-masing diberi ulangan 3 kali. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa ekstrak senyawa terkandung alelopati alang-alang (
 Imperatacylindrica
) dan teki (
Cyperus rotundus
) secara sendiri-sendiri ternyata efektif memberikanhambatan pada pertumbuhan tanaman bayam duri (
 Amaranthus spinosus
). Sedangkan jikadikombinasi tidak berpengaruh secara nyata pada penghambatan pertumbuhan bayam duri.Kata Kunci :
 Efektifitas, Alelopati, Penghambat, Pertumbuhan
ABSTRACT
This research has goal namely to know the effectivity utilization of aleopaticsubstances from
Cyperus Rotundus
) and
 Imperata Cylindrica
as an inhibitor of 
 Amaranthus spinosus
growth. This research was conducted in July to November 2008 at the Natural and Science Faculty Laboratory, Manado State Univeristy. Research design used isthe completely randomized design with two factorial combination. The first factor is theextract of cyperus tuber-root and the second factor is the extract of imperata stolon withthree replications. Research result shows that exctract containing any aleopatic substancesextracted from
 Imperata Cylindrica
and
Cyperus Rotundus
are effective in inhibitinggrowth of 
 Amaranthus Spinosus
. Interaction combination of both factors didn’t bringsignificant effect in inhibiting growth of amaranthus.Keywords :
 Efectivity, Alelopati, Defending, Growth
PENDAHULUAN
Gulma adalah tanaman pengganggutumbuhan budidaya yang seringmengganggu sejak masa pertumbuhanvegetatif, sampai pada masa vegetatifnya.Akibat dari gangguan gulma dapatmempengaruhi produktifitas tanaman budidaya yang pada gilirannya akan berpengaruh pada tingkat produksi dan pendapatan petani.Salah satu upaya untuk mengatasikehadiran gulma adalah denganmemanfaatkan herbisida sebagai pembasmi, namun cara ini jika dilakukanterus menerus dapat mengakibatkankerusakan lingkungan dan meningkatkanresistensi tanaman budidaya terhadap131
 
AGRITEK VOL. 17 NO. 6 NOPEMBER 2009 ISSN. 0852-5426
 penyakit tertentu bahkan mengganggukesehatan manusia. Apalagi seringkali para petani menggunakan dosis herbisida kimiamelebihi kebutuhan. Dewasa ini produksitanaman yang menggunakan herbisidakimia memiliki daya saing yang rendahdibandingkan dengan yang menggunakanherbisida alami atau organik.Produksi tanaman yang menggunakanherbisida alami merupakan salah satuupaya untuk meningkatkan daya saingkualitas dan kuantitas produksi. Meskipunrumput teki (
Cyperus rotundus
L.) danalang-alang (
 Imperata cylindrica
L.) jugamerupakan gulma namun tanaman inidapat dimanfaatkan sebagai pengendali biologis (bio kontrol).Teki dapat mengeluarkan senyawa penghambat pertumbuhan yang disebutAlelopati. Alang-alang juga merupakangulma pengganggu tanaman, namun dapat juga dimanfaatkan sebagai pengendali biologis juga, karena tanaman inimenghasilkan alelopati (Monandir, 1988;Sukman dan Yakub, 1991). Senyawaalelopati dapat dilepaskan ke lingkunganmelalui berbagai organ tanaman. Stolondan umbi menghasilkan senyawa penghambat berupa alelopati yangdilepaskan ke lingkungan (Rice, 1984;Moenandir 1990 )Bayam duri (
 Amaranthus spinosus
L
.
)merupakan salah satu gulma yang dapatmenyebabkan pertumbuhan awal tanaman budidaya mengalami kerdil dan daunnya berwarna kuning. Pada tanaman kedelai,kehadiran bayam duri menyebabkan hasil panen menurun. Ini diprediksikan bahwa bayam duri menghambat pertumbuhantanaman budidaya karena bayam durimerupakan salah satu gulma pengganggu.
METODE PENELITIAN
Rancangan PenelitianPenelitian ini menggunakan metodeeksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2 factorial. Faktor pertamaadalah ekstrak umbi teki dan faktor keduaadalah ektrak stolon alang-alang masing-masing diberi ulangan 3 kali. Konsentrasimasing-masing perlakuan pada faktor Alang-alang (a) adalah (a0=0%, a1=15%,a2=30%, a3=45%, a4=60%) dan faktor Teki (b) adalah (b0=0%, b1=15%, b2=30%, b3=45%, b4=60%).Prosedur Penelitian dilakukan di atas lahanseluas 0,5 ha yang di dibagi ke unit-unit perlakuan dimana masing terdiri dari polibag dengan ukuran 2 kg. Tiap unit perlakuan diisi dengan tanah gembur seberat 2 kg dan diberi pupuk organisecara merata. Setiap polibag dimasukkan3 biji bayam duri dengan kedalaman 3 cmkemudian dibiarkan tumbuh. EkstraAlang-alang dan Teki ditimbang dengantimbangan analitik kemudian diencerkandengan aquades dan dibuat dalam 5 taraf konsentrasi yaitu 0%, 15%, 30%, 45%,dan 60%. Selanjutnya di aplikasikan padasetiap unit percobaan sesuai dengan desain penelitian yang telah dirancangsebelumnya. Perlakuan ekstrak dilakukan 2hari sekali sebanyak 10 ml pada masing-masing unit perlakuan tiap kali penyiramansampai akhir pengamatan.Parameter PengamatanParameter pengamatan antara lain a)Panjang kecambah dari bayam duri, b) panjang akar primer dari tumbuhan bayamduri, dan c) tinggi tanaman bayam durisebelum berbunga.Waktu Pengamatan
1.
Pengamatan pertama dilakukan 7 harisesudah tanam (HST). Pengamatanini dilakukan untuk memperoleh datatentang panjang kecambah bayamduri.
2.
Pengamatan kedua dilakkan pada 21hari sesudah tanam (HST) yaitu saatsebelum berbunga tanaman bayamduri. Pengamatan ini dilakukan untuk menentukan panjang akar primer dari bayam duri.132
 
AGRITEK VOL. 17 NO. 6 NOPEMBER 2009 ISSN. 0852-5426
3.
Pengamatan ketigaKetika tanaman berumur 31 HST. Pengamatan inidilakukan untuk memperolah datatentang tinggi tanaman sebelum berbunga.
HASIL DAN PEMBAHASAN
1.
Panjang KecambahHasil uji F pengaruh alang-alang dan teki dan kombinasiterhadap panjang kecambahdisajikan pada tabel Tabel 1.1, 1.2,dan 1.3. dan Grafik 1.Tabel 1. Rata-rata panjang (Cm) kecambah faktor dosis alang-alangRata-rataDosis0%15%30%45%60%4,4133,7533,3532,9273,053Tabel 2. Rata-rata panjang (Cm) kecambah faktor dosis tekiRata-rataDosis0%15%30%45%60%4,4203,8803,3473,2672,587Tabel 3. Rata-rata panjang (Cm) kecambah faktor dosis alang-alang dan tekiDosisAlang-alangDosis Teki0%15%30%45%60%0%15%30%45%60%5,3674,8334,1003,4674,3334,4334,5673,6333,2673,5004,0003,5673,4003,0672,7004,7332,9002,8672,9672,8673,5332,9002,7671,8671,867133

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->