Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Sejarah Konflik Timor Timur Bag 1_txt

Sejarah Konflik Timor Timur Bag 1_txt

Ratings: (0)|Views: 353 |Likes:
Published by Nava Maulana

More info:

Published by: Nava Maulana on Aug 17, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as TXT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/30/2012

pdf

text

original

 
Sejarah Konflik Timor TimurPendahuluan1. Bab ini memberi konteks historis pada kejadian-kejadian yang tercakup dalam bab-babpelanggaran dari Laporan ini. Bab ini didasarkan pada sumber-sumber primer dariKomisi inisendiri, dari pernyataan, wawancara dan kesaksian yang diberikan pada audiensi-audiensipublik; dari bukti-bukti dokumenter yang tersedia bagi Komisi; dan dari analisissumber-sumbersekunder yang relevan. Pada umumnya bab ini terbatas pada ulasan singkat atas kejadiankejadianpenting, momen-momen dan titik-titik balik dalam periode mandat komisi yang relevanterhadap konflik-konflik politik, upaya-upaya untuk menyelesaikan konflik ini, dan pelanggaranhak asasi manusia yang terjadi dalam konflik-konflik ini. Dalam cakupan Laporanini, tidakmungkin untuk bisa memberikan penjelasan yang pasti mengenai berbagai persoalankunci yangterus menjadi dugaan sejarah mengenai masa ini dan kejadian-kejadian ini. Bukantugas Komisiini untuk membuat penilaian-penilaian yang pasti seperti ini. Bab ini memang berupaya untukmengidentifikasi apa saja persoalan-persoalan ini, dan Komisi mendorong penelitian, penulisandan analisis lebih lanjut dari aspek-aspek penting dalam sejarah East Timor.2. Analisis dan penulisan sejarah East Timor ini merupakan langkah penting dalampembangunan suatu bangsa, dan cara hal ini dilakukan akan mencerminkan masyarakat apayang akan ditumbuhkan oleh bangsa baru kita ini. Laporan Komisi didasarkan padaumumnyaatas pernyataan dan wawancara yang diberi oleh warga Timor biasa dari seluruh penjuru negeri,dan berupaya untuk menarik suara mereka ke dalam sebuah dialog berkelanjutan untukmembangun bangsa kita yang baru ini. Laporan ini tidak dimaksud untuk menjadi sejarah yangeksklusif, yang hanya merekam pandangan dan pencapaian para pemimpin nasional, atau darisalah satu pihak dalam pecaturan politik. Laporan ini didasarkan atas gagasan bahwaperekaman dan analisis sejarah haruslah bersifat terbuka bagi informasi dan gagasan baru, danbagi informasi dan pandangan yang belum tentu populer secara politis. Walaupun sejarah adalahsesuatu yang penting bagi pembangunan bangsa, suatu versi sejarah yang simplistis yang inginmenyembunyikan segala kenyataan yang buruk atau menghilangkan kontribusi orang-orang dariberbagai bidang kehidupan tidak akan dapat membangung bangsa yang kuat dan tangguh.Penulisan sejarah yang mengakui kompleksitas, yang memberi ruang bagi suara-suara orangyang sering terbungkam, dan yang membuka jalan bagi renungan terbuka dapat memberisubangan dalam pembagunan suatu bangsa dimana gagasan mengenai kekuatan didasarkan
 
