Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
14Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pemanfaatan Limbah

Pemanfaatan Limbah

Ratings: (0)|Views: 887 |Likes:
Published by Yoga Pradipta

More info:

Published by: Yoga Pradipta on Aug 18, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/24/2013

pdf

text

original

 
Pemanfaatan Limbah
 
Elektroplating
 
PENGOLAHAN DAN PEMANFAATAN LIMBAH ELEKTROPLATING
APAKAH LIMBAH INDUSTRI LAPIS LISTRIK (ELEKTROPLATING)Limbah industri elektroplating berasal dari bahan-bahan kimia yang digunakan danhasil dari proses pelapisan. Bahan-bahan kimia yang digunakan adalah bahanberacun sehingga limbah yang dihasilkan berbahaya bagi kesehatan manusia baikyang terlibat langsung dengan kegiatan industri maupun yang di sekitarperusahaan.
PROSES PELAPISAN LISTRIK (Elektroplating)
 Pelapisan logam merupakan pengendapan satu lapisan logam tipis pada suatupermukaan logam atau plastik yang dilakukan dengan tenaga listrik, tetapi bias juga bisa dilakukan dengan menggunakan reaksi kimia.
J
ENIS LIMBAH DAN BAHAYANYA
 1. Limbah AsamAsam dapat menyebabkan luka pada kulit, selaput lendir, selaput mata dan saluran pernapasan.
2
. Limbah BasaBahan-bahan basa seperti ammonium hidroksida, potassium hidroksida, sodiumhidroksida, sodium sianida, sodium karbonat, sodium pryophospat, sodium silikatdan trisodium phispat tidak begitu bahaya bagi sistem saluran pernafasan, tetapidapat mengiritasi kulit.
 
3. Limbah Garam dan Senyawa LainnyaSianida sangat beracun, dan dapat mematikan bila tertelan. Menyebabkan iritasikerongkongan, pusing-pusing, mabuk, mual, lemah dan sakit kepala dan bahkanberhenti bernafas.
SUMBER LIMBAH CAIR 
 Limbah cair industri pelapisan bermacam-macam, bersifat asam atau basa yangmengandung sianida beracun dan logam. Sumber limbah berupa larutan di dalambejana itu sendiriatau air bilasan. Sumber utama air limbah adalah larutan pembilas yang agakencer, dan sering mengandung 5 mg/l - 50 mg/l ion logam beracun.Larutan dalam bejana yang berkonsentrasi tinggi jarang dibuang, akan tetapi jikadibuang, dampak racunnya terhadap air penampung limbah mungkin besar.Pembuangan lemak dengan pelarut membuat pelarut itu sendiri menjadi limbahdan limbah di air bilasan. Kebanyakan pelarut itu berbahaya terhadap lingkungankarena mengandung: silene, tetrakloro-etilena, metilen klorida, aseton, keton, danlain-lain. Larutan alkali pembersih mengandung padatan tersuspensi, lemak,sabun, dan tingkat pH-nya tinggi.Pengasaman menghasilkan pembuangan larutan asam secara berkala, dan airbilasan dengan pH rendah.
 
Pelapisan, perendaman, dan pencelupan dalam sianida menghasilkan larutan yangmengandung sianida dan logam yang dilapisi.Air cucian lantai sering tercemar oleh percikan, tetesan dan tumpahan larutanpembersih, larutan pengupas, dan larutan pelapis.
 
PENGOLAHAN LIMBAH
 
A. Pengolahan Limbah Cair
P
engolahan limbah dalam industri pelapisan diutamakan pada penghilangan logam,asam, alkali, sianida dan kadang-kadang pelarut yang membahayakan lingkungan.Karenanya diperlukan langkan terpisah untuk menghilangkan masing-masingkomponen, maka aliran limbah harus dipisahkan sebelum diolah. Untuk operasi kecil, pengolahan secara batch sering berhasil baik.
P
engolahan secara batch memerlukandaya tampung untuk penyamaaan dan penetralan, baik sebelum dan sesudah pengolahan.
Biasanya pabrik pelapisan memisahkan aliran limbahnya menjadi limbah yangmengandung sianida, limbah yang mengandung krom, dan limbah-limbah lainnya(logam, asam dan alkali).
 
