Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
5Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
28. Juknis Penetapan Nilai KKM _ISI-Revisi__0104

28. Juknis Penetapan Nilai KKM _ISI-Revisi__0104

Ratings: (0)|Views: 235 |Likes:
Published by Nur Rokhman Inung

More info:

Published by: Nur Rokhman Inung on Aug 12, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/25/2014

pdf

text

original

 
JUKNIS PENETAPAN KKM DI SMA©2010-Direktorat Pembinaan SMA
0
DAFTAR ISI
A.
 
LATAR BELAKANG
22
 
B.
 
TUJUAN
22
 
C.
 
RUANG LINGKUP KEGIATAN
22
 
D.
 
UNSUR YANG TERLIBAT
23
 
E.
 
REFERENSI
23
 
F.
 
PENGERTIAN DAN KONSEP
23
 
G.
 
URAIAN PROSEDUR KERJA
25
 
L
AMPIRAN
1
 
:
 
A
LUR 
P
ROSEDUR 
ERJA
P
ENETAPAN
KKM
27
L
AMPIRAN
2
 
:
 
I
NSTRUKSI
ERJA
M
EKANISME
P
ENETAPAN
KKM
28
L
AMPIRAN
3
 
:
 
C
ONTOH
P
ENETAPAN
KKM
DENGAN
M
ENGGUNAKAN
S
KALA
P
ENILAIAN
29
L
AMPIRAN
4
 
:
 
C
ONTOH
P
ENETAPAN
KKM
DENGAN
M
ENGGUNAKAN
P
OIN
/S
KOR PADA
S
ETIAP
RITERIA
30
L
AMPIRAN
5
 
:
 
C
ONTOH
F
ORMAT
A
NALISIS
P
ENCAPAIAN
KKM
 
P
ESERTA
D
IDIK PER 
-K 
OMPETENSI
D
ASAR 
31
L
AMPIRAN
6
 
:
 
C
ONTOH
F
ORMAT
EKAPITULASI
P
ENCAPAIAN
KKM
32
 
JUKNIS PENETAPAN KKM DI SMA©2010-Direktorat Pembinaan SMA
22
A.
 
Latar Belakang
Salah satu kebijakan pemerintah di bidang pendidikan adalah Standar Nasional Pendidikan(SNP) yang ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005. StandarNasional Pendidikan (SNP) meliputi standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan,standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana-prasarana, standar pengelolaan,standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan. Rambu-rambu pemenuhan setiapstandar nasional pendidikan diatur lebih lanjut dalam Peraturan Menteri PendidikanNasional.Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2007 disebutkan bahwasalah satu prinsip penilaian dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan adalah beracuankriteria. Hal ini berarti bahwa penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensiyang telah ditetapkan. Oleh karena itu, satuan pendidikan harus menetapkan KriteriaKetuntasan Minimal (KKM) setiap mata pelajaran sebagai dasar dalam menilai pencapaiankompetensi peserta didik. Penetapan kriteria ketuntasan minimal belajar merupakantahapan awal pelaksanaan penilaian proses pembelajaran dan penilaian hasil belajar.Berdasarkan hasil bimtek KTSP tahun 2009, masih banyak masalah yang ditemukanberkenaan dengan penetapan kriteria ketuntasan minimal oleh satuan pendidikan, diantaranya 1) pada umumnya sekolah sudah menyusun KKM namun tidak menyimpan hasilanalisis KKM yang telah dilakukan karena mereka belum tahu bahwa berkas KKM menjadibagian yang tidak terpisahkan dari dokumen KTSP; 2) masih banyak guru yang belummengetahui bahwa KKM yang disusun sudah benar atau belum dan sejumlah guru belummemahami secara benar tentang penerapan kriteria kompleksitas, daya dukung, dan intakesiswa dalam penyusunan KKM; 3) beberapa guru menetapkan KKM tanpa proses analisis.Penetapan KKM berdasarkan pengalaman guru mengajar dan atau kesepakatan dengan gurumata pelajaran sejenis; dan 4) panduan penetapan KKM kurang operasional dan belumdilengkapi dengan contoh-contoh proses penentuan KKM sehingga guru yang tidakmengikuti bimtek tidak dapat belajar secara mandiri dengan menggunakan panduantersebut.Sebagai respon atas temuan dan masukan tersebut, maka dalam upaya membantu gurudalam menetapkan kriteria ketuntasan minimal setiap mata pelajaran, DirektoratPembinaan SMA melengkapi dokumen panduan yang telah ada dengan “Petunjuk TeknisPenetapan Kriteria Ketuntasan Minimal di SMA”.
B.
 
