Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
7Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
TEKNIK PRODUKSI TANAMAN JAGUNG (Zea Mays) DAN KEDELAI

TEKNIK PRODUKSI TANAMAN JAGUNG (Zea Mays) DAN KEDELAI

Ratings: (0)|Views: 555 |Likes:
Published by andylatifwijaya

More info:

Published by: andylatifwijaya on Aug 08, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/12/2012

pdf

text

original

 
LABORATORIUM PRODUKSI TANAMAN 1FAKULTAS PERTANIANUNIVERSITAS JEMBER LAPORAN PRAKTIKUMNAMA: ANDY LATIF WIJAYANIM: 081510501196GOLONGAN/KELOMPOK: D/2ACARA: TEKNIK PRODUKSI TANAMANJAGUNG (
 Zea Mays
) DAN KEDELAI(
Glycine Max 
)TANGGAL PRAKTIKUM: 05 NOVEMBER 2009TANGGAL PENYERAHAN: 10 DESEMBER 2009ASISTEN:1. DEDDY FRISNANTO2. BACHTIAR JUSUF E.3. ANOM PAMBUDHI4. BOBBY HANDOKO5. SAFITRI NURINA A.6. ANTONIUS DWIYONO7. EVA NURAINI8. DENY ARIYANTO P.9. BASVIRUDIN FAJAL10.ALFA FIRDAUS11.ZARANITA PRITA12.HERVIENA DESTYANINGRUM13.FERBRIYANTO
 
BAB 1. PENDAHULUAN1.1.Latar Belakang
Menurut ahli biologi evolusi, jagung yang ada sekarang telahmengalamievolusi dari tanaman serealia primitif, yang bijinya terbuka dan jumlahnya sedikit, menjadi tanaman yang produktif, biji banyak pada tongkoltertutup, mempunyai nilai jual yang tinggi, dan banyak ditanam sebagai bahan pangan. Nenek moyang tanaman jagung masih menjadi kontroversi, ada tiga teoriyang mengatakan tanaman jagung berasal dari pod corn, kerabat liar jagungtripsacum dan teosinte. Mangelsdorf mengatakan pod corn sebagai nenek moyangtanaman jagung merupakan tanaman liar yang terdapat di dataran rendah AmerikaUtara. Teosinte merupakan hasil persilangan antara jagung dan tripsacum. Namunteori ini juga hilang karena tidak didukung oleh data sitotaksonomi dansitogenetik dari jagung dan teosinte. Menurut Weatherwax (1954, 1955), danMangelsdorf (1974), nenek moyang tanaman jagung berasal dari tanaman liar didataran tinggi Meksiko atau Guatemala, namun teori ini juga tidak bertahan lama.Randolph (1959) mengemukakan bahwa nenek moyang tanaman jagung berasal dari kerabat liar tanaman jagung. Sebelum jagung primitif teosinte dantripsacum ditemukan, tanaman liar jagung banyak digunakan dan dibudidayakan.Menurut Longley (1941), jagung merupakan mutasi dan seleksi secara alami dariteosinte. Biji teosinte terbungkus berbentuk buah yang keras. Komponen buah inisama dengan buah jagung, tapi dalam perkembangannya terjadi evolusi, sehinggatidak terbungkus seperti teosinte, dan berubah menjadi tongkol. Doebly dan Stec(1991,1993), Doebly et al. (1990), dan Dorweiler et al. (1993) melakukan penelitian dan menguraikan serta memetakan secara genetik dengan quantitativetrait loci (QTL) tga1 (teosinte glume architecture 1), yang menunjukkan kunci perbedaan teosinte dan jagung. Apabila QTL dari jagung, tga1, ditransfer keteosinte, intinya tidak berpegang erat dalam.Produksi jagung berbeda antardaerah, terutama disebabkan oleh perbedaankesuburan tanah, ketersediaan air, dan varietas yang ditanam. Variasi lingkungantumbuh akan mengakibatkan adanya interaksi genotipe dengan lingkungan, yang
 
 berarti agroekologi spesifik memerlukan varietas yang spesifik untuk dapatmemperoleh produktivitas.
Optimal.
Curah hujan ideal sekitar 85-200 mm/bulan dan harus merata. Padafase pembungaan dan pengisian biji perlu mendapatkan cukup air. Sebaiknyaditanam awal musim hujan atau menjelang musim kemarau. Membutuhkan sinar matahari, tanaman yang ternaungi, pertumbuhannya akan terhambat danmemberikan hasil biji yang tidak optimal. Suhu optimum antara 230 C - 300 C.Jagung tidak memerlukan persyaratan tanah khusus, namun tanah yang gembur,subur dan kaya humus akan berproduksi optimal. pH tanah antara 5,6-7,5. Aerasidan ketersediaan air baik, kemiringan tanah kurang dari 8 %. Daerah dengantingkat kemiringan lebih dari 8 %, sebaiknya dilakukan pembentukan terasdahulu. Ketinggian antara 1000-1800 m dpl dengan ketinggian optimum antara50-600 m dpl.Benih sebaiknya bermutu tinggi baik genetik, fisik dan fisiologi (benihhibryda). Daya tumbuh benih lebih dari 90%. Kebutuhan benih + 20-30 kg/ha.Sebelum benih ditanam, sebaiknya direndam dalam POC NASA (dosis 2-4 cc/ltair semalam). Lahan dibersihkan dari sisa tanaman sebelumnya, sisa tanamanyang cukup banyak dibakar, abunya dikembalikan ke dalam tanah, kemudiandicangkul dan diolah dengan bajak. Tanah yang akan ditanami dicangkul sedalam15-20 cm, kemudian diratakan. Setiap 3 m dibuat saluran drainase sepanjang barisan tanaman. Lebar saluran 25-30 cm, kedalaman 20 cm. Saluran ini dibuatterutama pada tanah yang drainasenya jelek.Di daerah dengan pH kurang dari 5,tanah dikapur (dosis 300 kg/ha) dengan cara menyebar kapur merata/pada barisantanaman, + 1 bulan sebelum tanam. Sebelum tanam sebaiknya lahan disebariGLIO yang sudah dicampur dengan pupuk kandang matang untuk mencegah penyakit layu pada tanaman jagung. Lubang tanam ditugal, kedalaman 3-5 cm,dan tiap lubang hanya diisi 1 butir benih. Jarak tanam jagung disesuaikan denganumur panennya, semakin panjang umurnya jarak tanam semakin lebar. Jagung berumur panen lebih 100 hari sejak penanaman, jarak tanamnya 40x100 cm (2tanaman /lubang). Jagung berumur panen 80-100 hari, jarak tanamnya 25x75 cm(1 tanaman/lubang).

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->