Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
21Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pendidikan Karakter

Pendidikan Karakter

Ratings: (0)|Views: 1,357 |Likes:
Published by Iwan Hermawan

More info:

Categories:Types, Reviews, Book
Published by: Iwan Hermawan on Aug 14, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/23/2013

pdf

text

original

 
PENDIDIKAN KARAKTER A.Pengertian Karakter
Karakter berasal dari bahasa yunani,
charassein,
yang berarti membuat tajam,membuat dalam, atau mengukir. Dan menurut kamus lengkap bahasa Indonesia,karakter adalah sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakanseseorang dari yang lain, tabiat, watak. Dari pengertian secara bahasa ini, bahwakarakter, akhlak, watak seperti ukiran yaitu sesuatu yang sulit dihilangkan,menghilangkan ukiran sama dengan menghilangkan benda yang diukir itu. Namun bukan berarti karakter tidak bisa dibentuk atau diubah, karena dalam berbagailitelatur ditemukan bahwa kebiasaan yang dilakukan secara berulang-ulang yangdidahului oleh kesadaran dan pemahaman akan menjadi karakter seseorang, danfactor bawaan atau gen hanya menjadi salah satu factor penentu saja. Hanya sajakarakter bukan sesuatu yang mudah diubah, karena kalau mudah diubah itu bukankarakter. Mungkin saja itu hanyalah sikap, pandangan, atau pendirian. dalammembentuk karakter memerlukan waktu yang panjang, konsistensi, fikiran, danenergi yang lebih banyak.Dengan menyadari bahwa karakter adalah suatu yang sulit diubah maka tidak ada pilihan lain bagi kita bahwa pembentukan karakter harus dimulai dari usia dinioleh orang tua. Orang tua disini tidak hanya orang yang mempunyai hubungangenetis yaitu orang tua kandung, tetapi orang tua dalam pengertian yang luas yaitusetiap orang dewasa yang berada di sekeliling anak dan memberikan peranan yang berarti dalam kehidupan anak. Seperti masyarakat di lingkungan dan guru di sekolah.Definisi karakter banyak dikemukakan oleh para ahli, diantaranya yang dikutipoleh Abdul Majid (2010:11) yaitu :Hornby & Parnwell (1972:49) : “karakter adalah kualitas mental atau moral,kekuatan moral, nama atau reputasi. Hermawan kertajaya (2010:3) mendefinisikankarakter adalah ciri khas yang dimiliki oleh suatu benda atau individu. Ciri khastersebut adalah asli dan mengakar pada kepribadian benda atau individu tersebut danmerupakan mesin pendorong bagaimana seorang bertindak, bersikap, berujar, danmerespon sesuatu.Sedangkan menurut ahli psikologi, karakter adalah sebuah sistem keyakinandan kebiasaan yang mengarahkan tindakan seorang individu. Karena itu, jika pengetahuan mengenai karakter seseorang itu dapat diketahui, maka dapat diketahui pula bagaimana individu tersebut akan bersikap untuk kondisi-kondisi tertentu.Dari beberapa pengertian karakter di atas, dapat dinyatakan bahwa karakteadalah kualitas atau kekuatan mental, moral, akhlak individu yang merupakankepribadian khusus yang membedakan dengan individu lain.Karakter juga sering diasosiasikan dengan istilah apa yang disebut temperamenyang lebih memberi penekanan pada definisi psikososial yang dihubungkan dengan pendidikan dan konteks lingkungan. Sedangkan karakter dilihat dari sudut pandang behaviorial lebih menekankan pada unsur yang dimiliki seseorang sejak lahir. Dengandemikian dapat dikatakan bahwa proses perkembangan karakter pada seseorang
 
