Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Journal Unindra Pgri 2

Journal Unindra Pgri 2

Ratings: (0)|Views: 136 |Likes:
Published by abuulaka
Nine General Strategies of Translation
Nine General Strategies of Translation

More info:

Published by: abuulaka on Aug 12, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/12/2011

pdf

text

original

 
ANALISIS PENERJEMAHAN ISTILAH-ISTILAH AGAMA ISLAMDARI BAHASA ARAB KE BAHASA INGGRISAndri Purwanto
Dosen Program Studi Bahasa InggrisUniversitas Indraprasta PGRI
ABSTRAK 
This study discusses some problems andstrategies in dealing with islamic terms duringthe process of translation. This study showshow the professional translators annotatedsome islamic terms according to the ninegeneral strategies. There are 250 terms that arestudied and categorized according to thestrategy and theory of translation.There are nine general strategies of translation,i.e. (1) A generic word with both form andfunction; (2) A loan word with features of form; (3) A loan word with the longest form of addition; (4) A loan word with a comparison;(5) A loan word with a classifier; (6) A loanword with couplets, triplets and quadruplets;(7) A loan word with a synonym; (8) A loanword with a synonym plus reference; (9) Aloan word with no modification.
PENDAHULUAN
Saat ini bahasa Inggris merupakan bahasainternasional yang banyak digunakan diseluruh dunia. Karena bahasa Inggrismerupakan bahasa yang sangat penting, banyak penerjemah yang menerjemahkan AlQur¶an ke dalam bahasa Inggris. Hal ini jelassekali untuk memungkinkan umat muslimyang berbahasa ibu bahasa Inggris memahamiisi Al-Qur¶an dan juga sebagaimana pesanrasulullah dalam sebuah hadis, ³Sampaikanlahilmu meskipun hanya satu ayat.´ Dan jugasebagai penambah khasanah keilmuan di bidang penerjemahan.Seseorang yang menerjemahkan Al-Qur¶anharuslah memahami kaidah bahasa Arab dan juga memahami tafsir yang sesuai dengan pemahaman para sahabat, generasi pertamayang belajar langsung dari sumbernya, yaituMuhammad
     .
Dr. MuhammadTaqi-ud-Din Al-Hilali, guru besar UniversitasIslam di Madinah, Al-Munawwarah dan Dr.Muhammad Muhsin Khan, Direktur Univer-sitas Islam Kedokteran di Madinah, Al-Munawwarah telah membuat suatu kaidah penerjemahan Al-Qur¶an yang sangat luar  biasa. Penelitian ini membahas teori danstrategi penerjemahan Al-Qur¶an berdasarkan buku-buku penerjemahan yang populer, sepertiLarson, Newmark, Mona Baker, dan lain-lain.Banyak orang yang menafsirkan Surat Al-An¶am, ayat 82 demikian
³It is those whobelieve and confuse not their beliefs with
wrong 
± that are (truly) in security, for theyare on (right) guidance.´
Kata
wrong 
diartikan dengan kesalahan atau perbuatananiaya hal ini bertentangan dengan hadis nabi
     
yang mengenai turunnya ayatini. Pada awal turunnya ayat ini para sahabattidak memahami kata
 zulm
karena yang ada di benak mereka adalah kezaliman, kesalahandan perbuatan aniaya. Maka salah seorangsahabat bertanya, ³Ya, Rasulullah. Siapakahdiantara kami yang tidak pernah berbuat salahdan aniaya? Maka Rasulullah menjawabdengan tersenyum, tidakkah kalian pernahmendengar 
... Verily joining others in worshipwith Alloh is a great 
 Zulm
(Surat Luqman, ayat31), lihat Shahih Bukhari, Jilid I hadis no. 31.Dalam kasus ini Al-Qur¶an ditafsirkan denganAl-Qur¶an. Sehingga terjemahan yang sesuaiadalah
³It is those who believe (in the Onenessof Alloh and worship none but Alone) and confuse not their beliefs with
 Zulm ( 
wrong,
 i.e. by
worsh
ippi 
ng 
 
