Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
80Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PARTISIPASI POLITIK

PARTISIPASI POLITIK

Ratings:

5.0

(1)
|Views: 24,305|Likes:
Published by PenuhTandaTanya

More info:

Published by: PenuhTandaTanya on Aug 09, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

05/08/2013

pdf

text

original

 
1
Partisipasi Politik 
1. Pengertian
 Istilah partisipasi politik mengacu pada semua kegiatan orang dari semua tingkat system politik,misalnya pemilih (pemberi suara) berpartisipasi dengan memberikan suaranya dalam pemilihan umum,menteri luar negeri berpartisipasi dalam menetapkan kebijaksanaan luar negeri, dan sebagainya. Dengandemikian,
partisipasi politik 
dapat diartikan sebagai penentuan sikap dan keterlibatan setiap individudalam kehidupan berbangsa dan bernegara dalam rangka mencapai cita-cita bangsanya. Beberapa pengertian
 partisipasi politik 
menurut para ahli:
y
 
H
erbert McClosky
, dalam
 In
ter 
n
atio
n
al E 
ncyc
lopedia of The So
c
ial S 
c
ie
nc
e
;
Partisipasi politik adalah kegiatan-kegiatan sukarela dari warga masyarakat melalui mana mereka mengambil bagian dalam proses pemilihan penguasa dan secara langsung terlibat dalam proses pembentukankebijaksanaan umum.
y
 
N
orman
H
.
N
ie
dan
Sidney Verba
dalam
 H 
a
n
dbook of Politi
c
al
c
ie
nc
e
;
Partisipasi politik adalah kegiatan pribadi warga Negara yang legal yang sedikit banyak langsung bertujuan untuk mempengaruhi seleksi pejabat-pejabat Negara dan/atau tindakan-tindakan yang merekaambil.
y
 
Prof. Miriam Budiharjo
dalam
 D
asar-
 D
asar 
 I 
lmu Politik 
;
Partisipasi politik merupakan kegiatan seseorang dalam partai politik. Partisipasi politik mencakup semuakegiatan sukarela melalui mana seseorang turut serta dalam proses pemilihan pemimpin-pemimpin politik dan turut serta secara langsung atau tak langsung dalam pembentukan kebijaksanaan umum.
2
. Bentuk-Bentuk Partisipasi Politik 
 Bentuk-bentuk partisipasi politik yang terjadi di berbagai negara dapat dibedakan dalam kegiatan politik yang berbentuk konvensional dan non-konvensional, termasuk yang mungkin legal (seperti petisi)maupun ilegal (cara kekerasan atau revolusi). Bentuk-bentuk dan frekuensi partisipasi politik dapatdipakai sebagai ukuran untuk menilai stabilitas sistem politik, integritas kehidupan politik,kepuasan/ketidakpuasan warga negara. Berikut ini adalah bentuk-bentuk partisipasi politik menurut
Almond
.Konvensional Non-konvensional
y
 
Pemberian suara (voting) Pengajuan petisi
y
 
Diskusi politik Berdemonstrasi
y
 
Kegiatan berkampanye Konfrontasi
M
embentuk dan bergabung dalam kelompok kepentingan
M
ogok Komunikasi individual dengan pejabat politik/administratif Kekerasan politik terhadap harta benda: perusakkan, pemboman, dan pembakaranKekerasan politik terhadap manusia: penculikkan, pembunuhan, peranggerilya/revolusiDalam hal partisipasi politik,
usseau
menyatakan bahwa hanya melalui partisipasi seluruh warganegara dalam kehidupan politik secara langsung dan berkelanjutan, maka negara dapat terikat ke dalamtujuan kebaikan sebagai kehendak bersama.Berbagai bentuk partisipasi politik tersebut dapat dilihat dari berbagai kegiatan warga negara yangmencakup antara lain:a) Terbentuknya organisasi-organisasi politik maupun organisasi masyarakat sebagai bagian dari kegiatansosial, sekaligus sebagai penyalur aspirasi rakyat yang ikut menentukan kebijakan negara. b) Lahirnya Lembaga Swadaya
M
asyarakat (LS
M
) sebagai kontrol sosial maupun pemberi masukan(input) terhadap kebijakan pemerintahc) Pelaksanaan Pemilu yang memberi kesempatan kepada warga negara untuk dipilih ataupun memilih,misalnya berkampanye, menjadi pemilih aktif, menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat, menjadicalon presiden yang dipilih langsung, dan sebagainya.d)
M
unculnya kelompok-kelompok kontemporer yang memberi warna kepada sistem input dan outputkepada pemerintah, misalnya melalui unjuk rasa, petisi, protes, demonstrasi, dan sebagainya.
3. Sebab-Sebab Timbulnya Gerakan Partisipasi Politik 
 
M
enurut
Myron Weiner
, paling tidak terdapat lima (5) hal yang dapat menyebabkan timbulnyagerakan ke arah partisipasi yang lebih luas dalam proses politik, yaitu:
a)Modernisasi.
 
