Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Xkh6 Banjir Lily Mont

Xkh6 Banjir Lily Mont

Ratings: (0)|Views: 153 |Likes:
Published by Mansa Sudir

More info:

Published by: Mansa Sudir on Aug 18, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/16/2012

pdf

text

original

 
STUDI PENGELOLAAN BANJIR KALI SAMPEAN DENGAN PENINGKATANKAPASITAS SUNGAI PADA RUAS BENDUNG SAMPEAN LAMA - MUARA
Lily Montarcih LDosen Jurusan Pengairan FTUB
ABSTRAK 
 Kejadian banjir terbesar di DAS Sampean pada bulan Februari 2008 menunjukkan bahwa kondisi DAS Sampean mengalami degradasi yang parah, Peristiwa banjir yang terjadi serta identifikasi semakin tingginyatingkat kekritisan DAS Sampean, melatar belakangi perlunya dilakukan kajian pengelolaan banjir di DAS Sampean, dengan tujuan untuk mengantisipasi dan meminimalisasi kerugian akibat banjir. Histories yang  pernah terjadi diukur di Bendung Sampean Baru yaitu sebesar 2012.96 m3/det sedangkan pada hari yang samatelah di ketahui banjir tersebut akibat curah hujan sebesar 178 mm. Metode analisis yang di pakai adalahmetode analisis perhitungan hidrologi dan hidrolika. Dalam hasil analisa kondisi saat ini, kapasitas KaliSampean mengalami ketidakcukupan dalam menampung debit yaitu mulai kala ulang Q 2 th, sebesar 1435,82m3/dt, terutama pada penampang sungai bagian hilir/muara. Usulan desain penanganan banjir ini didesaindengan menggunakan banjir kala ulang 50 tahun, hal ini di dasarkan oleh banjir historis pada Outlet DAS  Bendung Sampean Baru 2012.96 m3/det merupakan banjir pada kala ulang 25 tahun. Sehingga untuk keamanan desain penanganan pada DAS Outlet Muara DAS Kali Sampean di ambil banjir desain kala ulang Q50 th yaitu sebesar 2468.78 m3/det. Analisa desain ini juga didesain dengan mempertimbangkan faktor tinggi pasang surut HWL + 2,43 m. Tipikal desain tanggul yang dapat di terapkan sepanjang sungai ruas Bendung Sampean Lama – Muara dengan debit banjir Q 50 th adalah menggunakan tipikal I dan tipikal II. Desaintipikal I adalah dengan mendesain tanggul dimensi ganda 1 trap. Desain tipikal II adalah mendesain tanggul dimensi ganda 2 trap. Desain tinggi jagaan yang digunakan adalah sebesar 0.75 m dari Muka Air banjir.Selain daripada pembuatan tanggul, upaya penanganan banjir juga dilaksanakan perbaikan dan pelebaran penampang sungai Kata Kunci : Banjir, DAS Sampean, River 
ABSTRACT
The big flood in Sampean Watershed at February 2008 showed that condition in Sampean Watershed degradation in serious condition. The flood accident was happened and also identification morehighly critical level Sampean Watershed, from background of that need to do flood management  study in Sampean Watershed with purposes to anticipation and minimalization financial loss becauseof the flood. The flood histories was happened measure in Sampean Baru Dam 2012,96 m
3
 /dt.while,in that day knowing that the flood caused of rainfall amount 178 mm. The analysis method using analysis hydrology and hydraulic. In the result from analysis condition in this time, capacity of Sampean River happens sufficiency to intercept discharge from 2 years return periods, amount 1435,82 m
3
 /dt, the most important in the river of downstream. The suggested design flood handling using flood of return period 50 years, this studi based on flood histories at outlet Sampean Baru DamWatershed 2012,96 m
3
 /dt. Constitute flood at return periods 25 years. Until to control flood handling design in watershed outlet estuary Sampean Watershed take design flood of return periods 50 years isamount 2468,78 m
3
 /dt. Analysis design also designed with considering high factor of High Water  Level +2,43 m.The typical dike got applied along river part of Sampean Lama until estuary with flood discharge return periods 50 years are using typical I and typical II. Typical design I is designed dike double dimension one trap. Typical design II is designed dike double dimension 2 trap. The highdesign that used is amount 0,75 m from flood water. Beside dike construction, the effort of flood control also do repairing and widening section river 
 Keywords: flood, Sampean watershed, Rriver.
1
 
