Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
13Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pemeriksaan Nervus Kranial

Pemeriksaan Nervus Kranial

Ratings: (0)|Views: 462 |Likes:
Published by Winda IndPra Wulur

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Winda IndPra Wulur on Aug 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/21/2013

pdf

text

original

 
PEMERIKSAAN NERVUS KRANIALIS
Pemeriksaan saraf merupakan salah satu dari rangkaian pemeriksaan neurologis yang terdiridari;1). Status mental,2). Tingkat kesadaran,3).Fungsi saraf kranial,4). Fungsi motorik,5). Refleks,6). Koordinasi dan gaya berjalan,7). Fungsi sensorik.Saraf-saraf kranial langsung berasal dari otak dan meninggalkan tengkorak melalui lubang-lubang pada tulang yang dinamakan foramina, terdapat 12 pasang saraf kranial yangdinyatakan dengan nama atau dengan angka romawi. Saraf-saraf tersebut adalah
(I)
 
Olfaktorius,
 (II)
 
Optikus,
 (III)
 
Okulomotorius,
 (IV)
 
T
roklearis,
 (V)
 
T
rigeminus,
 (VI)
 
Abd
usens,
 (VII)
 
F
asialis,
 (VIII)
 
V
esti
b
ula
 
koklearis,
 (IX)
 
G
lossofaringeus,
 (X)
 
V
agus,
 (XI)
 
A
sesorius,
 (XII)
 
H
ipoglosus.
 
Saraf-saraf kranial langsung berasal dari otak dan meninggalkan tengkorak melalui lubang-lubang pada tulang yang dinamakan foramina, terdapat 12 pasang saraf kranial yangdinyatakan dengan nama atau dengan angka romawi. Saraf-saraf tersebut adalah olfaktorius(I), optikus (II), Okulomotorius (III), troklearis (IV), trigeminus (V), abdusens (VI), fasialis(VII), vestibula koklearis (VIII), glossofaringeus (IX), vagus (X), asesorius (XI), hipoglosus(XII).Saraf kranial I, II, VII merupakan saraf sensorik murni, saraf kranial III, IV, XI dan XIImerupakan saraf motorik, tetapi juga mengandung serabut proprioseptif dari otot-otot yangdipersarafinya.
 
Saraf kranial V, VII, X merupakan saraf campuran, saraf kranial III, VII dan X jugamengandung beberapa serabut saraf dari cabang parasimpatis sistem saraf otonom.
I
.
 
D
EFINISI
.
 
Saraf-saraf kranial dalam bahasa latin adalah Nervi Craniales yang berarti kedua belas pasangan saraf yang berhubungan dengan otak mencakup nervi olfaktorii (I), optikus (II),okulomotorius (III), troklearis (IV), trigeminus (V), abdusens (VI), fasialis (VII),vestibulokoklearis (VIII), glosofaringeus (IX), vagus (X), asesorius (XI), hipoglosus (XII).Gangguan saraf kranialis adalah gangguan yang terjadi pada serabut saraf yang berawal dariotak atau batang otak, dan mengakibatkan timbulnya keluhan ataupun gejala pada berbagaiorgan atau bagian tubuh yang dipersarafinya.
II
.
 
ANAT
O
MI & FISI
O
L
O
GI
.
 
1.
S
araf 
 
Olfaktorius
(I)
.
 
Sistem olfaktorius dimulai dengan sisi yang menerima rangsangan olfaktorius.Sistem ini terdiri dari bagian berikut: mukosa olfaktorius pada bagian ataskavum nasal, fila olfaktoria, bulbus subkalosal pada sisi medial lobus orbitalis.Saraf ini merupakan saraf sensorik murni yang serabut-serabutnya berasal darimembran mukosa hidung dan menembus area kribriformis dari tulangetmoidal untuk bersinaps di bulbus olfaktorius, dari sini, traktus olfaktorius berjalan dibawah lobus frontal dan berakhir di lobus temporal bagian medialsisi yang sama.Sistem olfaktorius merupakan satu-satunya sistem sensorik yang impulsnyamencapai korteks tanpa dirilei di talamus.Bau-bauan yang dapat memprovokasi timbulnya nafsu makan dan induksisalivasi serta bau busuk yang dapat menimbulkan rasa mual dan muntahmenunjukkan bahwa sistem ini ada kaitannya dengan emosi.Serabut utama yang menghubungkan sistem penciuman dengan area otonomadalah medial forebrain bundle dan stria medularis talamus. Emosi yangmenyertai rangsangan olfaktorius mungkin berkaitan ke serat yang berhubungan dengan talamus, hipotalamus dan sistem limbik.
2
.
S
araf 
 
Optikus
(II)
.
 
