Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
2Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Peran SLB sebagai Pusat Sumber dalam Mendorong Pendidikan Inklusif

Peran SLB sebagai Pusat Sumber dalam Mendorong Pendidikan Inklusif

Ratings: (0)|Views: 997|Likes:
Published by Iman Usman Gani
Peran SLB akan menjadi lebih komplek selain sebagai pusat layanan pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus, juga sebagai pusat untuk mendorong peningkatan layanan pendidikan inklusif, sehingga SDM pada tatanan SLB akan lebih dituntut untuk meningkatkan kompetensinya sebagai pendidik juga merupakan pelopor berkembangnya pendidikan inklusif.
Peran SLB akan menjadi lebih komplek selain sebagai pusat layanan pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus, juga sebagai pusat untuk mendorong peningkatan layanan pendidikan inklusif, sehingga SDM pada tatanan SLB akan lebih dituntut untuk meningkatkan kompetensinya sebagai pendidik juga merupakan pelopor berkembangnya pendidikan inklusif.

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: Iman Usman Gani on Aug 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

11/18/2012

pdf

text

original

 
BAB IIPENDAHULUANA.
 
Latar Belakang masalah
Pada saat ini perkembangan dunia pendidikan telah berkembang dengan pesat, hal ini dapat dilihat dari paradigma pendidikan yang berubah. Perubahan paradigma ini yaitu dengan adanya perubahan kurikulum pendidikan. Dari perubahan ini berdampak pada pelayanan Pendidikan Luar Biasa.Sesuai dengan UU RI No. 20 Tahun 2003 Tentang Sisdiknas Bab. IV pasal5 ayat (1) berbunyi : ³Setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu. Dengan demikian seluruh warga negaramemiliki hak yang sama, tidak membedakan fisik, suku, agama, dll untuk memperoleh pendidikan yang bermutu. Sehingga bagi anak-anak yang mengalamikelainan fisik, mental, emosi, dan sosial (Anak-anak berkebutuhan khusus), berhak untuk memperoleh pendidikan yang bermutu.Tercantum pula pada pasal 32 ayat 1 UU RI No. 20 Tahun 2003 berbunyi :³Pendidikan khusus merupakan pendidikan bagi peserta didik yang memilikitingkat kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena kelainan fisik,emosional, mental, sosial, dan/atau memiliki potensi kecerdasan dan bakatistimewa´.Berdasarkan uraian di atas maka, sebagai landasan utama PendidikanAnak Berkebutuhan Khusus adalah perwujudan dan pengakuan atau penghormatan pada hak asasi manusia (HAM) yang merupakan kebebasanmendasar dan persamaan hidup, maka anak berkebutuhan khusus berhak untuk mendapatkan pendidikan dan hidup secara layak, mereka harus dibebaskan darisemua hambatan fisik, mental, maupun perilaku yang selama ini melekat padadirinya. Oleh karena itu manyarakat harus menghilangkan sikap diskriminatif,meningkatkan kepedulian terhadap anak berkebutuhan khusus dan memberikanakses kepada mereka untuk hidup secara layak.
 
Sebagai realisasi dari perwujudan pengakuan atau penghormatan HAMadalah terbukanya akses bagi anak berkebutuhan khusus baik secara internalmaupun eksternal (Nurkolis 2002:8) :1.
 
Akses Internal yaitu upaya untuk memberikan pendidikan yang layak kepadaanak berkebutuhan khusus sehingga memiliki pengetahuan dan ketrampilanyang memadai, karena itu Pendidikan Luar Biasa tidak boleh tertinggal dari perkembangan ilmu dan teknologi. Juga menekankan pada upaya pemupukankepercayaan diri, sehingga mempu bertindak secara layak untuk menjalanihidup dan bekerja secara wajar.2.
 
Akses Eksternal yaitu memberikan peluang seluas-luasnya dalammendapatkan kesempatan kerja, beradaptasi dalam bidang sosial, seni dan budaya, olahraga, dan lain-lain, juga sikap masyarakat memperlakukan anak  berkebutuhan khusus secara wajar dan tidak diskriminatif.Dengan demikian dampak terhadap layanan anak berkebutuhan khusus saat ini,lebih terbuka untuk mengikuti pendidikan dengan anak normal yang seusiadengan anak berkebutuhan khusus. Sehingga bagi anak berkebutuhan khusus akanmemiliki kesempatan yang sama dengan anak normal untuk mengembangkankemampuan dan potensinya. Hal ini dapat tercipta melalui pendidikan inklusif.Pendidikan inklusif adalah sistem layanan pendidikan yangmempersyaratkan agar semua anak berkebutuhan khusus dilayani di sekolahterdekat di kelas biasa bersama teman-teman seusianya, dan pada akhirnya merekamenjadi bagian dari masyarakat/sekolah tersebut. Oleh karena itu Pendidikan Luar Biasa hendaknya menjadi suatu kesatuan dengan pendidikan normal lainnya,sehingga tidak akan terjadi isolasi pada mereka yang menderita kelainan.Mengingat begitu kompleknya layanan pendidikan inklusif ini, maka padakesempatan ini penulis akan mencoba menelaah dan membahas mengenai PeranSLB sebagai pusat sumber dalam mendorong pelaksanaan Pendidikan Inklusif diKabupaten Cianjur.
B.
 
Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang akan dibahas dalam karya tulis ini adalahsebagai berikut : ³
 Bagaimanakan Peran SLB sebagai Pusat Sumber dalam Mendorong Pelaksanaan Pendidikan Inklusif?
 
C
.
 
Tujuan dan manfaat Penulisan
1.
 
TujuanBerdasarkan rumusan makalah yang telah ditetapkan, maka tujuan penulisankarya tulis ini adalah :a.
 
Untuk mengetahui bagaimana peran SLB sebagai pusat sumber dalammendorong pelaksanaan pendidikan inklusif  b.
 
Untuk mengetahui hambatan-hambatan yang dihadapi SLB sebagai pusatsumber dalam mendorong pelaksanaan pendidikan inklusif 2.
 
Manfaat PenulisanAdapun manfaat penulisan karya tulis ini adalah :a.
 
Sebagai bahan acuan bagi para guru SLB dalam melaksanakan pendidikaninklusif, dalam rangka peningkatan peran SLB sebagai pusat sumber. b.
 
Sebagai bahan alternatif model dalam pelaksanaan pendidikan inklusif, bagi SLB, yang akan memulai dengan peran sebagai pusat sumber.
D.
 
Prosedur Penulisan
Prosedur penulisan karya tulis ini, yaitu menggunakan pendekatan StudiKepustakaan dengan maksud memperoleh bahan-bahan secara teori yang berhubungan dengan permasalahan yang akan di bahas, serta melakukan analisisdi lapangan berdasarkan pengalaman langsung penulis yang berhubungan dengan pelaksanaan pendidikan inklusif, khususnya di tempat kerja penulis, yaitu diKabupaten Cianjur.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->