Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword or section
Like this
28Activity
×
P. 1
Laporan Siap Print

Laporan Siap Print

Ratings: (0)|Views: 12,895|Likes:
Published by i2b
Ketentuan Lomba, Forumulir Pendaftaran, Laporan KKN, Lomba Futral, Lomba Puisi, Proposal Kerja, Proposal permintaan, Proposal Penanaman Mangrove, Proposal Seribu Pohon, Proposal Pengajian
Ketentuan Lomba, Forumulir Pendaftaran, Laporan KKN, Lomba Futral, Lomba Puisi, Proposal Kerja, Proposal permintaan, Proposal Penanaman Mangrove, Proposal Seribu Pohon, Proposal Pengajian

More info:

Published by: i2b on Aug 03, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

08/05/2013

pdf

text

original

 
DEPARTEMEN AGAMAINSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGOLAPORAN PPL FAKULTAS TARBIYAHDI MTS NEGERI 1 SEMARANGTH. 2009 /2010
BAB IPENDAHULUANA.URGENSI PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL)
1.Latar BelakangBicara persoalan pendidikan akan selalu aktual untuk dibahas dandiperbincangkan. Sebab pada hakekatnya pendidikan adalah kebutuhandasar (
basic need 
) hidup manusia (Firdaus M. Yunus, 2004:27). Dengankata lain, pendidikan merupakan upaya untuk memanusiakan manusiadalam berproses menuju kedewasaan. Jika demikian pun dapat dikatakan, bahwa manusia tanpa pendidikan tidak akan bisa hidup sebagaimanalayaknya seorang manusia. Tentunya sebagai seorang manusia yang sejak lahir, oleh Sang Kholiq sudah disertakan fasilitas berupa akal budi, yangsering disebut dengan potensi. Maka selanjutnya kewajiban manusia untuk mengembangkan talenta tersebut, yang dalam bahasa agama adalah
 fitrah
agar kebahagian hidup baik di dunia dan akherat dapat diraih salah satunyaadalah melalui pendidikan.Merupakan tantangan besar bagi sistem pendidikan di negeri ini,dalam menyelenggarakan pendidikan yang terjangkau dan bermutu bagisemua kalangan, guna bersama-sama membangun bangsa yang lebih bermartabat. Kesadaran ini, setidaknya harus dipahami oleh seluruh
 stakeholder 
 pendidikan, mulai dari pemerintah, institusi pendidikan (sekolah, pesantren, tempat kursus, pelatihan, dll), juga masyarakat termasuk orangtua. Terlebih pemerintah yang bertanggung jawab dalam penyelenggaraan pendidikan yang merata dan berkualitas bagi setiap warga negaranya.Lebih jauh berbicara tentang subsistem pendidikan, maka tidak akan terlepas dari beberapa komponen, yakni guru, peserta didik,kurikulum, serta komponen pendukung lainnya. Salah satu yang terpentingdari beberapa hal di atas adalah guru. Guru dalam konteks pendidikan persekolahan adalah orang yang memberi arahan/bimbingan, dan pelatihanataupun pengajaran kepada peserta didik dalam menjalankan proses1
 
