Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
ringkasan

ringkasan

Ratings: (0)|Views: 61 |Likes:
Published by Dody Santoro

More info:

Published by: Dody Santoro on Aug 12, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/17/2012

pdf

text

original

 
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI DUKUNGAN SOSIAL KELUARGADENGAN KONFLIK PERAN IBU BEKERJA DI KEJAKSAAN AGUNG(
 Relationship between Perceptions of Families Social Support with Working Mother  Role Conflict in the Attorney General 
)Tresilia Dwitamara
Abstract.
The role is an important thing that everyone must have, as well as in a family.Mother's role is very important in the family, especially those who have had children.But that role will allow the occurrence of role conflict if the mother is also working to participate for a living. Feedback and positive response from the environment can affectthe readiness and performance of women / mothers working in roles in both domains,indicating the presence of social support.To then investigate whether there is a relationship between Perceptions of SocialSupport Families with Working Mother Role Conflict. With the object of study aremothers working in the Attorney General. Using cluster sampling technique samplingobtained in 70 samples. To determine the relationship of Social Support Perceptions of Role Conflict Families with Working Mother correlation test was used between the two.Where based on a correlation test found that the correlation value of 0.327 witha significance level of 0.0015. Which suggested a positive relationship betweenPerceptions of Social Support Families with Working Mother Conflict in this study lowlevel of correlation can be said. The low level of correlation might be due to factors inthe perception of social support for families going on, so it is not fully reflect the actualsocial support. But despite the low correlation, the relationship of perception of socialsupport families with working mother role conflict is positive or interrelated.1
 
Keywords : Working Mother’s Role Conflict, Social Support, Correlation
Abstraksi.
Peran merupakan hal penting yang harus dimiliki setiap orang, begitu puladalam sebuah keluarga. Peran ibu sangatlah penting dalam keluarga, terutama merekayang telah memiliki anak. Tetapi peran tersebut akan memungkinkan terjadinya konflik  peran jika sang ibu juga bekerja untuk ikut serta mencari nafkah. Umpan balik danrespon positif dari lingkungan dapat mempengaruhi kesiapan dan kinerja wanita/ibu bekerja dalam menjalankan peran di kedua ranah, menunjukkan hadirnya dukungansosial.Untuk kemudian menyelidiki apakah ada hubungan antara Persepsi terhadapDukungan Sosial Keluarga dengan Konflik Peran Ibu Bekerja. Dengan obyek penelitian para ibu bekerja di Kejaksaan Agung. Dengan menggunakan teknik sampling
cluster  sampling 
didapatkan sebanyak 70 sampel. Untuk mengetahui hubungan Persepsiterhadap Dukungan Sosial Keluarga dengan Konflik Peran Ibu Bekerja tersebutdigunakan uji korelasi antara keduanya.Dimana berdasarkan uji korelasi didapatkan bahwa nilai korelasinya sebesar 0,327 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,0015. Yang menyatakan adanya hubungan positif antara Persepsi terhadap Dukungan Sosial Keluarga dengan Konflik Ibu Bekerjadalam penelitian ini tingkat korelasinya bisa dikatakan rendah. Rendahnya tingkatkorelasi ini mungkin disebabkan karena faktor persepsi dalam dukungan sosial keluargayang terjadi, sehingga belum sepenuhnya mencerminkan dukungan sosial yangsebenarnya. Tetapi meskipun korelasinya rendah, hubungan persepsi terhadapdukungan sosial keluarga dengan konflik peran ibu bekerja adalah positif atau salingterkait.Kata kunci : Konflik Peran Ibu Bekerja, Dukungan Sosial, Korelasi2
 
Kehadiran wanita dalam dunia kerja sebagai salah satu potensi yang sangat penting. Berdasar data BPS, jumlah wanita yang aktif secara ekonomi sampai tahun2005 mencapai 40% dan laju pertumbuhan angkatan kerja wanita lebih cepat daripadalaju pertumbuhan angkatan kerja pria (BPS, 2006). Hampir dalam segala lapangan pekerjaan wanita selalu ada, baik di instansi pemerintah maupun di swasta. DeputiBidang Statistik Sosial BPS Arizal Ahnaf menyampaikan bahwa sektor terbesar yangmengalami peningkatan atau penambahan jumlah wanita pekerja adalah di sektor  pertanian dan perdagangan. Ia menambahkan, kemungkinan penyebab terjadinya peningkatan jumlah pekerja wanita adalah adanya unsur keterpaksaaan yang harusdijalani kaum wanita untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya. Peningkatan jumlah pekerja wanita sebagian berasal dari ibu rumah tangga yang sebelumnya berstatus mengurus rumah tangga (bukan angkatan kerja). Di sisi lain peningkatan jumlah tenaga kerja wanita yang berstatus ibu rumah tangga terjadi di sektor informalyang memberikan adanya indikasi kemudahan keluar masuk pasar tenaga kerja(www.detikfinance.com, 28-2-2011).Semakin kompleknya kehidupan, akan semakin bertambah pula intensitas peranyang dijalani oleh kaum wanita, khususnya ibu rumah tangga. Saat ini wanita tidak hanya berperan sebagai ibu rumah tangga saja tetapi mempunyai peran lain di luar rumah yaitu sebagai wanita karir. Wanita karir adalah wanita yang bekerja ataumelakukan kegiatan yang direncanakan untuk mendapatkan hasil berupa uang atau jasa.Diterangkan lebih lanjut bahwa bekerja bagi wanita selain untuk mendapatkan uangsebagai tambahan ekonomi juga terkait dengan kesadaran akan kedudukan wanita baik dalam keluarga maupun masyarakat sehingga menyebabkan wanita secara khusus perlumenguatkan kemampuan dan memberdayakan dirinya sendiri untuk bekerja. Wanita3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->