Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
5Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Contextual Teaching

Contextual Teaching

Ratings: (0)|Views: 799 |Likes:
Published by Iwan Hermawan

More info:

Published by: Iwan Hermawan on Aug 15, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/07/2014

pdf

text

original

 
CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING
1.Pengertian Contextual Teaching and Learning
Contextual Teaching and Learning 
(CTL) merupakan proses pembelajaran yangholistik dan bertujuan membantu siswa untuk memahami makna materi ajar denganmengaitkannya kepada konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi, sosialdan cultural/ budaya), sehingga siswa memiliki pengetahuan dan keterampilan yangdinamis dan fleksibel untuk mengkonstruksi sendiri secara aktif pemahamannya.
Contextual Teaching and Learning 
(CTL) disebut pendekatan kontektual karenakonsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannyadengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari sebagai anggota masyarakat.Dalam
Contextual teaching and learning 
(CTL) diperlukan sebuah pendekatanyang lebih memberdayakan siswa dengan harapan siswa mampu mengkonstruksikan pengetahuan dalam benak mereka, bukan menghafalkan fakta. Disamping itu siswa belajar melalui mengalami (pengalaman) bukan menghafal, mengingat pengetahuan bukan sebuah perangkat fakta dan konsep yang siap diterima akan tetapi sesuatu yangharus dikonstruksi oleh siswa. Dengan rasional tersebut pengetahuan selalu berubahsesuai dengan perkembangan jaman.Menurut Johnson, (2002 : 25) mengemukakan pengertian metode CTL yaitu suatu proses pendidikan yang bertujuan membantu siswa melihat makna dalam bahan pelajaran yang dipelajari dengan cara menghubungkannya dengan konteks lingkungansehari-hari, yaitu dengan konteks lingkungan pribadinya, sosialnya dan budayanya. Nurhadi (2004 : 1) mengemukanan bahwa “pendekatan kontekstual adalah pendekatan dengan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yangdiajukan dengan situasi dunia nyata dan mendorong siswa membuat hubungan antarayang dimiliki dan penerapannya dalam kehidupan”.Sedangkan menurut Muslich (2008 : 41),
Contextual Teaching and Learning 
adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan
 
antara materi pembelajarandengan situasi dunia nyata siswa, dan
 
mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang
 
dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari
 
dengan melibatkan tujuh komponen utama yaitu
 
konstruktivisme (
constructivism
), bertanya (
questioning 
),
 
menemukan (
inquiry
), masyarakat belajar (
learning community
),
 
 pemodelan (
modelling 
), refleksi (
reflection
), dan penilaian autentik (
authentic assessment 
).Pendekatan kontekstual (
Contextual Teaching and Learning 
) merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengansituasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuanyang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggotakeluarga dan masyarakat. Dengan konsep itu, hasil pembelajaran diharapkan lebih bermakna bagi siswa. Proses penilaian berlangsung alamiah dalam bentuk kegiatansiswa, bekerja dan mengalami, bukan hanya transfer pengetahuan dari guru ke siswa.(Imam Mujahid, 2005:1)Dari pendapat di atas penulis dapat menyimpulkan bahwa pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan metode
Contextual Teaching and Learning (CTL)
 
