Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
94Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Makalah Imunologi

Makalah Imunologi

Ratings: (0)|Views: 11,684|Likes:
Published by olly_lu3501

More info:

categoriesTypes, School Work
Published by: olly_lu3501 on Aug 04, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

09/09/2013

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUAN
Dalam keadaan normal, sistem imun dapat membedakan
 self antigen
(antigen tubuh sendiri)dari antigen asing, karena tubuh mempunyai toleransi terhadap self antigen (
 self-tolerance
), tetapi pengalaman klinis menunjukkan bahwa adakalanya timbul reaksi autoimunitas. Idealnya, sistemimun dapat memelihara keseimbangan antara respon yang efektif terhadap antigen lingkungan dansistem pengendalian terhadap sejumlah molekul yang mempunyai kemampuan merusak dirisendiri.
1,2
 Autoimunitas
adalah respon imun terhadap antigen jaringan sendiri yang disebabkan olehkegagalan mekanisme normal yang berperan untuk mempertahankan self-tolerance sel B, sel T ataukeduanya. Potensi untuk autoimunitas ditemukan pada semua individu oleh karena limfosit dapatmengekspresikan reseptor spesifik untuk banyak self-antigen.
3
Autoimunitas terjadi karena self-antigen yang dapat menimbulkan aktivasi, proliferasi sertadiferensiasi sel T autoreaktif menjadi sel efektor yang menimbulkan kerusakan jaringan dan berbagai organ. Respons terhadap self-antigen melibatkan komponen-komponen yang juga terlibatdalam respons imun, seperti antibodi, komplemen, komleks imun, dan cell mediated immunity.Baik antibodi maupun sel T atau keduanya dapat berperan dalam patogenesis penyakit autoimun.
3,4,5
Dalam populasi, sekitar 3,5 % orang menderita penyakit autoimun. 94 % dari jumlahtersebut berupa penyakit Grave (hipertiroidism), diabetes melitus tipe 1, anemia pernisiosa, artritisreumatoid, tiroiditis, vitiligo, sklerosis multipel dan LES (Lupus eritematosus sistemik). Penyakitdiemukan lebih banyak pada wanita (2,7 kali dibanding pria).
3
Dalam autoimunitas, antigen disebut autoantigen, sedang antibodi disebut autoantibodi. Selautoreaktif adalah limfosit yang mempunyai reseptor untuk autoantigen. Bila sel tersebutmemberikan respon autoimun, disebut SLR (sel limfosit reaktif). Pada orang normal, meskipunSLR terpajan dengan autoantigen, tidak selalu terjadi respons autoimun oleh karena ada sistem yangmengontrol reaksi autoimun.
3
1
 
BAB IIRUANG LINGKUP DAN ETIOLOGIA.RUANG LINGKUP
Dalam kaitannya dengan fenomena autoimun harus dibedakan antara pengertian responautoimun dan penyakit autoimun. Respons autoimun selalu dikaitkan dengan didapatkannyaautoantibodi atau reaktivitas limfosit terhadap antigennya sendiri. Respons autoimun tidak selalu harus mempunyai kaitan dengan penyakit autoimun yang dideritanya, bahkan responautoimun tidak selalu menampakkan gejala penyakit autoimun.
6
Idealnya adalah apabila kita dapat menerapkan istilah
‘penyakit autoimun’
pada kasus-kasus di mana dapat diperlihatkan bahwa
 proses autoimun berperan pada patogenesis penyakit 
dan bukan keadaan di mana autoantibodi yang tidak berbahaya terbentuk setelahkerusakan jaringan, misalnya antibodi terhadap jantung yang muncul setelah infark miokard. Namun, peran autoimunitas pada banyak kelainan masih belum jelas, sehingga untumemudahkan kita anggap bahwa semua penyakit yang berkaitan erat dengan pembentukanautoantibody adalah ‘penyakit autoimun’, kecuali kalau dapat diperlihatkan bahwa fenomenaimunologis yang ada adalah murni merupakan fenomena sekunder.
2
Penyakit autoimun dapat diklasifikasikan menjadi dua golongan, menurut mekanismeterjadinya, yaitu melalui antibodi/humoral, kompleks imun, selular, selular dan humoral ataumenurut organ yang menjadi sasaran yaitu organ spesifik dan non organ spesifik atau sistemik.
3
1.
Klasifikasi Penyakit Autoimun Menurut Organ yang Terlibat
Contoh alat tubuh yang menjadi sasaran penyakit autoimun adalah darah, saluran cerna, jantung, paru, ginjal, susunan saraf, endokrin, kulit, otot, alat reproduksi, telinga-tenggorok danmata.
3
Berdasarkan organ yang menjadi sasaran , penyakit-penyakit autoimun dapat dianggapmembentuk spektrum. Suatu upaya untuk mengelompokkan penyakit-penyakit utama yangdianggap berkaitan dengan autoimunitas dalam suatu spektrum penyakit autoimun yang organspesifik dan non organ spesifik (sistemik) diperlihatkan pada tabel 1.
2,3
2
 
