Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword or section
Like this
11Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
F07zul

F07zul

Ratings: (0)|Views: 444 |Likes:
Published by joanpaulo

More info:

Published by: joanpaulo on Aug 11, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/01/2013

pdf

text

original

 
SKRIPSIOPTIMASI PENGGUNAAN ADSORBENPADA PROSES PEMISAHAN KAROTENOIDDARI METIL ESTER KASAR MINYAK SAWITDENGAN METODE KROMATOGRAFI KOLOM ADSORPSIOleh:ZULKIPLIF241020112007FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIANINSTITUT PERTANIAN BOGORBOGOR
 
OPTIMASI PENGGUNAAN ADSORBENPADA PROSES PEMISAHAN KAROTENOIDDARI METIL ESTER KASAR MINYAK SAWITDENGAN METODE KROMATOGRAFI KOLOM ADSORPSISKRIPSI
Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar
SARJANA TEKNOLOGI PERTANIAN
 pada Departemen Ilmu dan Teknologi PanganFakultas Teknologi PertanianInstitut Pertanian BogorOleh:
ZULKIPLIF241020112007FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIANINSTITUT PERTANIAN BOGORBOGOR
 
Zulkipli. F24102011.
Optimasi Penggunaan Adsorben pada Proses PemisahanKarotenoid dari Metil Ester Kasar Minyak Sawit dengan Metode KromatografiKolom Adsorpsi. Di bawah bimbingan
Nur Wulandari, S.TP, M.Si. (2007)
 
RINGKASAN
Kelapa sawit (
 Elaeis guineensis,
Jacq.) merupakan salah satu komoditaspertanian yang dapat dikembangkan menjadi berbagai jenis produk. Salah satuproduk turunan kelapa sawit adalah metil ester kasar (
crude methyl ester 
 /CME).CME merupakan senyawa yang terdapat pada biodiesel minyak sawit. CME yangterbentuk dari reaksi transesterifikasi dengan bahan dasar minyak sawit kasar(CPO) masih mengandung karotenoid dalam jumlah tinggi. Karotenoid dalamCME dapat dipisahkan dengan metode kromatografi kolom adsorpsi.Adsorben yang digunakan dalam kromatografi kolom adsorpsi selama iniadalah silika gel. Tetapi, ada sumber adsorben alami yang belum banyak dimanfaatkan, yakni abu sekam padi. Untuk itu, perlu diketahui kondisi optimumpenggunaan adsorben campuran silika gel dan abu sekam padi pada kromatografikolom adsorpsi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi optimal penggunaanadsorben pada pemisahan karotenoid dari metil ester kasar/CME minyak sawitdengan metode kromatografi kolom adsorpsi dengan fokus pada pengaruh tingkatpengabuan pada adsorben abu sekam padi. Selain itu, penelitian ini bertujuanuntuk mendapatkan kapasitas kolom yang optimum melalui penggunaan kolomsecara berulang sehingga diperoleh profil adsorpsi dari kolom kromatografitersebut.Penelitian ini dibagi atas tiga tahap utama, yakni karakterisasi adsorbensilika gel dan abu sekam padi yang mengalami pengulangan pengabuan,penentuan kondisi optimum dalam kromatografi kolom adsorpsi (dimensi kolom:panjang 40 cm, diameter 2.5 cm, dan volume 150 ml), dan pengujian penggunaankolom secara berulang. Setiap konsentrat karotenoid yang didapat kemudiandianalisis untuk mendapatkan nilai konsentrasi karotenoid dari konsentrat,
recovery
, dan pemekatan karotenoid.
 Recovery
karotenoid dari proses transesterifikasi CPO menjadi CME yangdigunakan sebagai bahan baku penelitian ini adalah 85.74%. Kondisi optimumproduksi CME (bahan baku dalam penelitian ini) adalah menggunakan pelarutmetanol dan katalis NaOH, kecepatan pengadukan 250 rpm, konsentrasi NaOH1%, suhu reaksi 50
o
C, dan waktu reaksi 60 menit (Widayanto, 2007).Nisbah abu sekam padi 800
o
C dan silika gel 25:15 (b/b) dengan jumlahCME yang dilewatkan sebanyak 1 gram merupakan kondisi optimum adsorbenpada pemisahan karotenoid dari CME. Adsorben yang merupakan campurandengan nisbah 25:15 (b/b) tersebut masih bagus digunakan untuk memisahkankarotenoid hanya pada penggunaan pertama (konsentrasi karotenoid darikonsentrat sebesar 2092.41 ppm). Jika digunakan kembali, adsorben menunjukkanpenurunan aktivitas pemisahan yang ditandai dengan penurunan konsentrasikarotenoid dari konsentrat karotenoid (1634.18 ppm). Hal ini karena pencuciankolom yang belum sempurna sehingga masih ada komponen pengotor pada pori-pori adsorben. 

Activity (11)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
Edi Pramono liked this
Edi Pramono liked this
C_CKALPATARI liked this
Aria Susanti liked this
Vent Jie Shung liked this
Abenk Bengkalis liked this
Adhil YusEr liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->