Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
2Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Http

Http

Ratings: (0)|Views: 388|Likes:
Published by kia_rahman5325

More info:

Published by: kia_rahman5325 on Aug 23, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

02/06/2012

pdf

text

original

 
http://www.yonokomputer.com/2011/06/faktor-faktor-yang-berhubungan-dengan.htmlFaktor-faktor yang berhubungan dengan status imunisasi dasar pada bayi
BAB I
 
PENDAHULUAN
 
A.
 
Latar Belakang
 Imunisasi merupakan salah satu strategi yang efektif dan efisien dalam sistem kesehatannasional untuk mencegah enam penyakit yang mematikan, yaitu tuberkulosis, dipteri, pertusis,tetanus, campak dan polio. Peningkatan cakupan imunisasi dalam beberapa dekade ini mampumenurunkan angka kematian dikarenakan, penyakit-penyakit yang dapat dicegah denganimunisasi. Pada tahun 2003, WHO memperkirakan lebih dari 27 juta bayi tidak memperolehimunisasi di tahun pertama usia mereka, dan 14 juta balita meninggal disebabkan oleh PD3I(Hill, Kirkwood, dan Edmong, 2004). WHO dan UNICEF menetapkan indikator cakupanimunisasi adalah 90% ditingkat nasional, dan 80% di semua kabupaten. Dalam Rencana StrategisDepartemen Kesehatan Republik Indonesia tahun 2005-2009, target
universal child immunization
(UCI) desa sebesar 98% tercapai pada tahun 2009 (Ayubi, 2006).Penyakit infeksi dan kurang gizi masih termasuk penyebab kematian balita di Indonesia,sehingga Angka Kematian Bayi (AKB) masih tinggi, yaitu 52 perseribu kelahiran hidup padatahun 2006. Namun begitu, AKB tersebut telah menurun jauh dibandingkan pada 1970 yangmencapai 145 perseribu kelahiran hidup, berkat program imunisasi dari pemerintah kepada balitasecara gratis di Puskesmas sejak 1977. Program imunisasi itu meliputi BCG (anti tuberkulosis),tetanus, polio, campak, dipteri (anti infeksi saluran pernapasan), pertusis (anti batuk rejan), danhepatitis B, selain didukung pemberian gizi cukup seperti air susu ibu, makanan bervitamin,maupun buah-buahan (Amdani, 2004).
 
M
enurunnya AKB dalam beberapa waktu terakhir, memberi gambaran adanya peningkatan dalam kualitas hidup dan pelayanan kesehatan masyarakat. Penurunan AKBtersebut antara lain disebabkan oleh peningkatan cakupan imunisasi bayi, peningkatan cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan, penempatan bidan di desa, dan meningkatnya proporsi ibudengan pendidikan yang lebih tinggi (Depkes RI, 2004).Kegiatan imunisasi di Indonesia dimulai di Pulau Jawa dengan vaksin cacar pada tahun1956. Pada tahun 1972, Indonesia telah berhasil membasmi penyakit cacar. Selanjutnya mulaidikembangkan vaksinasi antara cacar dan BCG. Pelaksanaan vaksinasi ini ditetapkan secaranasional tahun 1973. Bulan April 1974, Indonesia resmi dinyatakan bebas cacar oleh WHO. Padatahun yang sama, dilakukan studi pencegahan terhadap tetanus neonatorum dengan memberikansuntikan tetanus toksoid (TT) pada wanita dewasa di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Tahun 1976mulai dikembangkan imunisasi DPT di beberapa kecamatan yang didahului oleh Pulau Bangkadi Sumatera Selatan. Tahun 1977 ditentukan sebagai fase persiapan Pengembangan ProgramImunisasi (PPI). Tahun 1980 program imunisasi rutin terus dikembangkan dengan memberikantujuh jenis antigen, yaitu BCG, DPT, Polio, Campak, Hepatitis B, TT, dan DT (Depkes RI,2005).Cakupan imunisasi nasional selama tahun 2004 adalah ; BCG (97,9%), DPT1 (97,2%),DPT3 (91,1%), Campak (89,6%), Polio 4 (90,5%), dan Hepatitis B (72,0%) (Depkes RI, 2005).Cakupan imunisasi nasional pada tahun 2005 adalah ; BCG (87,7%), DPTI (79,9%), DPT3(75,7%), Campak (85,4%), Polio 4 (77,1%), dan Hepatitis B (72,1%) (Depkes RI, 2003).Bila imunisasi dasar dilaksanakan dengan lengkap dan teratur, maka imunisasi dapatmengurangi angka kesakitan dan kematian balita, sedangkan yang dimaksud imunisasi dasar lengkap adalah telah mendapat semua jenis imunisasi dasar pada waktu bayi berusia 11 bulan.
 
Sedangkan bayi yang sama sekali tidak diimunisasi tentu kekebalannya lebih rendah dari pada bayi yang melakukan imunisasi (Ibrahim, 1991).Target cakupan imunisasi nasional tahun 2005 adalah BCG (90%), DPT 1 (95%), DPT 2(90%), DPT 3 (85%), Polio 1 (95%), Polio 2 (90%), Polio 3 (90%), polio 4 (85%), HB 1 (90%)HB 2 (85%), HB 3 (80%) dan campak (90%) (Depkes 2005). Dari data cakupan imunisasi diPropinsi Bengkulu dari beberapa puskesmas untuk mencapai target imunisasi antara lain : puskesmas Beringin Raya yang masih rendah cakupan imunisasi adalah BCG (45%) DPT 1(44%), DPT 2 (36%), DPT 3 (40%), polio 3 (41%), Polio 4 (27%), puskesmas sawah lebar masihrendah cakupan imunisasi HB 2 (42%), HB 3 (39%), Puskesmas Kandang masih rendahcakupan Imunisasi yang mendapat BCG (70%), DPT 1 64%), DPT 2 (50%), DPT 3 (57%), Polio1 (73%), Polio 2 (65%), Polio 3 (66%), Polio 4 (60%), HB 2 (62%), HB 3(51%), Campak 77%.Dari beberapa puskesmas, puskesmas Basuki rahmad dengan jumlah bayi 744 yang masihrendah cakupan Imunisasi antara lain : BCG (27%), DPT (25%), DPT 2 (19%), DPT 3 (25%),Polio 1 (30%) Polio 2 (29%), Polio 3 (28%), Polio 4 (31%), HB 2 (28%), HB 3 (26%) danCampak (21%). Dari data tahun 2006 tersebut di puskesmas belum mencapai target yangditentukan oleh WHO. Sudah dilakukan pada usia 11-12 bulan survey awal pada tanggal 13
M
aret 2007 yang mendapat imunisasi lengkap 390 bayi yang tidak lengkap 346 bayi, 8 bayi yangtidak mendapat imunisasi yang tercatat di register puskesmas Basuki Rahmad.Dari faktor-faktor tersebut menurut Wahana (2001) umur ibu yang kurang 30 tahuncenderung imunisasinya lengkap sedangkan umur ibu lebih 30 tahun imunisasinya tidak lengkap.Jumlah anak menurut Wahan (2001) bahwa ibu yang mempunyai anak kurang dari 2 imunisasianaknya lengkap sedangkan ibu yang mempunyai anak lebih dari 3 imunisasinya tidak lengkap,faktor-faktor yang mempengaruhi status imunisasi dasar mencakup umur, pendidikan, jumlah

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->