www.umamnoer.co.cc – spread your wings and soar
ikatan perkawinan atau ikatan seksual. Usia pada waktu kawin umumnyarelatif rendah di negara-negara yang sedang berkembang, yang berartiproporsi yang besar dari atau seluruh usia subur (usia reproduksi)dilewatkan dalam perkawinan.
I.2. Perumusan Masalah
Ikatan perkawinan berpengaruh terhadap fertilitas. Ikatanperkawinan ini dianggap penting terutama karena awal mula danberlanjutnya ikatan seksual yang stabil merupakan sebagian variabelhubungan seks dalam analisis fertilitas. Salah satu variabel perkawinanadalah usia kawin, terutama disini adalah perkawinan usia muda.Fokus penelitian dibuat agar penelitian tidak hanya mencari data dilapangan sebanyak-banyaknya tanpa adanya suatu kerangka masalah.Adapun fokus penelitian ini adalah bagaimana perkawinan usia dini terjadipada masyarakat Kalisari yang dikaitkan dengan jumlah anak dandihubungkan dengan fertilitas.
I.3. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahuibagaimana perkawinan usia dini mempengaruhi pada jumlah anak yangdihubungkan dengan fertilitas dan tanggapan masyarakat yangbersangkutan terhadap perkawinan usia dini.
I.4. Kerangka Teori
Menurut klasifikasi Moser kebijakan kependudukan menjadi bagiandari pendekatan kesejahteraan karena fokusnya ialah perempuan sebagaiibu atau calon ibu. Kebijakan kependudukan meliputi dua hal yangmendasar yaitu pengendalian fertilitas (
fertility control
) dan pengendalianpenduduk (
population control
).
Yang dimaksud dengan pengendalianfertilitas
ialah hak perempuan atau lelaki untuk mengambil keputusan
1
Kami menggunakan istilah pengendalian fertilitas, dan bukan pengendalian kelahiran(
birth control
), karena bukan “kelahiran” yang hendak dikendalikan melainkan fertilitas,yaitu kemungkinan untuk mempunyai anak. Istilah pengendalian kelahiran, meskipun
3