pada penghormatan orang lain, keberagaman dan demokrasi yang didasarkan pada kesetaraansemua warga negaranya.3. Penulisan sejarah East Timor adalah penting sebagai dasar bagi hubungan kitadengantetangga-tetangga internasional kita, khususnya Indonesia. Seperti yang dikatakan olehsejarawan Indonesia Dr Asvi Warman Adam kepada Komisi pada audiensi nasional tentangPenentuan Nasib Sendiri dan Komunitas Internasional:Ingatan kolektif kedua bangsa akan menentukan sifat sertakuat lemahnya hubungan antara kedua bangsa itu. Hal iniakan tercermin dalam penulisan sejarah kedua bangsaini1.4. Bab ini mulai dengan sebuah ulasan singkat tentang sejarah kolonial Timor-Leste dibawah kekuasaan Portugal. Bab ini sengaja memberi penekanan pada periode menjelang konflikinternal Agustus-Spetember 1975 serta invasi Indonesia setelah itu. Ulasan ini membahaskejadian-kejadian dan berbagai hubungan seputar proses dekolonisasi Timor Portugis, di dalamwilayah ini, di Indonesia dan di dalam konteks regional dan geopolitis yang lebih luas. Hal-hal ini- 6 -penting bagi sebuah pemahaman akan penyebab konflik-konflik politik di Timor-Leste, berbagaikesempatan yang hilang untuk menghindari perang dan mencari penyelesaian damai ataspersoalan politik berdasarkan prinsip hukum internasional, dan melibatkan aktorTimor, Indonesiaserta internasional.5. Bagian-bagian berikutnya membahas kampanye militer besar-besaran oleh Indonesiapada dasawarsa 1970-an dan 1980-an, serta upaya-upaya politiknya untuk mendapatkanpengakuan internasional bagi pencaplokannya atas Timor-Leste. Bagian-bagian tersebut jugamembahas mengenai penderitaan warga Timor
Leste selama tahun-tahun perang yang gencar,di gunung-gunung dan kamp-kamp pada tahun-tahun pemboman dan kelaparan yangmembinasakan penduduk. Bagian-bagian ini menelusuri pergeseran strategi oleh Fretilin/Falintilsetelah mereka hampir dihancurkan dalam kampanye tahun 1978, mengenai pertumbuhanjaringan klandestin di kota-kota dan desa-desa di seluruh negeri dan ekpansi teritorial militerIndonesia serta jaringan intelijen yang intensif. Tahun-tahun konsolidasi baik oleh pemerintahanIndonesian maupun Resistensi, selama dasawarsa 1980-an, dijelaskan dengan fokuspadaupaya-upaya mengembangkan rasa persatuan nasional dan bangkitnya generasi baru pemudadalam perlawanan terhadap pendudukan.6. Kejadian-kejadian seperti Pembantaian Santa Cruz, tertangkapnya Xanana Gusmão danPenganugerahan Nobel Perdamaian pada dasawarsa 1990-an digambarkan sebagai titik-titikbalik dalam perjuangan bangsa Timor-Leste dalam mendapatkan pengakuan atas hak untuk
 
menentukan nasib sendiri. Bagian-bagian berikutnya membahas dampak krisis keuangan Asia diIndonesia dan di Timor-Leste, serta intensifikasi upaya-upaya internasional di bawah SekretarisJenderal PBB yang baru, Kofi Annan, untuk menemukan solusi bagi persoalan Timor-Leste.Dengan kejatuhan Presdien Soeharto, bab ini menelusuri upaya di dalam Timor-Leste dan dikancah internasional untuk mencari penyelesaian, serta munculnya milisi-milisi di Timor-Lesteketika menjadi jelas bahwa hal ini dapat mencakup pilihan bagi warga Timor-Lesteuntuk memilihmerdeka. Bagian ini menggambarkan perkembangan pesat pada tahun 1999 menjelangkesepakatan 5 Mei, dan kekerasan oleh milisi-TNI terhadap penduduk sipil menjelangpengumuman hasil Konsultasi Rakyat. Masa UNAMET dan bagaimana Konsultasi Rakyatinidijalankan juga dijelaskan. Bab ini lebih lanjut membahas secara mendalam mengenai kegagalanIndonesia untuk menjamin keamanan selama dan sesudah Konsultasi Rakyat, dan peran TNIdan kelompok-kelompok milisi dalam peningkatan kekerasan di seluruh wilayah setelahpengumuman Konsultasi Rakyat yang menolak paket otonomi khusus. Upaya-upaya orang-orangTimor dan internasional untuk menjamin adanya intervensi untuk menghentikan kekerasan danuntuk memastikan bahwa hasil Konsultasi Rakyat dihormati oleh Indonesia juga dijelaskan. Babini berakhir dengan kedatangan Interfet serta kembalinya para pengungsi Timor-Leste secarabertahap dari Timor Barat dan wilayah Indonesia lainnya, Portugal, Australia danbanyak negaralain di dunia di mana mereka menyebar selama tahun-tahun konflik.7. Harapan Komisi ialah bahwa sejarah singkat ini akan membantu pembaca memahamiisidari bagian-bagian dan bab-bab yang lain dalam Laporan ini, dan bahwa hal ini akan mengilhamigenerasi sejarawan Timor-Leste sekarang dan masa mendatang untuk terus bekerja dalammemahami masa lalu kita sebagai bagian dari upaya yang berkesinambungan untuk membangunmasa depan yang didasarkan pada penghormatan pada sesama, pada hak asasi manusia, danpada rasa cinta damai.3.2 Penjajahan Portugis atas Timor-LesteTinjauan8. Keterlibatan Portugis di Timor dimulai pada abad-16 saat Portugis mencari kayucendana. Pada akhir abad-16 Gereja Katholik pertama dibangun di Lifau, Oecusse,yang menjadibasis pemerintahan Portugis pertama di Timor. Portugis dan Belanda mempunyai hubungan- 7 -yang tegang sebagai dua kekuatan penjajah utama di kepulauan ini, dan pada abad-18 kekuatanmiliter Belanda menjadi seimbang dengan kekuatan Portugis. Portugis memindahkanbasisnyake Dili pada tahun 1771 dan semakin menitikberatkan upaya penjajahannya pada belahan timur

Activity (4)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Nabila Moii liked this
Danilo Caleres liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->