PENDAHULUAN
Kabupaten Bondowoso dan Situbondoyang dilalui oleh aliran Sungai Sampeanmerupakan daerah cekungan berbentumangkuk yang dikelilingi oleh Gunung Ijen,Gunung Raung, dan Gunung Argopuro.Sungai Sampean bermata air di lereng GunungArgopuro dan bermuara di Selat Madura.Wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS)Sampean sekitar 80% (delapan puluh persen)terletak di Kabupaten Bondowoso dan sisanyaterletak di Kabupaten Situbondo.Kejadian banjir terbesar di DAS Sampean pada bulan Februari 2008 menunjukkan bahwakondisi DAS Sampean mengalami degradasiyang parah, disamping faktor alam berupakondisi klimatologi yang menyebabkan curahhujan yang tinggi dengan durasi yang lama.Peristiwa banjir yang terjadi serta identifikasisemakin tingginya tingkat kekritisan DASSampean, melatar belakangi perlunyadilakukan kajian pengelolaan banjir di DASSampean, dengan tujuan untuk mengantisipasidan meminimalisasi kerugian akibat banjir serupa serta untuk menjaga dan melestarikansumberdaya alam yang ada.Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk di Kabupaten Bondowoso danSitubondo, tataguna lahan di daerah tersebutmenjadi kritis sehingga mengakibatkansedimentasi di daerah Dam Sampean Lamadan Dam Sampean Baru. Banjir pada musim penghujan serta kekeringan di musim kemarauadalah fenomena yang terjadi pada tahun-tahun terakhir. Bahkan pada bulan Pebruaritahun 2008 telah terjadi bencana banjir diKabupaten Situbondo dimana hampir seluruhkota Situbondo tergenang air akibatmeluapnya sungai Sampean.Beberapa penyebab banjir antara lainadanya aliran permukaan yang berlebihandengan intensitas hujan yang tinggi sertadengan durasi yang lama. Sungai Sampean di beberapa tempat tidak dapat menampung air,selain itu adanya pendangkalan atausedimentasi pada dasar sungai mengurangikapasitas pengaliran. Kejadian banjir di DASsampean dalam kurun waktu 1922-2008adalah:
1.
Tahun 1922, debit banjir yang terjadi2200 m
3
/dt.
2.
Tahun 1993, air Sungai Sampean yangmelintasi kota Bondowoso meluber diatastanggul akibat tanggul keropos. Debitaliran berkisar antara 900 –1000 m
3
/dt.
3.
Tahun 2002, kejadian banjir terjadi 2(dua) kali pada daerah hilir DAS Sampeandi Kabupaten Situbondo, yaitu padatanggal 29 Januari dan 4 Februari. Debityang terjadi diperkirakan sebesar 2000m
3
/dt.Kerugian yang ditimbulkan antaralain:
Bangunan pengairan (PU)senilai Rp. 25 milyar.
Bangunan non PU senilai Rp.4,7 milyar.
Korban jiwa meninggal 35orang.
4.
Tanggal 8 Februari 2008, terjadi banjir di DAS sampean yang mencakupKabupaten Bondowoso dan Situbondo.Debit diperkirakan sebesar 2400 m3/dt,dengan intensitas hujan antara 115 mm – 181 mm yang melebihi curah hujannormal yaitu 100 mm.
MAKSUD TUJUAN
Tujuan dari studi ini adalah untuk memberikan usulan serta rekomendasi dalamrangka pengelolaan banjir di Daerah AliranSungai (DAS) Sampean. Maksud yangdiharapkan dari kajian ini adalah sebagai berikut:1Untuk mengetahui kapasitas sungaiterhadap debit banjir rancangan padaruas Bendung Sampean Lama - muara2Untuk mengetahui bentuk penangananyang tepat untuk meningkatkankapasitas sungai ruas bendung sampeanlama - muara dalam upaya pengelolaan banjir di Kali Sampean
TINJAUAN PUSTAKAAnalisis Hidrologi
Dalam kaitannya dengan studi tentangsumberdaya air, hidrologi mempunyai perananyang sangat penting. Salah satu faktor yang berperan adalah data hidrologi, kita dapatmengetahui besarnya debit rencana sebagaidasar perencanaan bangunan air. Adapunaspek hidrologi yang perlu dikaji adalah:
Curah Hujan Daerah Rata-Rata HarianMaksimum
Untuk mendapatkan gambaran mengenaidistribusi curah hujan di seluruh daerah aliransungai, maka diberbagai tempat pada suatu
2
 
