Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
14Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Hasil Penelitian Lapangan

Hasil Penelitian Lapangan

Ratings: (0)|Views: 1,570|Likes:
Published by eindrayadi

More info:

Published by: eindrayadi on Aug 12, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

07/09/2013

pdf

text

original

 
TUGAS UASLaporan PenelitianMatakuliah Ekonomi-Politik 
“Emas Biru Di Penghujung Lestari”(Studi Kasus PT. Aqua Danone)Ds. Mekar Sari, Kec. Cicurug, Kab. Sukabumi, Prov. Jawa BaratOlehEKO INDRAYADINIM. 109033200006
PRODI ILMU POLITIK SEMESTER IVFAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS ISLAM NEGERISYARIF HIDAYATULLAH JAKARTATAHUN 2010/2011
 
BAB I. PENDAHULUANA.Latar Belakang Masalah
Sebotol Aqua dingin memang terasa nikmat dan menyegarkan ketikadiminum di siang hari yang terik. Sejuk air pegunungan yang mengalir melewatitenggorakan langsung menghapuskan dahaga yang memuncak akibat dehidrasi.Tetapi, pernahkah kita mencoba untuk sedikit merenungkan. Bagaimana proses panjang yang dibutuhkan sebotol Aqua yang diproduksi oleh pihak Danone untuk sampai ke tangan kita? Bermula dari perenungan inilah penulis mencobamelakukan petualangan menuju pabrik Aqua yang terletak di
 Desa Mekar Sari, Kecamatan Cicurug Sukabumi,
pada Rabu (20/06) lalu. Perjalanan yangmenghabiskan waktu kurang lebih 3 jam dari Jakarta tidak memudarkan semangat penulis untuk melakukan pembongkaran terhadap misteri Aqua yang selama inimenghantui benak penulis.Sesampai di kaki Gunung Salak, Jawa Barat. Penulis menyempatkan diriuntuk melihat pemandangan alam yang luar biasa. Tetapi, pemandangan ini tidak serta merta meredam keingintahuan penulis mengenai Aqua. Sesampai di depan pintu pabrik penulis mencoba melakukan percakapan agar bisa mendapatkan izinuntuk masuk dan melakukan riset. Tetapi sayang, lagi-lagi kendala birokrasi yangsulit ditembus dan masalah
tetek bengek 
yang harus penulis penuhi membuat diriterpaksa harus berlapang dada mengamati dari luar pabrik.Terlepas dari kisah yang penulis alami. Ada sebuah permasalahan besar yang sebenarnya ingin penulis ungkap dan jelaskan dalam laporan singkat ini.Masalah tersebut ialah mengenai upaya privatisasi terhadap sumber daya air  bersih yang dilakukan oleh pihak PT.Aqua Danone. Tindakan privatisasi terhadapair yang dilakukan oleh pihak Aqua sudah seharusnya membuat kita resah.Penjajahan terhadap sumber daya air yang dilakukan oleh pihak Aqua Danonesudah saatnya dihentikan.2
 
Padahal jika kita amati secara konstitusi. Secara jelas tersirat dalamUndang-Undang No. 7 tahun 2004 tentang sumber daya air, pasal 5 yangmenyatakan bahwa “
 Negara menjamin hak setiap orang untuk mendapatkan air bagi kebutuhan pokok sehari-hari guna memenuhi kebutuhannya yang sehat,bersih, dan produktif 
.”
1
Selain itu, di dalam konstitusi dasar negara kita. Di dalamUndang-Undang Dasar 1945, pasal 33 ayat 2 dinyatakan,
 Bumi, air, dankekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dandipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat”.
2
 Di dalam kalimat tersebut, secara tegas dinyatakan bahwa negara kitamenolak tindakan privatisasi dan bertanggung jawab untuk mempergunakansegala kekayaan alam yang terkandung di bumi pertiwi sebagai penyelenggaraankemakmuran rakyat. Bukan milik segelintir orang/golongan yang hanya berorintasi kepada keuntungan dan mengorbankan kepentingan rakyat.Oleh karena itu, berdasarkan pengamatan penulis mengenai privatisasi air yang telah menyebabkan hilangnya jaminan pelayanan hak dasar rakyat atas air,melanggar HAM, membuat akses masyarakat terhadap air terbatas dan mahal,merusak lingkungan, menimbulkan krisis air, mengganggu kebutuhan pertaniandan kehidupan dasar rakyat sudah seharusnya dihentikan. Pemerintah sudahselayaknya tegas dan tanpa ampun memberi hukuman kepada pihak yangmelakukan privatisasi dalam bentuk PDAM dan bisnis AMDK. Namun, dilematis berbagai dampak negatif yang seharusnya menjadi perhatian pemerintah untuk melakukan tindakan korektif. Sepertinya dilakukan dengan
ogah-ogahan
. Peran pengelolaan air yang seharusnya tidak diserahkan pada pihak swasta yangmeletakkan keuntungan sebagai tujuan pertama (
 profit first 
) dianggap sebagaitindakan kerja sama yang mampu memberikan keuntungan bersama denganmengorbankan kepentingan dan hak-hak rakyat.Berdasarkan latar belakang inilah, penulis memutuskan untuk menulis penelitian yang berjudul
 Emas Biru Di Penghujung Lestari” 
 
sebagai judul penelitian yang penulis pilih sebagai tugas akhir (UAS) untuk matakuliahekonomi politik.
1
Undang-Undang No. 7 tahun 2004
2
UUD 1945
3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->