Pola Pengasuhan Anak dan SosialisasiPeran Gender di Keluarga Buruh Pemetik Teh
anak yang dilakukan dalam proses pembakuan peran, terutama perangender, dan hal ini lah yang di coba untuk dilihat dalam penelitian kali ini.Bagi buruh pemetik teh yang bekerja di perkebunan teh,pengasuhan anak menjadi suatu persoalan tersendiri. Para pemetik tehmemiliki ritme bekerja yang berbeda, dimana mereka telah meninggalkanrumah untuk bekerja pada pagi hari dan kembali ke rumah pada sianghari, bahkan sore hari. Hal ini lah yang menyebabkan proses pengasuhandan pendidikan anak bagi para buruh pemetik teh menjadi menarik untukdikaji lebih lanjut.
I.2. Perumusan Penelitian
Dari dasar uraian yang terdapat pada Latar Belakang Masalah,maka permasalahan yang hendak di telusuri adalah: (1) Bagaimanaproses pengasuhan anak pada keluarga buruh pemetik teh yang bekerjadi perkebunan teh; dan (2) Bagaimana sosialisasi peran gender dalamkeluarga pemetik teh.
I.3. Kerangka Pemikiran
Pikiran anda lah yang membentuk kepribadian anda. Meski punsifat seperti introversi dan ekstroversi telah mulai terbentuk ketika lahir,banyak aspek lain dari kepribadian dibentuk oleh apa yang terjadi di awaltahun-tahun kehidupan. Selama kanak-kanak, orang tua dapatmempengaruhi perkembangan fisik otak bayinya, dengan cara bermaindan mengajar anak-anaknya. Masa kanak-kanak adalah fase pentingdalam perkembangan kepribadian, dan kenapa pengalaman kecil pentingbagi kepribadian kelak adalah karena apa yang terjadi pada otak manusia.Setiap otak anak tumbuh dengan cara yang sangat mengagumkan, danhal ini berlangsung pada tingkatan yang amat kecil (Sherwood, 2001).Ki Hajar Dewantara memiliki keyakinan bahwa pendidikan bagibangsa Indonesia harus dilakukan melalui tiga lingkungan yaitu: keluarga,sekolah dan organisasi. Keluarga merupakan pusat pendidikan yang
www.umamnoer.co.cc – spread your wings and soar
3
Add a Comment