dipengaruhi oleh banyak faktor khas yang ada pada orang yang bersangkutan yangdisebut factor bawaan (
nature
) dan lingkungan (
nurture
) dimana orang yang bersangkutan tumbuh dan berkembang. Faktor bawaan bisa dikatakan berada di luar  jangkauan masyarakat dan individu untuk mempengaruhinya. Sedangkan faktor lingkungan berada dalam jangkauan masyarakat dan individu. Jadi dalam pengembangan ataupun pendidikan karakter bisa dilaksanakan oleh masyarakat danindividu yang merupakan bagian dari lingkungan.Pendidikan karakter memiliki makna lebih tinggi daripada pendidikan moral,karena bukan sekedar mengajarkan mana yang benar dan mana yang salah. Lebih dariitu, pendidikan karakter menanamkan kebiasaan tentang yang baik sehingga siswadidik menjadi faham, mampu merasakan, dan mau melakukan yang baik.. Moraladalah pengetahuan seseorang terhadap hal baik atau buruk. Sedangkan karakter adalah tabiat seseorang yang langsung diarahkan oleh otak. Dari sudut pandang lain bisa dikatakan bahwa tawaran istilah pendidikan karakter datang sebagai bentuk kritik dan kekecewaan terhadap praktek pendidikan moral selama ini. Itulahkarenanya, terminologi yang ramai dibicarakan sekarang ini adalah pendidikankarakter (
character education
) bukan pendidikan moral (
moral education
). Walaupunsecara substansial, keduanya tidak memiliki perbedaan yang prinsipil.Akhlak adalah nilai pemikiran yang telah menjadi sikap mental yang mengakar dalam jiwa, lalu tampak dalam bentuk tindakan dan perilaku yang bersifat tetap,natural, dan refleks. Jadi, jika nilai islam mencakup semua sektor kehidupan manusia,maka perintah beramal shalih pun mencakup semua sektor kehidupan manusia itu.Dalam pendidikan akhlak ini, kreteria benar dan salah untuk menilai perbuatanyang muncul merujuk kepada Al-Qur’an dan Sunah sebagai sumber tertinggi ajaranIslam. Dengan demikian maka pendidikan akhlak bisa dikatakan sebagai pendidikanmoral dalam diskursus pendidikan Islam. Telaah lebih dalam terhadap konsep akhlak yang telah dirumuskan oleh para tokoh pendidikan Islam masa lalu seperti IbnuMiskawaih, Ibn Sina, Al-Ghazali dan Al-Zarnuji , menunjukkan bahwa tujuan puncak  pendidikan akhlak adalah terbentuknya karakter positif dalam perilaku anak didik.Karakter positif ini tiada lain adalah penjelmaan sifat-sifat mulia Tuhan dalamkehidupan manusiaDalam kaitannya dengan pendidikan akhlak, terlihat bahwa pendidikan karakter mempunyai orientasi yang sama yaitu pembentukan karakter. Perbedaan bahwa pendidikan akhlak terkesan timur dan Islam sedangkan pendidikan karakter terkesanBarat dan sekuler, bukan alasan untuk dipertentangkan. Pada kenyataanya keduanyamemiliki ruang untuk saling mengisi. Dengan demikian, bila sejauh ini pendidikankarakter telah berhasil dirumuskan oleh para penggiatnya sampai pada tahapan yangsangat operasional meliputi metode, strategi, dan teknik, sedangkan pendidikanakhlak sarat dengan informasi kriteria ideal dan sumber karakter baik, makamemadukan keduanya menjadi suatu tawaran yang sangat inspiratif. Hal ini sekaligusmenjadi entri point bahwa pendidikan karakter meiliki ikatan yang kuat dengan nilai-nilai spiritualitas dan agama.
 
B.Pendidikan Karakter Menurut Islam
Sebagaimana disebutkan di atas, dapat disimpulkan bahwa dalam islam pendidikan karakter adalah pendidikan akhlak. Dalam islam, akhlak menempatikedudukan penting dan dianggap memiliki fungsi yang vital dalam memandukehidupan masyarakat. Sebagaimana firman Alloh SWT dalam surat An-Nahl ayat 90
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) Berlaku adil dan berbuat kebajikan,memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji,kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamudapat mengambil pelajaran.”
(QS.An-Nahl : 90)Implementasi akhlak dalam islam tersimpul dalam karakter pribadi RosulullohMuhammad SAW. Seuai dengan firman Alloh SWT dalam surat Al-ahzab ayat 21yang telah disebutkan pada bab 1 yang artinya “Sesungguhnya telah ada pada (diri)Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap(rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah”.(QS.Al-Ahzab , 33 : 21).Islam membagi akhlak menjadi dua yaitu :1.
 fitriyah
, yaitu sifat bawaan yang melekat dalam fitrah seseorang yang dengannyaia diciptakan, baik sifat fisik maupun jiwa.2.
Muktasabah
, yaitu sifat yang sebelumnya tidak ada namun diperoleh melaluilingkungan alam dan sosial, pendidikan, pelatihan, dan pengalaman (matta30:2001)Dalam konsep Islam, karakter tidak sekali terbentuk, lalu tertutup, tetapiterbuka bagi semua bentuk perbaikan, pengembangan, dan penyempurnaan, sebabsumber karakter perolehan ada dan bersifat tetap. Karenanya orang yang membawasifat kasar bisa memperoleh sifat lembut, setelah melalui mekanisme latihan. Namun,sumber karakter itu hanya bisa bekerja efektif jika kesiapan dasar seseorang berpadudengan kemauan kuat untuk berubah dan berkembang, dan latihan yang sistematis.
C.Implementasi Pendidikan Karakter di Sekolah
Pemerintah, melalui Kementerian Pendidikan Nasional sudah mencanangkan penerapan pendidikan karakter untuk semua tingkat pendidikan, dari SD-PerguruanTinggi hal ini ditandai dengan adanya Desain Induk Pendidikan Karakter Kementrian

Activity (21)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Isti Q liked this
nafira00 liked this
Azhari Ari liked this
Witarsa Wita liked this
Kenzi Nicky liked this
Kenzi Nicky liked this
Abdullah Saleh liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->