Sianida dihancurkan dengan oksidasi. Klorinasi basa dengan menggunakan kostikdan kemudian klor (gas atau hipoklorit) adalah cara efektif, tetapi harus diikutipenambahan tiosulfat untuk menghilangkan klor. Ozonisasi, hydrogen peroksidadan oksidasi secara elektrolisis juga dipakai secara terbatas. Penghancuran "alami"dengan menggunakan oksidasi dari udara di dalam kolam-kolam besar dapatdigunakan jika tempat tersedia. Pengendapan sianida dengan ferisulfat tidak bolehdigunakan , karena efektivitasnya rendah dan menghasilkan gas sianida dansianida bebas setelah mengalami pemecahan rumit selama beberapa waktu.
 
Krom dapat diendapkan sesudah direduksi menjadi bentuk bermartabat tiga, yangkurang beracun. Pada ph rendah belerang dioksida, natrium bisulfit, ferosulfatatau metabisulfit dapat digunakan untuk mereduksi krom bermartabat enam.Larutan krom tereduksi yang dihasilkan biasanya dicampur dengan larutan sianidayang telah diolah dan limbah pelapisan lainnya untuk diolah lebih lanjut.
 
Cara lain pengolahan krom adalah oksidasi langsung dan pengendapan dengannatrium hidrosulfat atau hidrazin, reduksi elektrokimia, penguapan atau penukaranion.Logam diendapkan pada pH tinggi dengan penambahan kapur dan/atau kostik.Logam yang berbeda mengendap pada tingkat pH yang berbeda antara 8 sampai11, sehingga agar pengolahan berlangsung efektif, perlu dilakukan dalambeberapa tahap, masing-masing logam dalam satu tahap. Zat Bantu penggumpalseperti feriklorida, tawas dan polielektrolit sering digunakan untuk membantupemisahan zat padat-cair.
 
Penjernihan perlu dirancang dengan benar agar lumpur hidroksida logam dapatdipisahkan dengan tuntas. Untuk mengurangi volume Lumpur digunakan operasi
 
pengurangan air (meningkatkan kadar padatan dari
2%
menjadi 50
%
).Sistem pengolahan lain yang telah diterapkan pada industri elektroplating adalah
 
1.
 
Elektrodialisis untuk memperoleh kembali ion logam dalam larutanpelapisan
2
.
 
Osmosis balik digunakan untuk memperoleh kembali garam pelapisan danlarutan3.
 
Penukaran ion adalah proses lain untuk memperoleh kembali logam yangdigunakan di banyak pabrik pelapisan4.
 
Penguapan memerlukan modal dan biaya energi yang tinggi, tetapi telahdipakai di beberapa tempat untuk menghemat biaya logam dan biayabahan kimia5.
 
Saringan pasir bekerja baik pada tahap penghalusan akhir sesudahpengendapan.
B. Penanganan Limbah Padat
Lumpur yang dihasilkan oleh pengolahan air buangan merupakan sumber utamalimbah padat dalam pabrik pelapisan. Sumber-sumber lain adalah dari sistemperolehan kembali larutan, sistem perolehan kembali logam dan endapansaringan. Limbah padat mengandung semua logam berat beracun yang berasaldari operasi pelapisan dan harus ditangani secara hati-hati.
 
Endapan hidroksida logam dapat larut kembali bila kena hujan pada pH 5,5 sampai6,5. Lumpur harus dihilangkan airnya dengan menggunakan saringan bertekanan,saringan sabuk atau unggun pasir pengering. Lumpur yang telah dihilangkanairnya harus disimpan pada tempat tertutup sampai dapat ditemukan tempatpenimbunan tanah yang aman dan dapat mencegah penyebaran logam karenakebocoran. Saat ini di Eropa, operator-operator industri pelapisan logammemperoleh kembali logam-logam dari Lumpur dengan teknologi ekstraksi asam.
 
MINIMISASI LIMBAH
 
A. MENGURANGI LIMBAH
P
engurangan/pencegahan limbah pada pelapisan dapat mengurangi banyak volume dankadar limbah, karena itu dapat mengurangi biaya untuk pengolahan dan biaya bahankimia yang mahal. Langkah-langkah berikut dapat digunakan untuk mengurangilimbah:1.
 
Pembilasan dengan aliran berlawanan atau penyemprotan
 2.
 
Penggunaan katup kendali aliran pada saluran penyediaan air
 3.
 
Penundaan operasi di atas penangas atau tangki pembilas supayapenirisan tuntas
 4.
 
Penggunaan tangki peniris dan atau tangki penarik, dan alat

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->