Read without ads and support Scribd by becoming a Scribd Premium Reader.
 
GERPOLEKGerilya - Politik - EkonomiTan Malaka (1948)
 Moerhan
 Collection
Kontributor: Abdul, ejaan diedit oleh Ted Sprague (Maret 2008)
 
KATA PENGANTARSudah kepinggir kita terdesak!Sampailah konon sisa-ruangan yang tinggal bagi kita dalam hal politik, ekonomi,keuangan, dan kemiliteran.Inilah hasilnya lebih dari pada dua tahun berunding!Lenyaplah sudah persatuan Rakyat untuk menentang kapitalisme-imperialisme! Lepaslahsebagian besar daerah Indonesia ke bawah kekuasaan musuh. Kembalilah sebagian besarbangsa Indonesia ke bawah pemerasan-tindasan Belanda. Berdirilah pelbagai Negaraboneka dalam daerah Indonesia, yang boleh diadu-dombakan satu dengan lainnya!Kacau-balaulah perekonomian dan keuangan dalam daerah Republik sisa. Akhirnya,tetapi tak kurang pula pentingnya terancamlah pula Tentara Republik oleh tindakanREORGANISASI DAN RATIONALISASI yang dalam hakekatnya menukar TentaraRepublik menjadi tentara Kolonial: SATU TENTARA TERPISAH DARI RAKYATUNUTK MENINDAS RAKYAT ITU SENDIRI.Alangkah besar perbedaannya keadaan sekarang dengan keadaan pada enam bulanpermulaan Revolusi!Dikala itu 70 juta Rakyat Indonesia bertekat satu menentang kapitalisme/imperialisme!Segala alat dan sumber kekuasaan berada di tangan Rakyat Indonesia. Semua sumberekonomi dipegang oleh Rakyat sendiri. Seluruhnya Rakyat serentak mengambil inisiatif membentuk laskar dan Tentara, mengadakan penjagaan di sepanjang pantai dan di tiapkota dan desa dan serentak-serempak mengadakan pembelaan dan penyerbuan!Dapatkah dikembalikan semangat 17 Agustus?Sejarah sajalah kelak yang bisa memberi jawab!Tetapi sementara putusan Sejarah itu dijalankan, maka kita sebagai manusia dan anggotamasyarakat ini tak boleh diam berpangku tangan saja melihat gelombang memukul-mukul geladak Kapal Negara, yang sedang terancam karam itu.Saya rasa salah satunya Daya-Upaya untuk menyelamatkan Kapal Negara yang terancamkaram itu, ialah pembentukan Laskar Gerilya dimana-mana, di darat dan di laut! Perasaanperlunya dibentuk laskar Gerilya dimana-mana itulah yang sangat mendorong saya,merisalah “SANG GERILYA” ini!Malangnya sedikit, penulis ini bukanlah seorang Ahli-Kemiliteran. cuma ada sedikitbanyak bergaul dengan prajurit di dalam ataupun di luar negeri dan memangnya selalutertarik oleh ilmu kemiliteran.
 
Pengetahuan yang dipakai buat membentuk risalah ini adalah pengetahuan yangdiperoleh dari percakapan dengan para prajurit itu serta dari pembacaan Buku danMajalah Kemiliteran. Tetapi bukanlah hasil pembacaan yang masih segar-bugar.Melainkan sebagian besarnya adalah hasil pembacaan lebih dari pada 30 tahun lampau.Tertumbuklah kemauan penulis ini hendak menjadi opsir di masa berusia pemuda diEropa, pada pelbagai halangan dan rintangan maka terbeloklah perhatian kepadapembacaan beberapa Buku dan Majalah Militer, dalam suasana Perang-Dunia Pertama.Pengetahuan yang diperoleh di masa itulah yang masih dipegang sekarang!Pengetahuan itu memangnya mendapat beberapa perubahan selama bertahun-tahun diluar Negeri. Tetapi tinggal pengetahuan lama dan keadaan berada di antara empat tembok batu di belakang ruji-besi ini sama sekali tak ada pustaka kemiliteran, untuk mengujikembali pengetahuan yang dipergunakan dalam Risalah ini sebagai bahan.Dalam keadaan begini, maka mungkin sekali beberapa Hukum Keprajuritan, yangterpaksa dibentuk sendiri itu kurang tepat atau kurang memadai. Tetapi mengharap danpercaya sungguh, bahwa para Ahli dan Pahlawan akan mengambil yang baiknya saja danakan membuang yang buruk; seterusnya akan menambah yang kurang dan mengurangiyang berlebih. Kami mengharap dan percaya pula, bahwa para Ahli dan Pahlawan akanmemaafkan semua kekurangan dan kesalahan kami.Pokok perkara buat kami dalam keadaan terpaksa terpisah dari Masyarakat ini, bukanlahterutama MENYELESAIKAN soal Militer, sebagai bagian terpenting dari Revolusi ini,tetapi untuk MEMAJUKAN soal ini.Mudah-mudahan para-teman-seperjuangan yang lebih ahli dan lebih berpengalamandalam keprajuritan itu, kelak akan mengambil inisiatif mengarang buku kemiliteran itu,yang lebih sempurna. Buku semacam itu perlu sekali buat mempopulerkan ilmu-keprajuritan di antara Rakyat serta Pemuda kita justru sekarang ini!Perkara latihan dan teknik Perang sengaja tiada kami majukan disini! Dalam hal inilatihan-Jepang selama dua-tiga tahun dan teristimewa pula latihan dan teknik perangselama dua-tiga tahun bertempur di medan peperangan Indonesia yang sesungguhnya itu,kami rasa sudah lebih dari pada memadai, dan diketahui oleh pulu ribuan prajurit kitasekarang.Yang kami majukan disini cuma beberapa Hukum-Kemiliteran yang kami rasa amatpenting! Hukum Kemiliteran itulah, disamping pengetahuan yang lain-lain tentang politik dan ekonomi yang kami rasa harus dimiliki oleh SANG GERILYA, sebagai anggota ataupemimpin Laskarnya.Taktik Gerilya yang mengacau-balaukan Tentara Napoleon di Spanyol pada abad yanglalu; taktik Gerilya sekepal Laskar-Boor yang mengocar-kacirkan Tentara Inggris yangkuat-modern pada permulaan abad ini di Afrika-Selatan, taktik Gerilya yang memusing-menggila-bingungkan Tentara ber-mesinnya Fasis Jerman di Rusia pada perang Dunia
Search History:
Searching...
Result 00 of 00
00 results for result for
  • p.
  • Notes
    Load more