Tujuan
Petunjuk teknis ini disusun untuk memberikan acuan bagi guru dan satuan pendidikandalam penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sesuai ketentuan dan mekanisme yangtelah ditentukan, sehingga hasilnya dapat digunakan sebagai ukuran pencapaiankompetensi peserta didik.
C.
 
Ruang Lingkup Kegiatan
Ruang lingkup kegiatan petunjuk teknis ini meliputi:1.
 
Penugasan Tim Pengembang Kurikulum SMA (TPK SMA);2.
 
Penyusunan rencana kegiatan penetapan KKM;3.
 
Penyusunan rambu-rambu penetapan KKM;4.
 
Pengumpulan bahan/data pendukung pelaksanaan penetapan KKM;5.
 
Pelaksanaan penetapan KKM;6.
 
Pembahasan, penyempurnaan, dan finalisasi hasil penetapan KKM;7.
 
Penandatanganan dokumen hasil penetapan KKM;8.
 
Penggandaan dan pendistribusian hasil penetapan KKM.
 
JUKNIS PENETAPAN KKM DI SMA©2010-Direktorat Pembinaan SMA
23
D.
 
Unsur yang Terlibat
1.
 
Kepala SMA,2.
 
Wakil Kepala SMA bidang Akademik/Kurikulum,3.
 
TPK SMA, dan4.
 
Guru/Musyawarah Guru Mata Pelajaran.
E.
 
Referensi
1.
 
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang StandarNasional Pendidikan, Pasal 63 ayat 1 dan Pasal 64;2.
 
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2007 tentang StandarPenilaian;3.
 
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses;4.
 
Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan Dasardan Menengah yang diterbitkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP);5.
 
Panduan Penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang dikeluarkan DirektoratPembinaan Sekolah Menengah Atas, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasardan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional.
F.
 
Pengertian dan Konsep
1.
 
Tim Pengembang Kurikulum sekolah yang selanjutnya disebut TPK sekolah adalah timyang ditetapkan oleh kepala sekolah yang bertugas untuk merancang danmengembangkan kurikulum yang terdiri atas wakil kepala sekolah, guru, tenagakependidikan, guru BK/konselor, dan kepala sekolah sebagai ketua merangkapanggota;
 
2.
 
Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar,pembimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik padapendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikanmenengah (Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2008 TentangGuru Bab I Ketentuan Umum Pasal 1).
 
3.
 
Penilaian beracuan kriteria adalah penilaian yang didasarkan pada ukuran pencapaiankompetensi yang ditetapkan (Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun2007 Lampiran butir B.8);
 
4.
 
Kriteria ketuntasan minimal (KKM) adalah kriteria ketuntasan belajar (KKB) yangditentukan oleh satuan pendidikan (Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20Tahun 2007 Lampiran butir A.10);
 
5.
 
KKM harus ditetapkan pada awal tahun pelajaran. Acuan kriteria tidak diubah sertamerta karena hasil empirik penilaian, yang berarti KKM tidak bisa diubah pada tengahsemester (Panduan Penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal, Direktorat PembinaanSekolah Menengah Atas, BAB II Butir A);
 
6.
 
Nilai ketuntasan belajar untuk aspek kompetensi pengetahuan dan praktik dinyatakandalam bentuk bilangan bulat dengan rentang 0 -100 (angka 100% merupakan kriteriaideal). Satuan pendidikan dapat menentukan kriteria ketuntasan minimal (KKM) dibawah nilai ketuntasan belajar ideal dengan mempertimbangkan tingkat kemampuanrata-rata peserta didik serta kemampuan sumber daya pendukung dalampenyelenggaraan pembelajaran (Panduan Penyusunan KTSP dan Keputusan Direktur

Activity (5)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Dewi Harlina Ds liked this
Yun Yunizar liked this
noktafia liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->