Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
8Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Jurnal 1

Jurnal 1

Ratings: (0)|Views: 489 |Likes:
Published by Yudha Perdana Putra

More info:

Published by: Yudha Perdana Putra on Aug 05, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/17/2013

pdf

text

original

 
RESPON SAWI PUTIH TERHADAP PENAMBAHAN KASTING PADATANAH BEKAS PEMBERIAN ABU TEMPURUNG KELAPA
Henny Sulistyowati
 
1)1)
Staf Pengajar pada Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura
 ABSTRAK 
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh residu pemberian abu tempurung kelapa pada tanah ultisol dengan penambahan kasting terhadap pertumbuhan dan hasil  sawi putih. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas pertanian Untandengan lama penelitian 6 mingguPenelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap yang terdiri dari 5 perlakuan dengn 4 kali ulangan. Perlakuan tersebut adalah penggunaan media bekas pemberian abu tempurung kelapa masing-masing sebesar: a1=1g/3kg tanah, a2=2g/3kg tanah, a3=3g/3kg tanah, a4=4g/3kg tanah dan a5=5g/3kg tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efek residu abu tempurung kelapa dengan penambahan kasting pada tanah ultisol menunjukkan respon yang sama untuk jumlahdaun, akan tetapi memberikan respon yang nyata untuk berat basah dan berat kering bagian atas tanaman sawi putih. Kata kunci: Sawi putih, tanah ultisol,abu tempurung kelapa, kasting.
PENDAHULUAN
Sawi putih termasuk sayur-sayuran yang dipanen daunnya karena memiliki nilaiekonomis dan gizi yang tinggi. Menurut Rukmana (1994), kandungan vitamin pada daunsawi putih per 100 g bahan mentah adalah 30 – 50 IU vitamin A, 20 IU vitamin B1, 62 gvitamin C serta mengandung garam dan mineral.Sawi putih dapat ditanam di tanah jenis apapun asalkan tanah tersebut mempunyaisifat fisik dan sifat kimia yang baik. Tanah ultisol sebagai media tanam sawi putihmempunyai beberapa kendala diantaranya tanah bersifat masam, kandungan Al tinggi,ketersediaan unsur hara rendah serta sifat fisik tanah yang kurang baik bagi pertumbuhandan perkembangan perakaran sawi putih. Berdasarkan hal tersebut perlu dilakukan usaha
 
untuk meningkatkan produktivitas tanah ultisol agar budidaya sawi putih pada tanahtersebut dapat memberikan pertumbuhan dan hasil yang baik.Peningkatan pH tanah dapat dilakukan dengan memberi masukan yang banyak mengandung Ca. Salah satu bahan tersebut adalah abu tempurung kelapa. Pemberian abutempurung kelapa dapat menaikkan pH sedemikian rupa sehingga baik bagi pertumbuhantanaman. Permasalahan yang belum terjawab adalah apakah pemberian abu tempurungkelapa dapat menaikkan pH untuk selamanya pada tanah atau hanya untuk satu periodetanam saja. Berdasarkan hal tersebut perlu dilakukan penelitian pada tanah bekas pemberian abu tempurung kelapa..Penelitian tentang efek residu dari pemberian abu tempurung kelapa tentu saja harusdiikuti dengan penambahan unsur hara. Hal ini disebabkan karena ketersediaan unsur hara pada tanah tersebut sudah terpakai oleh tanaman sebelumnya.Penyediaan unsur hara bagi tanaman sawi putih dapat dilkukan dengan pemberian bahan organik karena selain dapat menambah hara, bahan organik dapat pulamemperbaiki sifat fisik dan biologi tanah. Kasting sebagai salah satu bahan organik merupakan salah satu alternatif untuk perbaikan produktivitas tanah ultisol yang sudah pernah ditanami sebelumnya.Kasting merupakan hasil ekskresi cacing tanah, mengandung mikroorganisme yangkemudian melakukan dekomposisi bahan organik yang ada disekitarnya sehingga terjadi proses mineralisasi yaitu melepas unsur-unsur seperti N,P,K dan lainnya. Salah satu bakteri yang terdapat dalam kasting adalah
 Azotobachter 
yang merupkan bakteri penambat nitrogen bebas sehingga akan membantu memperkaya nitrogen dalam tanah.
 
METODE PENELITIAN
Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian untan dengan lama penelitian 6 minggu. Penanaman sawi putih menggunakan polibek yang berisi mediaultisol yang sudah diberi abu tempurung kelapa dan sudah pernah ditanami dengantanaman kailan.Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap yangterdiri dari 5 perlakuan dengan 4 kali ulangan. Perlakuan tersebut adalah media bekas pemberian abu tempurung kelapa masing-masing sebesar: a1=1g/3kg tanah, a2=2g/3kgtanah, a3=3g/3kg tanah, a4=4g/3kg tanah dan a5=5g/3kg tanah. Untuk menambahkesuburan tanah, setiap perlakuan diberikan kasting masing-masing 100 g/polibek.Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah jumlah daun, berat segar dan beratkering bagian atas tanaman. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan u7ji F dandilanjutkan dengan uji BNJ 5%.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Pemberian abu tempurung kelapa pada tanah ultisol dapat meningkatkan pH tanah.Hal ini dibuktikan dari hasil analisis Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah (2004), pH awal sebesar 4,36 meningkat menjadi 6,00 untuk a1, 6,85 untuk a2, 7,06 untuk a3,7,23 untuk a4 dan 7,30 untuk a5. Abu hasil pembakaran tempurung kelapa bersifat alkalissehingga baik untuk menetralisir kemasaman tamnah. Selain itu, ketersediaan P yangsemula terikat oleh Al, Fe dan Mn akan dilepas menjadi bentuk tersedia dengan naiknya pH. Sedangkan unsur N yang semula dalam bentuk senyawa organik akan dimineralisasi

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->