Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
35Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pola Pengasuhan Anak Dan Sosialisasi Peran Pada Keluarga Buruh Pemetik Teh

Pola Pengasuhan Anak Dan Sosialisasi Peran Pada Keluarga Buruh Pemetik Teh

Ratings:

4.6

(5)
|Views: 3,899 |Likes:
Published by Khaerul Umam Noer
studi mengenai pola pengasuhan anak dan sosialisasi peran gender pada keluarga buruh pemetik teh di Malang, Jawa Timur
studi mengenai pola pengasuhan anak dan sosialisasi peran gender pada keluarga buruh pemetik teh di Malang, Jawa Timur

More info:

Published by: Khaerul Umam Noer on Sep 26, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/16/2013

pdf

text

original

 
Pola Pengasuhan Anak dan SosialisasiPeran Gender di Keluarga Buruh Pemetik Teh
www.umamnoer.co.cc – spread your wings and soar 
1
 
Pola Pengasuhan Anak dan SosialisasiPeran Gender di Keluarga Buruh Pemetik Teh
BAB 1PENDAHULUANI.1. Latar Belakang Masalah
Sejak masa kanak-kanak manusia telah mengalami suatu prosesenkulturasi, proses ini dimulai segera setelah kelahiran dan terus berlanjuthingga meninggal (Haviland, 2002:398-399). Enkulturasi merupakanproses penerusan kebudayaan dari satu generasi ke generasi berikutnya,dimana dalam prosesnya, enkulturasi dilakukan dengan berbagai medium,namun medium yang paling efektif adalah pendidikan. Pendidikanmerupakan medium yang paling tepat dalam mempertahankan sekaligusmengembangkan kebudayaan yang di miliki oleh manusia, tidakmengherankan bahwa pendidikan memiliki peranan yang penting danmenjadi fokus utama dalam kehidupan manusia demi memajukankehidupan dari satu generasi ke generasi berikutnya yang tentunyasejalan dengan kebutuhan dan kehendak masyarakat tersebut.Keluarga merupakan lembaga pendidikan yang pertama danutama, sebelum anak mendapat pendidikan di lembaga lain. Keberhasilanseorang anak dalam hubungan sosialnya tergantung perlakuan orang tuadalam mengasuh anak-anaknya. Pada umumnya perlakuan tersebut diwujudkan dalam bentuk merawat, memelihara, mengajar, danmembimbing anak. Setelah melalui proses pendidikan non-formal melaluiinstitusi keluarga, tugas pendidikan perlahan beralih pada institusi-institusiresmi, dan anak perlahan di perkenalkan pada suatu model pengajaranyang baku dan formal.Seorang anak, sejak usia pra sekolah dapat di katakan telahmenjalani suatu proses enkulturasi, dan proses ini terus berlanjut ketikaanak tersebut menginjak usia sekolah. Permasalahan kemudian muncul,manakala dalam kedua proses ini terjadi suatu pembentukan kepribadian
www.umamnoer.co.cc – spread your wings and soar 
2
 
Pola Pengasuhan Anak dan SosialisasiPeran Gender di Keluarga Buruh Pemetik Teh
anak yang dilakukan dalam proses pembakuan peran, terutama perangender, dan hal ini lah yang di coba untuk dilihat dalam penelitian kali ini.Bagi buruh pemetik teh yang bekerja di perkebunan teh,pengasuhan anak menjadi suatu persoalan tersendiri. Para pemetik tehmemiliki ritme bekerja yang berbeda, dimana mereka telah meninggalkanrumah untuk bekerja pada pagi hari dan kembali ke rumah pada sianghari, bahkan sore hari. Hal ini lah yang menyebabkan proses pengasuhandan pendidikan anak bagi para buruh pemetik teh menjadi menarik untukdikaji lebih lanjut.
I.2. Perumusan Penelitian
Dari dasar uraian yang terdapat pada Latar Belakang Masalah,maka permasalahan yang hendak di telusuri adalah: (1) Bagaimanaproses pengasuhan anak pada keluarga buruh pemetik teh yang bekerjadi perkebunan teh; dan (2) Bagaimana sosialisasi peran gender dalamkeluarga pemetik teh.
I.3. Kerangka Pemikiran
Pikiran anda lah yang membentuk kepribadian anda. Meski punsifat seperti introversi dan ekstroversi telah mulai terbentuk ketika lahir,banyak aspek lain dari kepribadian dibentuk oleh apa yang terjadi di awaltahun-tahun kehidupan. Selama kanak-kanak, orang tua dapatmempengaruhi perkembangan fisik otak bayinya, dengan cara bermaindan mengajar anak-anaknya. Masa kanak-kanak adalah fase pentingdalam perkembangan kepribadian, dan kenapa pengalaman kecil pentingbagi kepribadian kelak adalah karena apa yang terjadi pada otak manusia.Setiap otak anak tumbuh dengan cara yang sangat mengagumkan, danhal ini berlangsung pada tingkatan yang amat kecil (Sherwood, 2001).Ki Hajar Dewantara memiliki keyakinan bahwa pendidikan bagibangsa Indonesia harus dilakukan melalui tiga lingkungan yaitu: keluarga,sekolah dan organisasi. Keluarga merupakan pusat pendidikan yang
www.umamnoer.co.cc – spread your wings and soar 
3

Activity (35)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Sastrawati Itat liked this
Irul Choy Mh liked this
Endang Anselia liked this
amandatambun liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->