Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
14Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
lalat

lalat

Ratings: (0)|Views: 522 |Likes:
Published by mutt_26aqin

More info:

Published by: mutt_26aqin on Aug 03, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/03/2013

pdf

text

original

 
Saturday, December 2, 2006
Mengakali lalat buah
PANDUAN LALAT BUAHI. PENDAHULUANLalat buah merupakan salah satu hama yang sangat ganas pada tanaman hortikultura di dunia.Lebih dari seratus jenis tanaman hortikultura diduga menjadi sasaran serangannya. Pada populasiyang tinggi, intensitas serangannya dapat mencapai 100%. Oleh karena itu, hama ini telahmenarik perhatian seluruh dunia untuk melaksanakan upaya pengendalian secara terprogram.Program pengendalian itu memerlukan waktu lebih dari lima tahun, bahkan puluhan tahun.Di dunia terdapat berbagai spesies (jenis) lalat buah dengan tingkat keganasan yang berbeda.Salah satu spesies yang dikenal sangat ganas adalah Ceratitis capitata Wied. (dengan sebutan lainMediterranean Fruit Fly atau Medfly) yang menjadi hama penting pada tanaman jeruk di wilayahsekitar laut Tengah, Afrika Selatan, Australia dan Brazilia. Pusat Karantina Pertanian (sekarangBadan Karantina Pertanian) telah melakukan penjagaan ketat sejak tahun 1914, sehingga sampaisekarang Medfly belum ditemukan di wilayah Republik Indonesia.Di Indonesia pada saat ini dilaporkan ada 66 spesies lalat buah. Di antaranya spesies itu, yangdikenal sangat merusak adalah Bactrocera spp., yang sasaran utama serangannya antara lain: belimbing manis, jambu air, jambu biji (jambu bangkok), mangga, nangka, semangka, melon,dan cabai.Sifat khas lalat buah adalah hanya dapat bertelur di dalam buah. Larva (belatung) yang menetasdari telur tersebut akan merusak daging buah, sehingga buah menjadi busuk dan gugur.Konsumen sering kecewa karena buah mangga yang dibelinya mengandung belatung atau busuk.Hal ini dapat menurunkan daya saing komoditas hortikultura Indonesia di pasar global; bahkanekspor buah mangga Indonesia pernah ditolak negara tujuan dengan alasan mengandung lalat buah.Upaya pengendalian lalat buah telah banyak dilakukan oleh petani, tetapi hasilnya belummemuaskan. Cara pengendalian yang sederhana yang lazim dilakukan oleh petani adalah pembungkusan buah, tetapi upaya ini masih terbatas pada buah-buahan tertentu seperti belimbingmanis, jambu biji, nangka, dan cempedak. Untuk pohon buah yang tinggi dan berbuah lebat,misalnya mangga, cara pembungkusan buah ini sulit dilakukan.Pada tahun 1990, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jawa Timur mulai melakukangerakan pengendalian hama lalat buah dengan menggunakan zat penarik serangga (atraktan)Metil Eugenol (ME) yang ditambah dengan insektisida untuk mematikannya. Upaya inidilakukan karena adanya penolakan mangga dari provinsi tersebut oleh negara tujuan ekspor dengan alasan mengandung lalat buah.Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi DKI Jakarta telah mencoba penggunaan bahanatraktan yang terdiri atas minyak cengkeh, esence vanili, formalin 0,5%, amoniak, gula pasir danair; yang dapat menarik lalat jantan dan betina sekaligus. Walaupun hasilnya cukup baik,atraktan ini masih perlu dikaji lebih lanjut.Sebagai langkah awal upaya pengendalian lalat buah, maka pengetahuan dan kemampuansumberdaya manusia perlindungan hortikultura (aparat pemerintah maupun petani) perlu
 