Saraf Optikus merupakan saraf sensorik murni yang dimulai di retina. Serabut-serabut saraf ini, ini melewati foramen optikum di dekat arteri optalmika dan bergabung dengan saraf dari sisi lainnya pada dasar otak untuk membentuk kiasma optikum.Orientasi spasial serabut-serabut dari berbagai bagian fundus masih utuhsehingga serabut-serabut dari bagian bawah retina ditemukan pada bagianinferior kiasma optikus dan sebaliknya.Serabut-serabut dari lapangan visual temporal (separuh bagian nasal retina)menyilang kiasma, sedangkan yang berasal dari lapangan visual nasal tidak menyilang.
 
Serabut-serabut untuk indeks cahaya yang berasal dari kiasma optikum berakhir di kolikulus superior, dimana terjadi hubungan dengan kedua nukleisaraf okulomotorius. Sisa serabut yang meninggalkan kiasma berhubungandengan penglihatan dan berjalan di dalam traktus optikus menuju korpusgenikulatum lateralis. Dari sini serabut-serabut yang berasal dari radiasiooptika melewati bagian posterior kapsula interna dan berakhir di korteks visuallobus optikal. Dalam perjalanannya serabut-serabut tersebut memisahkan dirisehingga serabut-serabut untuk kuadran bawah melalui lobus parietalsedangkan untuk kuadaran atas melalui lobus temporal. Akibat dari dekusasioserabut-serabut tersebut pada kiasma optikum serabut-serabut yang berasaldari lapangan penglihatan kiri berakhir di lobus oksipital kanan dan sebaliknya.
3
.
S
araf 
 
Okulomotorius
(III)
.
 
 Nukleus saraf okulomotorius terletak sebagian di depan substansia grisea periakuaduktal (Nukleus motorik) dan sebagian lagi di dalam substansia grisea(nukleus otonom). Nukleus motorik bertanggung jawab untuk persarafan otot-otot rektus medialis,superior, dan inferior, otot oblikus inferior dan otot levator palpebra superior. Nukleus otonom atau nukleus Edinger-westhpal yang bermielin sangat sedikitmempersarafi otot-otot mata inferior yaitu spingter pupil dan otot siliaris.
4
.
S
araf 
T
roklearis
(IV)
.
 
 Nukleus saraf troklearis terletak setinggi kolikuli inferior di depan substansiagrisea periakuaduktal dan berada di bawah Nukleus okulomotorius. Saraf inimerupakan satu-satunya saraf kranialis yang keluar dari sisi dorsal batang otak.Saraf troklearis mempersarafi otot oblikus superior untuk menggerakkan mata bawah, kedalam dan abduksi dalam derajat kecil
.
5
.
S
araf 
T
rigeminus
(V)
.
 
Saraf trigeminus bersifat campuran terdiri dari serabut-serabut motorik danserabut-serabut sensorik. Serabut motorik mempersarafi otot masseter dan otottemporalis. Serabut-serabut sensorik saraf trigeminus dibagi menjadi tigacabang utama yatu saraf oftalmikus, maksilaris, dan mandibularis. Daerahsensoriknya mencakup daerah kulit, dahi, wajah, mukosa mulut, hidung, sinus.Gigi maksilar dan mandibula, dura dalam fosa kranii anterior dan tengah bagian anterior telinga luar dan kanalis auditorius serta bagian membrantimpani.
6
.
S
araf 
Abd
usens
(VI)
.
 
 Nukleus saraf abdusens terletak pada masing-masing sisi pons bagian bawahdekat medula oblongata dan terletak dibawah ventrikel ke empat saraf abdusens mempersarafi otot rektus lateralis.
7
.
S
araf 
F
asialis
(VII)
.
 

Activity (13)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
made044 liked this
Fittera Rezki liked this
Don Morrison liked this
Eka Hidayani liked this
n-g liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->