Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
10Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Hubungan puasa dengan hipertensi

Hubungan puasa dengan hipertensi

Ratings: (0)|Views: 1,624|Likes:
Published by Iffan Ikhsananto

More info:

Published by: Iffan Ikhsananto on Aug 12, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

06/10/2013

pdf

text

original

 
BAB I. PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang PermasalahanSetiap orang mempunyai tekanan darah, jika tidak darah tidak akan beredar keseluruh tubuh. Jika tekanan darah menjadi terlalu tinggi, akan merusak dindingarteri (pembuluh darah). Setelah beberapa tahun, kerusakan ini akanmeningkatkan risiko terkena penyakit jantung coroner, gagal jantung, stroke, perdarahan atau lepasnya retina (bagian belakang mata), dan gagal ginjal.Hipertensi itu sendiri bukanlah penyakit, tetapi merupakan penyebab dari penyakit – penyakit serius yang sesungguhnya dapat diobati dan dapat dicegah.(Tudor & Fahey, 2010)Dari kelompok penyakit kardiovaskuler hipertensi paling banyak ditemui.Antara 10 – 15% orang dewasa menderita kelainan ini. (Tagor GM, 1998)Hipertensi dikenal sebagai salah satu penyebab utama kematian di AmerikaSerikat. Sekitar seperempat jumlah penduduk dewasa menderita hipertensi, daninsidensinya lebih tinggi di kalangan Afro Amerika setelah usia remaja.Penderita hipertensi tidak hanya berisiko tinggi menderita penyakit jantung, tetapi juga menderita penyakit lain seperti penyakit saraf, ginjal, dan pembuluh darah.Makin tinggi tekanan darah, makin besar risikonya. (Wilson & Price, 2006).Data epidemiologis menunjukkan bahwa dengan makin meningkatnya populasi usia lanjut, maka jumlah pasien dengan hipertensi kemungkinan besar  juga akan bertambah, dimana baik hipertensi sistolik maupun kombinasihipertensi sistolik dan diastolic sering timbul pada lebih dari separuh orang yang berusia > 65 tahun. Selain itu, laju pengendalian tekanan darah yang dahulu terusmeningkat, dalam dekade terakhir tidak menunjukkan kemajuan lagi (pola kurvamendatar), dan pengendalian tekanan darah ini hanya mencapai 34% dari seluruh pasien hipertensi. Sampai saat ini, data hipertensi yang lengkap sebagian besar 
1
 
 berasal dari Negara-negara yang yang sudah maju. Data dari
The National Healthand Nutrition Examination Survey
(NHNES) menunjukkan bahwa dari tahun1999 – 2000, insidensi hipertensi pada orang dewasa adalah sekitar 29 – 31 %,yang berarti terdapat 58 65 juta orang hipertensi di Amerika, dan terjadi peningkatan 15 juta dari data NHANES III tahun 1988 1991. Hipertensiesensial sendiri merupakan 95% dari seluruh kasus hipertensi. (Yogiantoro,M.2007).Tujuan pengobatan penderita hipertensi idiopatik atau esensial adalah untuk mencegah morbiditasdan mortalitas yang disebabkan oleh gangguan denganmenggunakan cara yang paling nyaman. Tujuan utamanya adalah untuk mencapaitekanan darah kurang dari 140/90 mmHg dan mengendalikan setiap faktor risikokardiovaskular melalui perubahan gaya hidup. (Wilson & Price, 2006).Pengobatan hipertensi terdiri dari dua hal, yaitu farmakologi dan non – farmakologi, pengobatan non - farmakologi yang utama adalah perubahan gayahidup (
lifestyle modification
) berupa diet garam, berhenti merokok, mengurangikonsumsi alkohol, aktivitas fisik yang teratur dan penurunan berat badan bagi pasien dengan berat badan lebih. Selain dapat menurunkan tekanan darah, perubahan gaya hidup juga terbukti meningkatkan efektivitas obat antihipertensidan menurunkan risiko kardiovaskular. (Nafrialdi, 2007). Napoleon Bonaparte, seorang pahlawan besar prancis berkata, “terapikuadalah puasa”. Sementara, K.H. Wahid Hasyim, menurut Hamka, selamahayatnya hamper setiap hari mantan menteri Agama RI tahun 1949 – 1952 ini berpuasa dalam rangka diet. Dengan terapi puasa ini, beliau merasakan khasiatnyayang sangat besar untuk mengurangi penyakit gulanya. Salah satu hikmah puasa bagi kesehatan fisiki ialah fungsi puasa sebagai terapi penyembuhan penyakit.Para dokter dan pakar kesehatan di Negara – Negara maju telah membuktikanfakta ini. Karena itu, mereka menyarankan kepada sekian banyak pasien untuk 
2
 
 berpuasa dalam rangka menyembuhkan penyakitnya. Dokter dan pakar kesehatannonmuslim pun seperti Delore dan lainnya menganjurkan agar turut serta berpuasa bersama – sama orang islam. (Hawari,D. 2003)Di beberapa negara seperti Jepang, Korea, Prancis, Cina, Taiwan, danAmerika Serikat, puasa telah dijadikan sebagai sarana pengobatan penyakit. Duakota di Jepang, Osaka Kyoto misalnya, ada sanitarium (klinik) puasa yangdijadikan sebagai tempat pengobatan dan terapi kesehatan. Penyakit yang dapatdiusahakan penyembuhannya dengan puasa antara lain; pengerasan pembuluhdarah, penyempitan pembuluh darah, tekanan darah tinggi, tukak lambung,danlain sebagainya. Dokter Abdul Aziz Ismail dari Mesir mengatakan bahwa puasadapat digunakan sebagai terapi untuk mencegah berbagai penyakitpada umumnya.Sekian banyak penyakit yang bisa diatasi dengan puasa di muka merupakankebenaran dari jaminan Rasulullah SAW, seperti dalam hadits yang diriwayatkanoleh Ibnu Sunni dan Abu Nuaim, yang artinya
“Berpuasalah, niscaya kamu sehat”.
(Hawari, D. 2003).
1.2
Perumusan MasalahBerdasarkan latar belakang di atas, maka masalah penelitian ini yakni :Apakah terdapat hubungan antara puasa Ramadhan dengan keberhasilan terapiHipertensi pada pasien Hipertensi di Desa Semingkir, Kecamatan Randudongkal,Kabupaten Pemalang.1.3Tujuan Penelitian
3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->