B
eberapa waktu yang lalumerebaklah polemik tentangpoligami (
ta’adud azzaujat
).Pro dan kontra mengiringidiskusi tentang tradisi yangsudah tua tersebut. Sejatinya kasuspoligami sudah biasa terjadi di Indonesia.Mengapa baru sekarang menjadi begituheboh? Tidak gampang memang untukmenjawabnya. Yang jelas ada pihak-pihakyang diuntungkan dengan begitu hiruk-pikuknya polemik tentang poligami saatini.Dengan petunjuk Pimpinan UmumMajalah Fatawa akhirnya tema yang telahdirencanakan sebelumnya diubah, untukikut memberikan sumbangan dalammenyikapi poligami. Bagaimana pun semuamesti memahami konsep poligami secaraproporsional, tidak ekstrim, baik ekstrimkanan maupun kiri. Bukankah sikap dankomentar kita terhadap sesuatu hal akandimintai pertanggungjawaban di hadapanAllah? Sayang sekali tidak sedikit orang-orang yang merasa terdidik tetapi kelirudalam memahami dan menilai konseppoligami dalam Islam.Hal ini diperparah oleh pernyataan-pernyataan sebagian kelompok anak mudayang dengan sistematis memang inginmerusak Islam. Bermodalkan sikappercaya diri yang begitu tinggi, ayat pundipotong-potong untuk mendukungpemikiran. Tidak cukup dipotong, artinyapun dipelintir hingga sesuai dengankeinginan nafsu sang tuan.
“Mereka ingin memadamkan cahaya(agama) Allah dengan lisan-lisan (ucapan)mereka dan Allah tetap menyempurnakancahaya-Nya, walaupun orang-orang kafir benci.”
(As-Shaf:8)Ya, sebagian orang berusahamemadamkan cahaya Allah dengan berbagaipernyataan yang menyimpangkan umat daripemahaman yang tepat. Allahlah yang akanmenutup lisan mereka.Fokus kajian Fatawa edisi kali inimencoba untuk menunjukkan betapaberbagai hukum Islam, termasuk poligami,sering dipahami secara ekstrim. Semogasajian kali ini mampu menyuguhkan menuyang pas, proporisonal dan moderat dalammenikapi konsep poligami.Sajian kali ini kami lengkapi denganmenu lain yang tersebar dalam berbagairubrik. Sikap ekstrim pun menggejala dalammenyikapi sebuah pemerintahan, karenaketidaktahuan dalam mendefinisikanpemerintahan yang sah, disajikan dalamrubrik Siyasah. Fenomena buruk sangka(
suuzhzhan
) yang menjangkiti berbagaikalangan kaum muslimin tersaji dalam rubrikMuamalah. Hukum jual beli lewat internetjuga tersedia dalam rubrik Aktual. Masihbanyak menu lain yang pembaca bisanikmati.Kalau belum terpuaskan dengan sajiankali ini kami tunggu saran dan kritik demiperbaikan sajian depan. Dengan sumbangsihpara pembaca semuanyalah, semoga Allahmerahmati, Majalah Fatawa bisaberkembang. Tentunya setelah kehendakAllah yang menentukan segalanya. Akhirnyaselamat menikmati semoga bermanfaat.
-
Redaksi
-
Penerbit:
Pustaka at-Turots
ISSN:
1693-8471
Pemimpin Umum:
Abu Nida’ Chomsaha Shofwan, Lc
Pemimpin Redaksi:
AbuHumaid Arif Syarifudin, Lc.
Dewan Redaksi:
Abu Mush’ab
,
Abu Sa’ad, MA.
,
Fachruddin
,
Khairul Wazni, Lc.
,
Mubarok
,
Abu Harun
Redaktur Pelaksana:
Abu Yahya
Editor:
Aboeya Arimoesta
Setting-Layout:
Abu Nafis
Pemimpin Perusahaan:
Tri Haryanto
Pemasaran:
Abu HanifahAlamat
Islamic Centre Bin Baz,Jl. Wonosari Km 10, Karang-gayam, Sitimulyo, Piyungan,Bantul, DIY
Telp
0274-7860540
Fax
0274-522963
Email
majalah.fatawa@gmail.com
Rekening:
BNI No. 0105423756a.n. Tri HaryantoBCA No. 3930242178a.n. Tri Haryanto
HP Redaksi
0812 155 7376
HP Pemasaran & Iklan
081 393 107 696
2
Vol.III/No.02 | Januari 2007 / Dzulhijjah 1427
Add a Comment