Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Makalah Bk - Makna Belajar

Makalah Bk - Makna Belajar

Ratings: (0)|Views: 740 |Likes:
Published by rinosnipper7

More info:

Published by: rinosnipper7 on Aug 23, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/08/2013

pdf

text

original

 
KATA PENGANTAR 
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkatrahmat dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan sempurna, walaupundalam penyusunannya ditemukan masih banyak kekurangan. Terima kasih kepada teman-temansemua karena dalam proses pembuatan makalah ini semua bekerja dan saling membantu, terimakasih juga kami haturkan kepada semua pihak yang turut membantu hingga rampungnyamakalah kami.Makalah ini menyajikan tentang “Makna Belajar”, Dimana setiap manusia harus fahamakan arti belajar tersebut. Seperti pernyataan dari seorang Andreas Harefa yang berbunyi
Tugas pertama manusia dalam proses menjadi dirinya yang sebenarnya adalah menerimatanggung jawab untuk menjadi pembelajar bukan hanya di gedung sekolah dan perguruantinggi, tetapi terlebih penting lagi dalam konteks kehidupan.
. Untuk itulah maknailah belajarmu.Kami berharap makalah ini akan sangat berguna bagi kita semua dan bisa menjadi bahanacuan dan bahan belajar yang baik dan yang memenuhi standar.1
 
1.PENDAHULUAN
Setiap orang belajar. Anak-anak, mahasiswa, bahkan orang tua tak terkecuali. Setiap manusia belajar dengan caranya sendiri. Ada yang belajar dengan cara menghadiri perkuliahan, ada yang banyak membaca buku apa saja, serta ada yang belajar dari cerita dan pengalaman hidup orang.Belajar merupakan tradisi umat manusia.Sebagai seorang pelajar, apa yang terbayang di benak Anda ketika mendengar kata belajar?Mungkin jawabannya bisa berbeda-beda. Tergantung cara pandang kita terhadap belajar itusendiri. Sebagian membayangkan duduk dan mendengarkan ucapan bapak/ibu guru sambilmengantuk. Tugas-tugas yang bertumpuk. Ancaman mendapat nilai rendah atau malah di-DO.Setidaknya ada beberapa hal yang disepakati. Pertama belajar bukanlah pekerjaan yangmeyenangkan. Kedua belajar Anda lakukan seringkali karena terpaksa. Apakah terpaksa lulus,atau terpaksa supaya dapat ijazah. Belajar menjadi kehilangan maknanya. Boleh saja Andamembantah pemyataan di atas. Tapi saya akan membuktikan bahwa Anda tidak lebih baik dariseorang bayi yang juga belajar seperti Anda.
1.1LATAR BELAKANG
Pernahkah Anda memperhatikan seorang bayi belajar berjalan? Dengan keberanian yangdimilikinya, ia melangkahkan kaki selangkah demi selangkah. Namun apa hendak dikata bayitersebut jatuh tersungkur. Tapi, ia pantang menyerah. Tersungkur satu kali, dua kali, bahkan puluhan kali tidak membuatnya jera untuk terus melangkah dan melangkah. Akhirnya, dalamwaktu yang relatif singkat sang bayi sudah dapat berjalan sendiri.Bagaimanakah bayi tersebut bisa belajar berjalan dengan sukses? Pertanyaan ini cukup menarik untuk dijawab. Seorang bayi tidak pernah diinstruksikan oleh orang tuanya atau siapa saja untuk  belajar berdiri tegak, menjaga keseimbangan, atau menyuruhnya berjalan pelan-pelan supayatidak jatuh. Tidak, sekali-kali tidak. Bayi tidak pernah diberi bimbingan macam-macam. Padahal berjalan adalah suatu kegiatan kompleks yang merupakan gabungan dari koordinasi gerak tubuh,keseimbangan dan kestabilan. Bayi itu temyata berhasil melakukan tugas sulit tersebut tanpamendapatkan petunjuk teknis yang dibutuhkan.Sedikitnya ada dua hal yang membuat sang bayi berhasil. Pertama, ia tidak pemah mengenalkonsep kegagalan. Ia hanya tahu untuk mencoba dan mencoba belajar dari pengalamannyasendiri. Ia tidak mau tersungkur untuk selama-lamanya. Kedua, sang bayi selalu mendapatdukungan positif. Ketika ia jatuh orangtuanya berkata, “Ayo nak berdiri lagi. Mama akanmembantumu.” Dan ketika ia berhasil, semua orang bergembira dan memberi selamat ataskeberhasilannya.Sekarang mari kita bandingkan dengan apa yang terjadi dengan diri Anda sekarang.Ketika guru mulai menerangkan pelajaran, mungkin Anda sudah berpikir kapan pelajaran akanusai. Ketika tugas diberikan, Anda mungkin dongkol dengan guru yang dianggap kelewatandalam memberi tugas. Dan saat menjelang ujian, jika Anda termasuk golongan pelajar kebanyakan, Anda akan mulai sibuk mencari fotokopi catatan di sana-sini, pinjam buku di perpustakaan, dan mulai menyiapkan kopi buat begadang. Dan ketika ujian berlangsung, Andamerasakan tekanan yang luar biasa. Belajar menjadi sebuah beban yang terpaksa Anda lakukan.Anda belajar karena hal itu sebuah tradisi. Anda belajar karena ingin lulus, bukan karena Andamemang mencintai belajar. Cara dan gaya Anda belajar tidak lebih baik dari apa yang bisadilakukan oleh seorang bayi. Semakin meningkatnya umur bukannya memberikan Anda cara dan2
 
gaya belajar yang lebih kreatif. Hari demi hari, Anda terjebak dalam rutinitas belajar yangmembosankan.Setelah lulus apa yang terjadi? Ternyata Universitas atau kampus-kampus sering kesaldengan para fresh graduate ini. Para lulusan dianggap tidak memiliki pengetahuan danketrampilan yang cukup untuk menghadapi dunia nyata yang harus dihadapinya. Anda harusditraining kembali untuk kuliah. Padahal Anda telah belajar bertahun-tahun. Enam tahun untuk SD, tiga tahun untuk SMP dan tiga tahun untuk SMA Tapi itulah yang terjadi. Hasil belajar Andatidak dihargai. Anda hanya dihargai dari selembar ijazah sebagai prasyarat untuk melamar kerjanantinya. Selebihnya, Anda harus bersaing lagi, Anda harus dites lagi dan akhirnya, Anda malahdi-training kembali.Ternyata, ada yang salah dalam proses pendidikan kita sekarang. Seorang sarjana teknik  jadi pengusaha. Lulusan ekonomi jadi wartawan. Tamatan ilmu komputer bekerja di bank.Memang hal itu sah-sah saja, tapi rasanya ilmu yang didapatkan menjadi kurang berguna.Kita perlu mengubah semua kejadian tadi. Kita perlu belajar kembali tentang bagaimana caranya belajar.
1.1RUMUSAN MASALAH
1.Bagaimana cara memaknai belajar kita?2.Bagaimana makna belajar itu?
1.1TUJUAN PENULISAN
Dalam penulisan yang dilakukan untuk menyusun makalah ini memiliki beberapa tujuanyang diharapkan dapat bermanfaat bagi semua pihak yang membutuhkan, diantaranya:1.Untuk mengetahui cara memaknai belajar 2.Untuk mengetahui makna-makna belajar dari para ahli3

Activity (4)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
guncakes liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->