Welcome to Scribd. Sign in or start your free trial to enjoy unlimited e-books, audiobooks & documents.Find out more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kesaksian Yang Mengejutkan - By Dr. Mark Gabriel

Kesaksian Yang Mengejutkan - By Dr. Mark Gabriel

Ratings: (0)|Views: 73|Likes:
Published by Gilbert Hanz
Paman saya baru saja lulus dari sebuah universitas Islam yang palingbergengsi di dunia, Al Azhar di Kairo. Pada usianya yang baru tiga puluhtahunan, ia sekarang telah menjadi imam di sebuah mesjid besar diwilayah kami dan dihormati oleh seluruh umat Islam yang taat.
Paman saya baru saja lulus dari sebuah universitas Islam yang palingbergengsi di dunia, Al Azhar di Kairo. Pada usianya yang baru tiga puluhtahunan, ia sekarang telah menjadi imam di sebuah mesjid besar diwilayah kami dan dihormati oleh seluruh umat Islam yang taat.

More info:

Published by: Gilbert Hanz on Aug 13, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial Share Alike

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/23/2014

pdf

text

original

 
KESAKSIAN yang MENGEJUTKAN
MARK A. GABRIEL, PhD
Mantan Profesor dari Islamic History,Universitas Al-Azhar, Kairo.Dipetik dari Buku:
YESUS and MUHAMMAD
(Bab Satu: My Background)
 
Mark A. Gabriel Ph.D
Dibesarkan Dalam Islam
ari itu adalah hari yang indah di musim dingin di Mesir. Udaranyadingin dan matahari bersinar terang. Saya baru saja menyelesaikansarapan di rumah, tempat di mana saya tinggal bersama ibu, ayah,saudara-saudara lelaki, saudara perempuan, kakek dan paman saya. Sayaberusia lima tahun pada saat itu, tetapi saya mengingat dengan jelasakan hari itu.
H
Paman saya berkata kepada saya, “Kita akan membaca Al Quranbersama-sama. Apakah kamu memiliki salinanmu?” Dengan segera sayapergi mengambil sebuah buku tipis yang diberikan paman sayasebelumnya. Buku itu bukanlah Al Quran secara keseluruhan, hanyasepertigapuluh bagiannya.Paman saya baru saja lulus dari sebuah universitas Islam yang palingbergengsi di dunia, Al Azhar di Kairo. Pada usianya yang baru tiga puluhtahunan, ia sekarang telah menjadi imam di sebuah mesjid besar diwilayah kami dan dihormati oleh seluruh umat Islam yang taat.Kami berjalan bergandengan tangan menyeberangi jalan untukmenuju kebun keluarga kami, yang ditanami pohon anggur, pohon aradan pohon jeruk. Kebun buah ini berada di samping sebuah sungai, danketika kami duduk di tepi sungai itu, kami dapat melihat para nelayan,perahu-perahu kecil dan para petani membawa kerbau mereka untukminum dan mandi.
 
Paman saya mulai membaca. Kata-kata itu begitu akrab bagi sayakarena saya telah mendengarnya hampir di seluruh hidup saya dimesjid, di radio dan dari guru baca Al Quran yang kami bayar untukdatang ke rumah kami. Paman saya membaca ayat pertama dari bagianterakhir Al Quran. Lalu ia meminta saya untuk mengulangi bacaan yangtelah ia baca. Saya pun melakukannya. Kemudian ia mengoreksipengucapan bahasa Arab kuno saya dan menyuruh saya untukmengulangi dengan mengikutinya sekali lagi. Saya melakukannya. Kamimelakukan hal ini berulang-ulang kami sampai saya menghafal ayat inidengan sempurna. Lalu kami melanjutkan dengan ayat 2.Kami membaca tiga sampai empat ayat dengan cara seperti ini. Lalukami terhenti sejenak. Orang-orang selalu ingin bertanya kepada pamansaya pertanyaan-pertanyaan tentang hukum Islam dan keimanan karenaia adalah salah satu dari beberapa orang sarjana yang tinggal di wilayahkami. Sambil menunggunya, saya bermain di tepi air. Kemudian iamemanggilnya, ”Pulanglah, dan minta ibumu untuk membantumubersiap-siap pergi ke mesjid.” Saya berlari pulang ke rumah, dan ketika saya baru saja masukmelalui pintu depan, saya mendengar kakek memanggil saya darikamarnya, “Kemari, kemari..” Kakek saya ini telah berumur delapan puluhtahunan dan telah rabun. Saya sangat menyayanginya, karena itu sayaberlari masuk ke kamarnya dan mencium tangannya sementara iaberbaring di tempat tidurnya. Kemudian saya melompat ke tempattidurnya lalu memeluknya. Ia berkata, “Katakan padaku, apakah kamutelah membaca Al Quran?” Saya menjawab, “Sudah.” Ia berkata lagi, “Bacakanlah untukku,” dan saya pun melakukannya.Ia sangat bahagia mendengar saya membacanya. “Anakku,” katanya, “Saya bersyukur kepada Allah karena engkau. Engkau akan menghafalseluruh isi Al Quran. Engkau akan menjadi lilin bagi keluarga kita.” Saya menganggukan kepala lalu keluar dari kamarnya untuk bersiap-siap pergi ke mesjid. Hari itu adalah hari Jumat, hari suci dalam agamaIslam, hari dimana khotbah disampaikan di mesjid. Ibu membantu sayamengenakan jubah putih dan topi kopiah – pakaian tradisional kami untukpergi ke mesjid. Setelah paman saya siap, kami berjalan setengah mil

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->