2
 
Sejalan dengan berkembangnya industrialisasi, perbaikan pendidikan dan media komunikasi massa,maka pada sebagian penduduk yang merasakan terjadinya perubahan nasib akan menuntut berperandalam politik.
b) Perubahan-Perubahan Struktur Kelas Sosial.
Salah satu dampak modernisasi adalah munculnya kelas pekerja baru dan kelas menegah yangsemakin meluas, sehingga mereka merasa berkepentingan untuk berpartisipasi dalam pembuatankeputusan politik.
c) Pengaruh Kaum Intelektual dan Komunikasi Massa Modern
.Kaum intelektual (sarjana, pengarang, wartawan, dsb) melalui ide-idenya kepada masyarakat umumdapat membangkitkan tuntutan akan partisipasi masa dalam pembuatan keputusan politik. Demikian juga berkembangnya sarana transportasi dan komunikasi modern mampu mempercepat penyebaran ide-ide baru.
d) Konflik di antara Kelompok-Kelompok Pemimpin Politik 
 Para pemimpin politik bersaing memperebutkan kekuasaan. Sesungguhnya apa yang mereka lakukanadalah dalam rangka mencari dukungan rakyat. Berbagai upaya yang mereka lakukan untuk memperjuangkan ide-ide partisipasi massa dapat menimbulkan gerakan-gerakan yang menuntut agar hak-hak rakyat yang berpartisipasi itu terpenuhi.
e) Keterlibatan Pemerintah yang Meluas dalam Urusan Sosial Ekonomi dan Kebudayaan
 Perluasan kegiatan pemerintah dalam berbagai bidang menimbulkan akibat adanya tindakan-tindakanyang semakin menyusup ke segala segi kehidupan rakyat. Ruang lingkup tindakan atau kegiatan atautindakan pemerintah yang semakin luas mendorong timbulnya tuntutan-tuntutan yang terorganisir untuk ikut serta dalam pembuatan keputusan politik.
4. Faktor-Faktor Pendukung Partisipasi Politik 
 
a) Pendidikan Politik 
 
M
enurut
amdlon
N
aning,
 pendidikan politik adalah usaha untuk memasyarakatkan politik, dalamarti mencerdaskan kehidupan politik rakyat, meningkatkan kesaradan setiap warga negara dalamkehidupan berbangsa dan bernegara, serta meningkatkan kepekaan dan kesadaran rakyat terhadap hak,kewajiban dan tanggung jawabnya terhadap bangsa dan negara.Sedangkan dalam pandangan
Alfian
, pendidikan politik dapat diartikan sebagai usaha yang sadar untuk mengubah proses sosialisasi politik masyarakat sehingga mereka memahami dan menghayati betul-betulnilai-nilai yang terkandung dalam suatu sistem politik yang ideal yang hendak dibangun. Hasil dari penghayatan itu akan melahirkan sikap dan tingkah laku politik baru yang mendukung sistem politik yang ideal itu, dan bersamaan dengan itu lahir pulalah kebudayaan politik baru.
M
elalui pendidikan politik, kader-kader anggota partai politik tersebut diharapkan akanmemperolehmanfaat atau kegunaan, sebagai berikut:1. Dapat memperluas pemahaman, penghayatan, dan wawasan terhadap masalah-masalah atau isu-isu yang bersifat politis.2.
M
ampu meningkatkan kualitas diri dalam berpolitik dan berbudaya politik sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.3. Lebih meningkatkan kualitas kesadaran politik rakyat menuju peran aktif dan partisipasinyaterhadap pembangunan politik bangsa secara keseluruhan.Sasaran pendidikan politik adalah orang dewasa, dan lebih diutamakan Generasi
M
uda yang memiliki potensi sebagai generasi penerus bangsa. Adapun potensi-potensi yang dimiliki generasi muda, antaralain:1.
 
M
emiliki idealisme dan daya kritis
;
 2.
 
M
emiliki dinamika dan kreativitas3.
 
Berani mengambil resiko4.
 
Bersifat optimis dan memiliki semangat tinggi5.
 
M
emiliki sikap kemandirian dan disiplin murni6.
 
Terdidik dan terpelajar 7.
 
Patriotisme dan nasionalisme yang tinggi8.
 
Fisik (jasmani) kuat dan jumlahnya banyak 9.
 
mempunyAi sikap ksatria10.
 
memiliki kemampuan penguasaan ilmu dan teknologi b. Kesadaran Politik 
M
enuru Drs.
M
. Taopan, kesadaran politik adalah suatu proses batin yang menampakkan keinsafandari setiap warga Negara akan urgensi urusan kenegaraan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Kesadaran politik atau keinsafan hidup bernegara menjadi penting dalam kehidupankenegaraan, mengingat tugas-tugas Negara bersifat menyeluruh dan kompleks. Karena itu, tanpadukungan positif dari seluruh warga masyarakat, akan banyak tugas-tugas Negara yang terbengkalai.Di Negara-negara berkembang khususnya Indonesia, masyarakat yang hidup di pedesaan (lk.70%)dan yang di perkotaan (lk.30%) menuntu penanganan sungguh-sungguh dari aparat pemerintah atau
 