oth
e
rs
be
s
ide
s
All 
oh)
 , for them only there is security and they are the guided.´
Kata
 Z 
ulm
dipertahankan sebagai
loan word 
kemudian diterangkan lagi dengan
 generic word(wrong) with descriptive phrase(worshipping others besides Alloh).
 Beberapa penerjemah yang menerjemahkanteks Al-Qur¶an ke dalam bahasa Inggris meng-gunakan cara
unduly free translations.
Menurut Larson (1984), ³...
unduly freetranslations are made for the purpose of humor, ...
(hal. 17). Hal tersebut merupakankesalahan besar karena barang siapa yangmenafsirkan suatu ayat sedang dia tidak memiliki ilmu mengenai hal tersebut makalangit mana yang akan melindunginya dariazab Alloh, dan ini merupakan perkataan AbuBakar ketika ditanya mengenai suatu di dalamAl-Qur¶an.PERUMUSAN MASALAH
 
Makalah ini akan membahas beberapa permasalahan yaitu:1.
 
Teori apa yang digunakan oleh para ahli penerjemah untuk menerjemahkan istilah-istilah agama Islam dalam Al Qur¶an?2.
 
Strategi apa yang digunakan oleh para ahli penerjemah untuk menerjemahkan istilah-istilah agama Islam dalam Al Qur¶an?3.
 
Mengapa strategi terjemahan tersebut didalam Al-Qur¶an dipertahankan?
LANDASAN TEORI
1.
 
Pengertian TerjemahanLarson (1984) mendefinisikan bahwa³Translation is basically a change of form.´Bentuk bahasa sumber akanmengalami perubahan jika diterjemahkanke dalam bahasa sasaran. Karena bahasamemiliki struktur luar (
 surface structure
)dan struktur dalam (
deep structure
),struktur luar meliputi tulisan, struktur tata bahasa dan pengucapannya, sedangkanstruktur dalam merupakan makna yangterkandung pada tiap penggal frasa ataukalimat (
chunk 
).Larson (1984) menjelaskan bahwa suatuterjemahan yang baik seharusnya:1.
 
Menggunakan bentuk bahasa yangnormal pada bahasa sasaran.2.
 
Mengkomunikasikan, sebaik mungkin,kepada penutur bahasa sasaran maknayang sepadan dengan makna yangdipahami oleh penutur bahasa sumber.3.
 
Mempertahankan kedinamisan bahasasumber yang asli (hal. 6).Berdasarkan keterangan di atas terjemahanyang baik adalah terjemahan yangmenggunakan bahasa yang lazim pada bahasa sasaran sehingga penutur bahasasasaran dapat memahami arti dari bahasasumber sesuai dengan arti yangsebenarnya.Menurut Larson (1984, 3):Analysis of the surface structure of alanguage does not tell us all that we needto know about the language in order totranslate. Behind the surface structure isthe deep structure, the meaning. It is thismeaning that serves as the base for translation into another language.Bahasa memiliki dua sisi yaitu sisi luar dan sisi dalam. Sisi luar, yaitu struktur  bahasa dan sisi dalam, yaitu makna. Duasisi kebahasaan inilah yang menjadi penelitian para ahli penerjemah. Namundemikian sisi dalam, makna, merupakanobjek terpenting dalam penerjemahan.Makna juga memiliki unsur, yaituTHINGS, EVENTS, ATTRIBUTES danRELATIONS. Larson (1984) menjelaskan bahwa:³Meaning components and conceptsclassified semantically into four principlegroups ± THINGS, EVENTS,ATTRIBUTES, and RELATIONS.THINGS include all animate beings,natural and supernatural and all inanimateentities (
boy, ghost, angel, stone, galaxy,blood 
). EVENTS include all actions,changes of state (process) and experiences(
eat, run, think, melt, stretch, smile
).ATTRIBUTES include all those attributesof quality and quantity ascribed to anyTHING or EVENT (
long, thick, soft,rough, slowly, suddenly, few, all 
). Finally,RELATIONS include all those relations posited between any two of the abovesemnatic units (
with, by, because, sinceand, therefore, after, or 
) (p. 28-29).Kata
boy
memiliki komponen makna,yaitu: HUMAN BEING, MALE andYOUNG. HUMAN BEING masuk dalamkategori THINGS, sedangkan kata MALEdan YOUNG masuk dalam kategoriATTRIBUTES.Makna juga memiliki kompleksitas karenatidak semua kata dalam bahasa sumber memiliki padanan makna yang sama pada bahasa sasaran.Menurut Larson (1984, 155):³... For example,
 five dollars
could betranslated as
one hundred pesos
, if thoseamounts were equivalent. The problem is,of course, that the value of monetary unitschanges over the years and it is verydifficult to be sure of an exact equivalence.... In this case, descriptive phrase clarifiesthe amount.Kutipan di atas menunjukkan bahwaketidakmungkinan padanan bahasasehingga tidak akan ada terjemahan kata per kata atau disebut juga
literal translation
. Pada akhirnya tujuan penerjemahan adalah menyampaikanmakna dari bahasa sumber ke bahasasasaran meskipun struktur bahasanya berubah dari sebuah kata menjadi frasa,atau dari frasa menjadi sebuah kata.2.
 