adalah metode pembelajaran yang digunakan dalam menyampaikan bahan ajar dengantujuan untuk mendorong siswa agar dapat memahami pelajaran yang disampaikan danmenghubungkannya dengan realita kehidupan yang dialaminya sehari-hari.2.
Tujuan Contextual Teaching and Learning (CTL)
Penerapan metode pembelajaran
Contextual Teaching and Learning 
(CTL)mempunyai tujuan, antara lain :a.Model pembelajaran
Contextual Teaching and Learning 
bertujuan untumemotivasi siswa dalam memahami makna materi pelajaran yangdipelajarinya dengan mengaitkan materi tersebut dalam konteks kehidupanmereka sehari-hari sehingga siswa memiliki pengetahuan atau keterampilanyang secara refleksi dapat diterapkan dari permasalahan kepermasalahanlainya. b.Model pembelajaran ini bertujuan agar dalam belajar itu tidak hanya sekedar menghafal pelajaran akan tetapi perlu dengan adanya pemahamanc.Model pembelajaran ini menekankan pada pengembangan minat dan pengalaman siswa.d.Model pembelajaran CTL ini bertujuan untuk melatih siswa agar dapat berfikir kritis dan terampil dalam memproses pengetahuan sehingga dapatmenemukan dan menciptakan sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya sendiridan orang lain.e.Model pembelajaran CTL ini bertujuan agar pembelajaran lebih produktidan bermaknaf.Model pembelajaran model CTL ini bertujuan untuk mengajak anak padasuatu aktivitas yang mengaitkan materi akademik dengan konteks kehidupansehari-harig.Pembelajaran model CTL ini bertujuan agar siswa secara individu dapatmenemukan dan mentransfer informasi-informasi kompleks dan siswa dapatmenjadikan informasi itu miliknya sendiri.
3.Ciri-Ciri Pembelajaran Contextual Teaching and Learning
Dalam proses pembelajaran
Contextual Teaching and Learning (CTL)
hendaknyamemiliki karakter, diantara karakter yang harus ada adalah melakukan hubungan yang bermakna, melakukan kegiatan yang signifikan, belajar yang diatur sendiri, saling bekerja sama, berpikir kritis dan kreatif, mengasuh/memelihara pribadi siswa, mencapaistandar yang tinggi, menggunakan penilaian autentik (Elaine B. Johnson, 2002 : 152).
4.Langkah Pelaksanaan Contextual Teaching and Learning (CTL)
Langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan
Contextual Teaching and Learning (CTL)
ketika menyampaikan suatu bahan ajar adalah :a.
 Relating 
yaitu belajar dikaitkan dengan konteks pengalaman dunia nyata.Menurut Marian Diamond dalam Jalaludin Rahmad (2005: 259) mengatakan orangyang berinteraksi dengan objek sudah menyenangkan akan memperoleh informasisangat memuaskan dan mereka bekerja dengan pikiran-pikiran kreatif sangatmembahagiakan dan akan memberikan tantangan terus menerus pada sel-sel otak.
 
 b.
 Experiencing 
yaitu belajar ditekankan kepada penggalian/eksplorasi, penemuan/
discovery,
dan penciptaan/
invention.
Cara mengayakan lingkungan yaitudengan memberikan latihan mental yang menantang otak. (Jalaludin Rahmad, 2005 :260-261).c.
 Applying 
yaitu belajar bilamana pengetahuan dipresentasikan didalamkonteks pemanfaatannya.d.
Cooperating 
yaitu belajar melalui konteks komunikasi interpersonal, pemakaian bersama dan sebagainya. (Ramayulis, 2001 : 180).e.
Transfering 
yaitu belajar melalui pemanfaatan pengetahuan didalam situasidan konteks baru.5.
Penerapan Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL)
Penerapan metode
Contextual Teaching and Learning 
(CTL) memiliki 7 (tujuh)komponen utama yang harus diterapkan dalam pembelajarannya (Depdiknas, 2002 :10), yaitu :a.
 Konstruktivisme
(Konstruktif)Kontrukstivisme merupakan landasan berpikir secara filosofi pendekatankontekstual, pengetahuan dibangun oleh manusia sedikit demi sedikit, hasilnyadiperluas oleh konteks yang terbatas (sempit) dan tidak sekonyong-konyong.Pengetahuan bukanlah seperangkat fakta-fakta, konsep atau kaidah yang siap untuk diambil dan diingat. Manusia harus merekonstruksi pengetahuan itu dan memberimakna melalui pengalaman nyata. (Nurhadi, 2004 : 33-34). b.
 Inquiry
(Menemukan)Menemukan merupakan bagian inti dari kegiatan pembelajaran
Contextual Teaching and Learning 
(CTL) atau pembelajaran dengan pendekatan kontekstual.Pengetahuan dan keterampilan siswa diperoleh bukan dari hasil mengingat seperangkatfakta tetapi dari menemukan sendiri. Siklus
inquiry
antara lain : merumuskan masalah,observasi, bertanya, mengajukan dugaan (hipotesis), pengumpulan data dan penyimpulan. (Nurhadi, 2004 : 43).c.
Questioning 
(Bertanya)Pertanyaan dapat digunakan untuk berbagai macam tujuan, bentuk dan jawabanyang ditimbulkan. Dalam kelas, guru mengajukan pertanyaan untuk bercakap-cakap,merangsang siswa berpikir, mengevaluasi belajar, memulai pengajaran, memperjelasgagasan, dan meyakinkan apa yang diketahui siswa. Bagi siswa bertanya merupakankegiatan penting dalam melaksanakan pembelajaran yang berbasis
inquiry
, yaitumenggali informasi, mengkonfirmasikan apa yang telah diketahui, dan mengarahkan perhatian pada aspek yang belum diketahui.Menurut Nurhadi (2004 : 46) dalam pembelajaran yang produktif, kegiatan bertanya berguna untuk :1)Menggali informasi, baik administrasi maupun akademis2)Mengecek pemahaman siswa

Activity (5)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Feren Sinlae liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->