manusia mempelajari dirinya sebagai objek yang terpisahkan;menarik hubungan sebab akibat, menganalisa, mendefinisikan,menilai dan akhirnya mengubah dirinya sendiri. Sadarlingkungan, maksudnya, manusia mampu memahami alam luar,menemukan berbagai hal yang tersembunyi dari indera danmampu menganalisa serta mencari sebab-sebab dalam setiapfakta, tanpa terpaku pada hal-hal yang bersifat inderawi.
Di sini, manusia bahkan mampu menembus batas-batasindera dan merentangkan zamannya pada masa lalu dan masayang akan datang; dua masa yang ia sendiri tidak adadidalamnya, serta mampu menggambarkan secara tepat, luasdan teliti tentang lingkungannya. Sebab itu, manusia selaluberteknologi. Ia tidak pernah menyerah atau hanya menerima"apa yang ada", tetapi selalu berusaha mengubah menjadi"bagaimana seharusnya". Manusia adalah satu-satunya mahlukyang mampu mengubah lingkungan, bukan sebaliknya. Ini salahsatu cirinya yang menonjol. Pascal pernah menyatakan,“
Manusia sebenarnya tidak pernah menjadi sesuatu yang lainkecuali seonggok daging yang tidak berarti. Sekadar virus kecilsaja telah cukup untuk membunuhnya. Akan tetapi, bila semuamahluk di bumi menyerangnya, ia ternyata lebih perkasa darimereka. Sebaliknya, bila alam ini diancam manusia, merekatidak menyadarinya. Artinya, kesadaran --manusia--adalahessensi yang lebih tinggi ketimbang eksistensinya
".Manusia juga mahluk bermoral, sebab dalam dirinyamemang terkandung unsur lain bukan tanah. Unsur tersebuttidak punya entitas dalam alam materi, sehingga tidak wujuddalam indera. Ia bukan realita. Ia termasuk "kesempurnaan-ideal" yang ada dalam diri manusia dan bersifat batiniyah, yangberhubungan dengan salah satu fenomena, cara kerja dansituasi yang dihadapi. Jelasnya, unsur ini berhubungan dengansesuatu yang dikenal dengan "nilai". Nilai memberikan kepadamanusia kemerdekaan yang disertai dengan keutamaanessensial; kecintaan kepada sesuatu yang terbebas darisegala tendensi.Karena potensi itulah, manusia kemudian dipercayamengemban amanat sebagai khalifah Tuhan. Ia diberi kebebasansekaligus tanggung-jawab. Maksudnya, manusia diberikebebasan untuk merencanakan, mengatur danmengembangkan tata kehidupan di bumi sesuai dengankehendaknya yang "mandiri"; namun di sisi lain juga dituntutuntuk mampu mengembangkan dimensi-dimensi lain yang adadalam dirinya, sehingga menemukan jati diri manusia yangsebenarnya. Dengan kata lain, manusia diberi kebebasan untukbertindak, tetapi pada saat yang sama, ia juga harus mampu