Tabel 1. Spektrum Penyakit Autoimun
2,3
Tiroiditis Hashimoto Miksedema primerTirotoksikosis Anemia penisiosaGastritis atopik autoimunPenyakit Addison Menopause prematur (beberapa kasus)Infertilitas pada pria (beberapa kasus) Miastenia gravisDiabetes juvenilSindroma GoodpasturePemfigus vulgarisPemfigoid Oftalmia simpatetikUveitis fakogenikSklerosis multipel (?) Anemia hemolitik autoimunPurpura trombositopenik idiopatikLeukopenia idiopatikSirosis bilier primerHepatitis kronik aktif dengan HBsAg negatifSirosis kreptogenikKolitis ulserativaSindroma Sjögren Artritis reumatoid SklerodermaGranulomatosis WegenerPoly/dermatomiositisLE diskoid Lupus eritematosus sistemik (SLE)
Pada salah satu ujung spektrum kita lihat
penyakit autoimun spesifik organ
denganautoantibodi spesifik organ. Penyakit Hashimoto pada kelenjar tiroid merupakan satu contohyang menunjukkan lesi spesifik pada tiroid yang diinfiltrasi dengan sel-sel mononuklear (limfosit, histiosit, sel plasma), destruksi sel-sel folikuler dan pembentukan pusat germinal,disertai produksi antibodi dengan spesifisitas absolut terhadap unsur-unsur tertentu kelenjar tiroid.
2
Kalau kita bergerak menuju bagian tengah spektrum, terdapat kelainan yang cenderungmenunjukkan lesi terbatas pada satu organ tetapi antibodi yang terbentuk tidak spesifik organ bersangkutan. Contoh yang khas adalah sirosis bilier primer di mana saluran empedu kecilmerupakan sasaran utama infiltrasi sel-sel radang tetapi antibodi dalam serum yang ada – terutama mitokondrial – tidak spesifik untuk hati.
2
Pada ujung lain dari spektrum terdapat
penyakit autoimun tidak spesifik organ(sistemik)
yang secara luas digolongkan penyakit reumatologik; salah satu contoh adalah lupuseritematosus sistemik (SLE) yang baik lesi maupun autoantibodinya tidak terbatas pada organtertentu. Perubahan patologiknya tersebar terutama kelainan pada jaringan ikat dengan nekrosisfibrinoid. Kelainan tampak pada kulit (ruam kupu-kupu ‘lupus’ pada wajah yang merupakan cirikhas), glomerulus ginjal, sendi, membran serosa dan pembuluh darah. Di samping itu, unsur-3
SPESIFIK ORGANNON SPESIFIK ORGAN

Activity (94)

You've already reviewed this. Edit your review.
Edo Arsileta liked this
1 thousand reads
1 hundred reads
Juliana Feron liked this
Ewien Acha liked this
Ranii Wiidya liked this
marthafitri liked this
Ella Tri Jayanti liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->