Specific Strategies used by ProfessionalTranslators
 
a.
 
Translation by a more general wordBaker (1992) menjelaskan bahwa Thisis one of the commonest strategies for dealing with many types of non-equivalence, particularly in the area of  proportional meaning (hal. 26).Contoh:BSu
    
BSa And his wife too, who carries
woo
(thorns of Sa¶dan whichshe used to put on the way of the Prophet
   ,
 or use to slander him). b.
 
Translation by a loan word or a loanword plus explanationBSu
           
BSa But if they turn away, thensay (O Muhammad
   )
:
 
³I have warnedyou of a
 Sa¶ 
iq
a
h
a
 de
str 
uc
ive
a
wf 
ul c
 y
 ,
 
tor 
me
nt,
 
h
t,
 
a
 
th
u
n
de
b
o
t)
 like the
a¶iqah
whichovertook µAd and Thamud(people).´
 
c.
 
Translation by cultural substitutionBSu
    
BSa And prevent
 Al-M 
a
u
n
s
m
a
ll ki 
n
n
e
ss
e
s
like
s
a
t,
 
s
u
 g 
a
r,
 
w
a
e
r)
.According to Larson (1984):The translator needs to ask a number of questions before considering the useof a cultural substitute. How similar are the two THINGS or EVENTS? If they are quite similar (
coyote
and
wolf 
), then there is less likely to be a problem. Could a descriptiveequivalent be used without greatlydistorting the text? If so, then thedescriptive equivalent is preferred tothe cultural substitute. How culturallyisolated and have seen little of culturalitems from other areas, it may benecessary to use more culturalsubstitutes in the translation. (p. 172)3.
 
Translation Proceduresa.
 
TransferenceMenurut Newmark (1988, 96):The followings are normallytransferred: names of all living (exceptthe Pope and one or two royals) andmost dead people; geographical andtopographical names including newlyindependent countries such as (le)Zaire, Malawi, unless they alreadyhave recognized translations (see Naturalisation below); names of  periodicals and newspaper, titles of asyet untranslated literary works, plays,films; names of private companies andinstitutions, unless they haverecognized translations; street names,addresses, etc. (
rue Thaibaut 
; µin the
 Rue Thaibaut 
¶). b.
 
Componential AnalysisMenurut Newmark (1988, 96):At the other end, there is componentialanalysis, the most accurate translation procedure, which excludes the cultureand highlights the message.c.
 
Cultural EquivalentMenurut Newmark (1988, 82):This is an approximate translationwhere a SL cultural word is translatedinto aTL cultural word; thus
baccalaureat 
is translated as µ(theFrench) ³A´ level¶;
 Palais Bourbon
asµ(the French) Westminster¶;
 Montecitorio
as µ(the Italian)westminster¶;
charcuterie
± µdelicasten¶ (now English µdeli¶);
notaire
± µsolicitor¶.d.
 
 NaturalisationMenurut Newmark (1988, 82)mengatakan bahwa ³This proceduresucceeds transference and adapts theSL word first to the normal pronunciation, then to the normalmorphology (word-forms) of the TL,e.g.
 E 
dimbourgh, humeur, redingote,tahtcherisme
. Note for German,
 Performanz, attraktiv,
 E 
 skalation
e.
 
Functional Equivalent

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->