ditingkatkan secara terencana. Berbagai macam informasi teknologi dan penelitian tentang lalat buah, misalnya ekobiologi dan teknik pengendalian, perlu terus dikembangkan dandisebarluaskan kepada masyarakat. Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah kedisiplinanmasyarakat tani dalam usaha menanggulangi lalat buah.Dengan upaya pengendalian lalat buah secara terprogram, diharapkan jumlah dan mutu produksi buah-buahan Indonesia dapat ditingkatkan, sehingga mampu bersaing dalam pasar global.II. HAMA LALAT BUAH DAN PENYEBARANNYA DI INDONESIALalat buah (ordo Diptera, famili Tephritidae), terdiri atas ± 4000 spesies yang terbagi dalam 500genus. Tephritidae merupakan famili terbesar dari ordo Diptera dan merupakan salah satu familiyang penting karena secara ekonomi sangat merugikan.Stadium lalat buah yang paling merusak adalah stadium larva, yang pada umumnya berkembangdi dalam buah.Sekitar 35% dari spesies lalat buah menyerang buah-buahan yang berkulit lunak dan tipis,termasuk di dalamnya buah-buahan komersial yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Disamping menyerang buah-buahan yang lunak, sekitar 40 % larva lalat buah juga hidup dan berkembang pada bunga tanaman famili Asteraceae (=Compositae); sedangkan selebihnya hidup pada bunga tanaman famili lainnya atau menjadi pengorok pada daun, batang, atau jaringan akar.Hanya beberapa spesies lalat buah yang diketahui bukan fitopagus.Famili Tephritidae memiliki beberapa subfamili. Subfamili yang spesiesnya terkenal sebagaihama lalat buah adalah Dacinae, yang dibagi menjadi dua genus yaitu Dacus (Fabricus) danBactrocera (Macquart).Di Indonesia dan negara-negara lainnya, selama ini diidentifikasi hama lalat buah yang banyak ditemukan di daerah Asia-Pasifik, yaitu Dacus spp. Namun, menurut klasifikasi terakhir yangdilakukan oleh Drew pada tahun 1989, ternyata bahwa lalat buah yang banyak terdapat diIndonesia adalah Bactrocera spp. Perbedaan prinsip antara Dacus dan Bactrocera disajikan padaTabel 1.Tabel 1. Perbedaan Antara Genus Dacus dengan BactroceraUraian PerbedaanDacus BactroceraAsal Dari Afrika; hanya beberapa spesies ditemukan di Asia--Pasifik Dari Asia--Pasifik; hanya beberapa spesies ditemukan di AfrikaMorfologi Bagian abdomennya bersatu (tergit/ segmen/ruas tidak terpisah) Bagian abdomennyatidak bersatu (tergit/segmen/ruas terpisah). Bila dilihat dari sisi akan jelas terlihat batas antar tergit.Biologi Umumnya berkembang biak dalam buah-buahan dari famili Asclepidaceae danCucurbitaceae. Spesies dari Asia--Pasifik juga hidup pada inang tersebut di atas Umumnya berkembang biak dalam buah-bahan tropis dan hutan subtropisSpesies lalat buah di Asia Tenggara yang mempunyai arti penting secara ekonomis adalah B.dorsalis complex.Menurut Drew (1994), kompleks dorsalis mempunyai spesies yang sangat banyak (lebih dari 40spesies), sehingga untuk mengetahui perbedaan taksonomi di antara spesies tersebut sangat sulit.Untuk mengetahui perbedaan tersebut secara akurat dilakukan penelitian dengan memperhatikan
 
 perbedaan morfologi di antara spesies, penyebaran geografis, biologi (tanaman inang, percobaankopulasi), genetis (sitologi, DNA sequencing, elektroforesis enzim jaringan), dan senyawa kimiadalam feromon. Dari berbagai spesies tersebut, 8 spesies di antaranya (Tabel 2) telah diketahuisebagai hama yang secara ekonomis merugikan.Tabel 2. Beberapa Spesies Bactrocera yang Menjadi Hama PentingNo. Spesies PenyebaranHama pada1 B. caryeae India Mangga, Jambu batu, jeruk.2 B. dorsalis India, Cina Selatan, Taiwan, Hawaii, Bangkok, Thailand Utara Buah-buahan yangumum dikonsumsi3 B. occipitalis Filipina Mangga4 Taxon A* Malaysia, Indonesia Berbagai jenis buah5 Taxon B* Malaysia, Thailand Selatan, Indonesia Berbagai jenis buah6 Taxon C* Filipina Buah-buahan yang umum dikonsumsi7 Taxon D* Srilanka Mangga8 Taxon E* Thailand Utara Peach, jambu batu, pir cinaKeterangan : *spesies ini masih menunggu konfirmasi dari lembaga taksonomi di InggrisDi Indonesia lalat buah sebagai hama telah diketahui sejak tahun 1920 dan dilaporkanmenyerang pertanaman mangga di Jawa. Pada tahun 1938, lalat buah juga dilaporkan menyeranglombok (cabai), kopi, pisang, jambu, cengkeh, belimbing, dan sawo.Hasil monitoring lalat buah yang dilakukan oleh Pusat Karantina Pertanian sejak tahun1979/1980 menunjukkan bahwa lalat buah ditemukan hampir di semua wilayah di Indonesia.Saat ini terdapat 66 spesies lalat buah, tetapi baru beberapa spesies yang sudah diketahuitanaman inangnya, yaitu:Bactrocera dorsalis Hend.# : menyerang lebih dari 20 jenis buah, antara lain belimbing, mangga, jeruk, jambu,susu, pisang raja sere, cabai merahB. cucurbitae Coq.: mentimun, melon serta tanaman dari famili CucurbitaeB. umbrosa F. : buah nangka dan beberapa tanaman dari famili MoraceaeB. caudata F. : beberapa tanaman dari famili Cucurbitaceae.Berikut ini dijelaskan ciri-ciri lalat buah di atas (untuk pemahaman istilah-istilah agar dilihat pada Gambar 8 dan 9).B. dorsalis (Hendel): Scutum hampir dominan hitam dengan pita lateral kuning memanjang kedekat supra alar, mempunyai spot-spot pada muka, rambut supra alar, rambut prescutellar dan 2rambut scutella, membentuk pita hitam bentuk huruf T pada abdomen (pita hitam melintang padatergit ke-2 dan ke-3, pita hitam longitudinal di tengah tergit ke-3 sampai ke-5), vena melintang pada sayap tidak tertutup noda-noda/band. Lalat jantan mempunyai pekten.B. umbrosa (Fabricus): Scutum hampir dominan hitam dengan pita lateral kuning, spot padamuka, anterior supra alar, rambut prescutellar dan 2 rambut scutella, sayap dengan 3 pita/bandmelintang.B. caudata (Fabricus): Scutum hampir dominan hitam dengan post sutural vittae (pita lateral dan

Activity (14)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Shiukha Pancake liked this
Ridak Instrumen liked this
Ridha Umamy liked this
Fayad Chin liked this
Supriyadi Shaleh liked this
Nelly Tangaran liked this
Sujiono SP liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->