Pengetahuan yang dipakai buat membentuk risalah ini adalah pengetahuan yangdiperoleh dari percakapan dengan para prajurit itu serta dari pembacaan Buku danMajalah Kemiliteran. Tetapi bukanlah hasil pembacaan yang masih segar-bugar.Melainkan sebagian besarnya adalah hasil pembacaan lebih dari pada 30 tahun lampau.Tertumbuklah kemauan penulis ini hendak menjadi opsir di masa berusia pemuda diEropa, pada pelbagai halangan dan rintangan maka terbeloklah perhatian kepadapembacaan beberapa Buku dan Majalah Militer, dalam suasana Perang-Dunia Pertama.Pengetahuan yang diperoleh di masa itulah yang masih dipegang sekarang!Pengetahuan itu memangnya mendapat beberapa perubahan selama bertahun-tahun diluar Negeri. Tetapi tinggal pengetahuan lama dan keadaan berada di antara empat tembok batu di belakang ruji-besi ini sama sekali tak ada pustaka kemiliteran, untuk mengujikembali pengetahuan yang dipergunakan dalam Risalah ini sebagai bahan.Dalam keadaan begini, maka mungkin sekali beberapa Hukum Keprajuritan, yangterpaksa dibentuk sendiri itu kurang tepat atau kurang memadai. Tetapi mengharap danpercaya sungguh, bahwa para Ahli dan Pahlawan akan mengambil yang baiknya saja danakan membuang yang buruk; seterusnya akan menambah yang kurang dan mengurangiyang berlebih. Kami mengharap dan percaya pula, bahwa para Ahli dan Pahlawan akanmemaafkan semua kekurangan dan kesalahan kami.Pokok perkara buat kami dalam keadaan terpaksa terpisah dari Masyarakat ini, bukanlahterutama MENYELESAIKAN soal Militer, sebagai bagian terpenting dari Revolusi ini,tetapi untuk MEMAJUKAN soal ini.Mudah-mudahan para-teman-seperjuangan yang lebih ahli dan lebih berpengalamandalam keprajuritan itu, kelak akan mengambil inisiatif mengarang buku kemiliteran itu,yang lebih sempurna. Buku semacam itu perlu sekali buat mempopulerkan ilmu-keprajuritan di antara Rakyat serta Pemuda kita justru sekarang ini!Perkara latihan dan teknik Perang sengaja tiada kami majukan disini! Dalam hal inilatihan-Jepang selama dua-tiga tahun dan teristimewa pula latihan dan teknik perangselama dua-tiga tahun bertempur di medan peperangan Indonesia yang sesungguhnya itu,kami rasa sudah lebih dari pada memadai, dan diketahui oleh pulu ribuan prajurit kitasekarang.Yang kami majukan disini cuma beberapa Hukum-Kemiliteran yang kami rasa amatpenting! Hukum Kemiliteran itulah, disamping pengetahuan yang lain-lain tentang politik dan ekonomi yang kami rasa harus dimiliki oleh SANG GERILYA, sebagai anggota ataupemimpin Laskarnya.Taktik Gerilya yang mengacau-balaukan Tentara Napoleon di Spanyol pada abad yanglalu; taktik Gerilya sekepal Laskar-Boor yang mengocar-kacirkan Tentara Inggris yangkuat-modern pada permulaan abad ini di Afrika-Selatan, taktik Gerilya yang memusing-menggila-bingungkan Tentara ber-mesinnya Fasis Jerman di Rusia pada perang Dunia