176 Dewi Kaki TunggalHal : 3 dari 53
bergerak sirna tampaklah wajahnya, yang ternyata seorang pemuda memiliki rahangkokoh, tegak dengan kepala setengah mendongak, menebar raut wajah penuhkecongkakan. Dan sepasang mata dan mulut yang terbuka memancar cahaya merahseolah ada nyala kobaran api.Pendekar 212 tersentak kaget. Ratu Randang melirik lalu berbisik.
“
Wiro, kau mengenali pemuda bermantel itu ? Aku tidak pernah melihatnya di BhumiMataram sebelumnya. Aku menduga dia adalah mahluk alam roh yang berasal darinegerimu. Yang disebut sebagai Kesatria Roh Jemputan.
”
Untuk beberapa lama Pendekar 212 tidak bisa keluarkan suara. Sepasang matamendelik mengawasi tidak berkedip, tidak percaya akan apa yang dilihatnya. Sementaraitu di depan sana sambil kacakkan dua tangan di pinggang, pemuda bermantel hitamumbar suara tawa bergelak. Anjing kecil kembali menyalak sementara Ratu Randangmerasa bagaimana suara tawa pemuda bermantel hitam dan berikat kepala kain merahmenggetarkan tanah yang dipijak dan membuat gejolak debaran di dadanya! Di dalamdukungan Wiro Ni Gatri memperhatikan penuh kebencian pada pemuda yang tertawacongkak. Lalu anak yang masih dalam keadaan bisu ini meluncur turun dari dukunganWiro.
“
Ratu,
”
akhirnya Wiro keluarkan ucapan berbisik.
“
Pemuda bermantel itu, akumemang mengenainya. Dia adalah musuh besarku di alam delapan ratus tahun silam.Dia dikenal dengan nama Pangeran Matahari. Berjuluk Pangeran Segala Cerdik, SegalaAkal, Segala ilmu, Segala Licik, Segala Congkak. Jahatnya sangat luar biasa! Aku danbeberapa orang sahabat telah membunuhnya dalam satu pertarungan hebat, di puncakGunung Merapi. Dari sikap dan gerak geriknya memang jelas manusia satu ini berada dipihak orang-orang yang telah mencelakai Raja dan rakyat Mataram. Lihat saja, dikeningnya, di bawah kain merah ikat, kepala ada delapan benjolan merah. Yang akutidak mengerti bagaimana mungkin dia bisa muncul di Bhumi Mataram ini ?!
”
(Mengenairiwayat kematian Pangeran Matahari dapat dibaca dalam serial Wiro Sableng berjudul
“
Api Di Puncak Merapi
”
)
“
Ini past! pekerjaan Sinuhun Merah Penghisap Arwah,
”
jawab Ratu Randang.
“
Mahluk roh keparat itu memiliki ilmu kesaktian dahsyat. Aku tidak tahu namanya.Dengan ilmu kesaktian itu dia bisa memanggil, mampu menghisap dan mendatang-kanroh atau arwah siapa saja yang dikehendakinya. Roh atau arwah itu kemudian dikuasaidan dikendalikan. Itu sebabnya dia dijuluki si Penghisap Arwah! Kedatangan pemudayang dijuluki Kesatria Roh Jemputan ini agaknya memang sudah direncanakan matangdan dalam waktu sangat cepat. Dibawah sirap ilmu kesaktian Sinuhun Merah diadiperintahkan menghadangmu, menghalangi semua rencana yang hendak kau lakukanuntuk menolong Raja dan rakyat Mataram.
”“
Caranya cuma satu,
”
menyahuti Wiro.
“
Membunuhku!
”“
Pasti itu yang hendak dilakukannya. Kau harus berhati-hati,
”
ucap Ratu Randangpula.Di depan sana tiba-tiba Pangeran Matahari kembali umbar tawa bergelak.
“
Pendekar Dua Satu Dua! Walau aku tertawa tapi saat ini sebenarnya aku merasasedih. Sedih karena sebentar lagi akan menyaksikan kematian dirimu. Ajal sungguhtidak memilih tempat! Siapa menyangka kalau kematianmu akan begitu melarat dan jauh dari alam asalmu! Jauh dari semua kerabat dan puluhan kekasih serta gendakmu!Bahkan gurumu si nenek bau pesing itu tidak diketahui dimana beradanya! Sungguhmenyedihkan, sang guru tidak dapat menghadiri saat kematian muridnya!
”
PangeranMatahari keluarkan suara meniru orang sesenggukan lalu dia tertawa gelak-gelak.