mengalami gangguan jiwa yang berdampak kepada gangguan fisik. "Karena gejalaklinisnya berupa pusing, mual, atau tidak bisa tidur, dokter puskesmasmendiagnosisnya sebagai penyakit fisik. Sehingga, gangguan jiwa yang dialamisebahagian pasien puskesmas tidak terdeteksi oleh dokter," katanya. Kemudian jugasurvei tahun 2003 yang dilakukan di klinik Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) puskesmas di 24 kota, dan kabupaten di Jabar didapati hasil sebanyak 27% ibu hamildan menyusui, mengalami gangguan jiwa. Selain merujuk kepada beberapa kalisurvei, perkiraan angka 30% juga melihat perilaku sebagian masyarakat sekarangyang cenderung brutal, anti sosial, dan tanpa merasa bersalah mengambil hak oranglain. Menurut Machmud, sampai dengan bulan September 2005, jumlah pasiengangguan jiwa yang dirawat di RSJ Bandung sudah lebih dari 12.000 orang, tahun2004 lalu sebanyak 13.000. Di antara pasien yang rawat inap di RSJ Bandung bahkanada yang masih anak-anak yakni berusia 13 tahun.(Pikiran Rakyat 28 oktober 2005)Ditambahkan lagi Menurut Surat Kabar pikiran rakyat tanggal 28 oktober 2005, penderita ganguan jiwa di Jawa Barat diperkirakan lebih dari 30 % penduduk,yang jumlah nya makin bertambah dengan kesulitan ekonomi, bahkan di Cirebonsendiri mencapai 250 sampai dengan 350 %. Menurut Wahid, satu-satunya psikiater di Rumah Sakit Gunung Jati, mengemukakan, bahwa usia terbanyak yang datang ke poliklinik maupun praktek pribadi didominasi oleh keluarga muda, laki-lakimerupakan jumlah terbesar dengan usia antara umur 30-40 tahun. Dengan statussosial merata dari yang rendahan, sampai menengah keatas. Wahid jugamenyebutkan jenis-jenis penyakit psikologi yang dialami pasiennya. Yang ringan dan3
Add a Comment
deleted_fbuser_1324812209left a comment
husna sarileft a comment
saskieleft a comment
badaruddinhsleft a comment
prince_of_demonleft a comment