3
 
 penguasa setempat.
M
asyarakat pedesaan yang secara kuantitatif jauh lebih besar sangat minim dalam halkesadarn politik sehingga berdampak pada kehidupan politik nasional. Hali ini jelas akan berpengaruhterhadap kemajuan pembangunan nasional di segala bidang. Dalam hal kesadaran politik masyarakat,Drs. Arbi Sanit antara lain menyatakan:´«. Sekalipun sudah bangkit kesadaran nasional danmeningkatnya kegiatan kehidupan politik di tingkat pedesaan, namun masyarakat tani masih belumterkait secara aktif kepada pemerintah nasional dalam hubungan timbale balik yang aktif dan responsive.Hubungan yang ada batu bersifat berat sebelah, yaitu daru atas ke bawah«.´Bila dihubungkan dengan hak dan kewajiban sebagai warga Negara, partisipasi politik merupakankewajiban yang harus dilaksanakan sebagai wujud tanggung jawab Negara yang berkesadaran poltik tinggi dan baik. Secara teknis operasional, partispadi politk anggota masyarakat dapat dilaksanakandengan cara-cara seperti nampak pada matrik di bawah ini. NoBidang Contoh konkret Perwujudan partisipasi politik 1 Politik Setiap warga Negara dapat ikut serta secara langsung ataupun tidak langsung dalam kegiatan-kegiatan antara lain :a.
 
ikut memilih dalam pemilihan umum b.
 
M
enjadi anggota aktif dalam partai politik, kelompok penekan (pressuregroup), maupun kelompok kepentingan tertentu.c.
 
Duduk dalam lembaga politik, seperti
M
PR, Presiden , DPR,
M
enteri, dansebagainya.d.
 
M
engadakan komunikasi(dialog) dengan wakili-wakil rakyat.e.
 
Berkampanye, mengahdiri kelompom diskusi, dan lain-lain.f.
 
M
empengaruhi para pembuat keputusan sehingga produk-produk yangdihasilkan/dikelurkan sesuai dengan aspirasi atau kepentingan masyarakat.2 Ekonomi Setiap warga Negara dapat ikut serta secar aktif dalam kegiatan-kegiatanantara lain:a.
 
menciptakan sector-sektor ekonomi produktif baik dalam bentujk jasa, barang, transportasi, kominikasi, dan sebagainya. b.
 
M
elalu keahlian masing-masing menciptakan produk-produk unggulan yanginovatif, kreatif dan kompetitif.c.
 
Kesadaran untuk membayar pajak secara teratur demi kesejahteraan dankemajuan bersama.3 Sosial-BudayaSetiap warga Negara dapat mengikuti kegiatan-kegiatan antara lain:a.
 
Sebagai pelajar atau mahasiswa, menunjukkan prestasi belajar yang tinggi b.
 
M
enjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang melanggar hokum, sepertimelakukan tawuran, memakai narkoba, merampok, berjudi, dan sebagainya.c.
 
Profesional dalam bidang pekerjaannya, displin, dan berproduktivitas tinggiuntuk menunjang keberhasilan pembangunan nasional.4 Hankam Setiap warga Negara dapt ikut serta secara katif dalm kegiatan antara lain:a.
 
Bela Negara dalam arti luas, sesuai dengan kemampuan dan profesinyamasing0masing. b.
 
Senantiasa memelihara ketertiban dan keamanan wilayah atau lingkungantempat tinggal
;
nyac.
 
M
emelihara persatuan dan kesatuan bangsa demi tegak Negara Republik Indonesia.d.
 
M
enjaga Stabilitas dan keamanan nasional agar pelaksanaan pembangunandapat berjalan sesuai dengan rencana.Kebalikan dari partisipasi politik adalah sikap apatis. Seseorang dinamakan apatis (secara politis), jika dia tidak mau ikut serta dalam berbagai kegiatan politik kenegaraan di berbagai bidang kehidupansepeti tersebut diatas. Dengan demikian, sesungguhnya kegiatan-kegiatan pendidikan politik, kesadaran politik, dan partisipasi politik masyarakat baik di pedesaan maupun di perkotaan perlu terus didorong danditingkatkan demi keberhasilan penyelanggaraan pemerintahan dan pembangunan nasional.c.
 
Budaya poltik Budaya poltik merrupakan perwujudan nilai-nilai politik yang dianut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan Negara yang dityakini sebagi pedoman dalm melaksanakan kegiatan-kegiatan politik kenegaraan. Beberapa pendapat ahli tentang budaya poliltik adlah, sebagai berikut:a)
 
Samuel Beer, budaya politik adalah nilai-nilai keyakinan dan sikap-sikap emosi tentang bagaimana pemerintahan seharusnya dilaksanakan dan tentang apa yang harus dilakukan oleh pemerintah.

Activity (80)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Esthon Niron liked this
anneaquina liked this
ROvi AnNa liked this
Priz Amelya liked this
Icha Frisca liked this
Pristie Wani liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->