Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kafarat - Denda Dalam Puasa Ramadhan

Kafarat - Denda Dalam Puasa Ramadhan

Ratings: (0)|Views: 25 |Likes:
Published by yayang sudaryana

More info:

Published by: yayang sudaryana on Aug 15, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/15/2011

pdf

text

original

 
Kafarat / Denda dalam Puasa Ramadhan
Penulis: Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly, Syaikh Ali Hasan Abdul HamidFiqh, 08 - November - 2003, 04:08:201. Kafarat bagi laki-laki yang menjima'i isterinyaTelah lewat hadits Abu Hurairah, tentang laki-laki yang menjima'i isterinya di siang hari bulan Ramadhan, bahwa dia harus mengqadha' puasanya dan membayar kafarat yaitu :membebaskan seorang budak, kalau tidak mampu maka puasa dua bulan berturut-turut, kalautidak mampu maka memberi makan enam puluh orang miskin.Ada yang mengatakan : kafarat jima' itu boleh dipilih secara tidak tertib (yaitu tidak urutseperti yang dijelaskan dalam hadits Abu Hurairah, -ed), tetapi yang meriwayatkan dengantertib (sesuai urutannya, -ed) perawinya lebih banyak, maka riwayatnya lebih rajih karena perawinya lebih banyak jumlahnya dan padanya terdapat tambahan ilmu, mereka sepakatmenyatakan tentang batalnya puasanya karena jima'.Tidak pernah terjadi hal seperti ini dalam riwayat-riwayat lain, dan orang yang berilmumenjadi hujjah atas yang tidak berilmu, yang menganggap lebih rajih yang tertib disebabkankarena tertib itu lebih hati-hati, karena itu berpegang dengan tertib sudah cukup, baik bagiyang menyatakan boleh memilih atau tidak, berbeda dengan sebaliknya.2. Gugurnya kafaratBarang siapa yang telah wajib membayar kafarat, namun tidak mampu mebebaskan seorang budak ataupun puasa (dua bulan berturut-turut) dan juga tidak mampu memberi makan (enam puluh orang miskin), maka gugurlah kewajibannya membayar kafarat, karena tidak ada beban syari'at kecuali kalau ada kemampuan.Allah berfirman (yang artinya) : “ Allah tidak membebani jiwa kecuali sesuai kemampuan"[Al-Baqarah : 286]Dan dengan dalil Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menggugurkan kafarat dari orangtersebut, ketika mengabarkan kesulitannya dan memberinya satu wadah korma untuk memberikan keluarganya.3. Kafarat hanya bagi laki-lakiSeorang wanita tidak terkena kewajiban membayar kafarat, karena ketika dikhabarkankepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam perbuatan yang terjadi antara laki-laki dan perempuan, beliau hanya mewajibkan satu kafarat saja.Wallahu 'alam

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->