DEPARTEMEN AGAMAINSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGOLAPORAN PPL FAKULTAS TARBIYAHDI MTS NEGERI 1 SEMARANGTH. 2009 /2010 pembelajaran. Suatu kekeliruan besar ketika guru dipandang hanyasebagai pen-transfer ilmu pengetahuan yang sering ditemui di ruang kelas.Lebih dari itu, seorang guru merupakan tenaga profesional yangmengusahakan peserta didiknya mampu merencanakan, menganalisis danmenyimpulkan serta mengatasi masalah kekinian dan kedisinian.Profesional di sini dapat diartikan bahwa guru harus mampu menempatkandirinya sebagai pendidik yang bertanggung jawab atas perkembangan peserta didik, baik di sekolah atau luar sekolah. Hal itu senada dengan pendapat Syaiful B. Djamarah, dalam bukunya,
Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif 
, dituliskan bahwa guru adalah semua orang yang bertanggung jawab atas perkembangan potensi peserta didik, baik dariaspek 
knowledge, behaviour, psikomotor,
dan
estetika
dengan caramembimbing, membina, dan mengarahkan baik individual ataupunklasikal di sekolah maupun di luar sekolah. (Syaiful B.Djamarah, 2000:32)Berangkat dari dasar pemikiran di atas, maka sudah menjadi
 fardluain
 bagi Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang, salah satu institusiyang bertujuan menyiapkan tenaga ahli guru Agama Islam danmeningkatkan kompetensi serta profesionalitas dalam bidangkependidikan Islam, yang terdiri dari Pendidikan Agama Islam (PAI),Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Kependidikan Islam (KI), PendidikanGuru Madrasah Ibtidaiyyah (PGMI), dan Tadris (Matematika, Biologi,Kimia, Fisika dan Bahasa Inggris).Tujuan tersebut dapat dilakukan secara profesional, apabilamahasiswa dibekali seperangkat ilmu, maupun pengalaman baik yang bersifat teoritis maupun praktis. Sedangkan pengalaman praktis diberikanmelalui kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL). Secara umumkegiatan praktik ini bertujuan untuk memberikan pengalaman nyata danmemperluas pengetahuan mahasiswa dalam pembentukan kompetensi pedagogik, professional, personal maupun sosial sebagai calon pendidik (guru) maupun tenaga kependidikan di sekolah, yang meliputi pengelolaan2
 
DEPARTEMEN AGAMAINSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGOLAPORAN PPL FAKULTAS TARBIYAHDI MTS NEGERI 1 SEMARANGTH. 2009 /2010kelas, administrasi dan manajemen sekolah, dan kegiatan-kegiatan lainyang berhubungan dengan sekolah secara memadai.Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) adalah salah satu program diFakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang yang mengupayakan danmempersiapkan tenaga ahli guru di lingkungan SD/MI, SMP/MTs danSMA/MA. Untuk mencapai tujuan tersebut Fakultas Tarbiyah IAINWalisongo Semarang memberikan bekal pengetahuan bagi mahasiswadengan berbagai disiplin ilmu yang terkait dengan pendidikan. Sedangkanuntuk memberikan bekal Praktek Pengalaman Lapangan kepadamahasiswa, maka salah satu mata kuliah praktek yang harus ditempuh olehmahasiswa adalah melaksanakan PPL.Dengan demikian, melalui PPL mahasiswa mampu membimbing,mendorong dan membangkitkan minat dan motivasi peserta didik dalam belajar. Selain itu mahasiswa Fakultas Tarbiyah mempunyai tujuan bahwa pendidikan Islam tidak semata-mata memberikan ilmu pengetahuan(
transfer of knowledge
), tetapi juga menanamkan rasa keimanan dan nilai-nilai ketaqwaan (
transfer of value
) terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sertamengembangkan peserta didik menjadi manusia yang berakhlaqulkarimah.Pada dasarnya PPL bukan merupakan satu-satunya rangkaian pembelajaran yang ada di Fakultas Tarbiyah, bahkan di setiap perguruantinggi maupun sekolah-sekolah kejuruan yang menerapkan sistem perpaduan teori dan praktik, juga melaksanakan program PPL. Makauntuk keseimbangan antara
learning 
 
to know
dan
learning to do
, serta
learning to be
, kegiatan PPL yang diorientasikan pada penerjunanlangsung mahasiswa pada realitas dunia pendidikan yang ada pada suatulembaga atau institusi. Agar nantinya ketika lulus dari perguruan tinggi,mahasiswa tidak canggung dan sudah siap melibatkan diri dalam dunianyata.Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Mahasiswa FakultasTarbiyah IAIN Walisongo Semarang memiliki kekhususan dibandingkan3

Activity (28)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Muhammad Amin liked this
Nailin Nikmah liked this
nurulragil liked this
Sheni Mayasari liked this
Resi liked this
Marten Tamtam liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->