2134567A1A2A3A4A5A6A7
daerah aliran sungai tersebut dipasang alat pengukur curah hujan. Untuk menghitung besarnya curah hujan daerah dalam studi inidilakukan dengan cara:1.Cara Polygon Thiessen
Gambar.1.
Skema Polygon Thiessen
2211
........................
 A A A
++=
(2-.2)dimana:A= luas areal (km
2
)d= tinggi curah hujan rata-rataareal (mm)d
1
,d
2
,d
3
…d
n
= tinggi curah hujan di Pos1,2,3,…..nA
1
,A
2
,A
3
…A
n
= luas daerah pengaruh pos1,2,3,….n
Curah Hujan Rancangan
Curah hujan rancangan adalah hujan terbesar tahunan dengan suatu kemungkinan tertentuatau hujan dengan suatu kemungkinan periodeulang tertentu.Dalam analisis curah hujan rancangan dapatdilakukan dengan beberapa cara, misalnyaGumbel, Log Pearson III, Normal dansebagainya, dimana syarat-syarat untuk ketigametode tersebut antara lain:1.GumbelCs= 1,1395Ck= 5,4022.NormalCs= -0,05 < Cs < +0,05Ck= 2,7 < Ck < 3,33.Log Pearson IIITidak ada persyaratan.Parameter-parameter statistik yangdiperlukan oleh distribusi Log Pearson IIIadalah:
1.
Harga rata-rata (
mean
)2.Simpangan baku (standart deviasi)
3.
Koefisien kemiringan (
 skewness
)
Debit Banjir Rancangan
Untuk memperoleh angka-angka kemungkinan besaran debit banjir pada banjir yangdiakibatkan oleh luapan sungai, analisisdilakukan dengan menggunakan data banjir terbesar tahunan atau curah hujan terbesar tahunan yang sudah terjadi.Debit banjir rencana dapat dihitung denganmenggunakan beberapa metode empiris yangumum berlaku di Indonesia dan lain-lain yangdipilih berdasarkan kesesuaian dengankarakteristik daerah studi.
1.Metode HSS Nakayasu
)3,0.3,0(6,3 1max
Tp Ro xAxQ
+=
 (2-7)dengan:Tp: Tg + 0,8 tTg: 0,40 + 0,058 x Luntuk L > 15 kmTg: 0,21 x L
0,7
 untuk L < 15 kmT0,3: ά . TgQmax: debit puncak banji(m
3
/dt/mm)A: luas daerah aliran (km
2
)Tp: tenggang waktu dari permulaan hujan sampai puncak banjir (jam)T.0,3: waktu yang diperlukan pada penurunan debit puncak sampai ke debit sebesa30% dari debit puncak (jam).Tg: time lag, yaitu waktu antarahujan sampai debit punca banjir (jam).tr: satuan waktu hujan (= 1jam)L: panjang sungai (km)Ά: parameter hidrograPersamaan hidrograf satuan adalah :1. Pada kurva naik 0
t
TpQ
t
=Q
max
( t/Tp)
2,4
 2. Pada Kurva Turununtuk , Tp
t
( Tp + T
0,3
) makaQt = Q
max
. 0,3
[ (t-Tp)/T0,3]
 
3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->