KEUTAMAAN MENGINGAT MATI
Mati adalah sesuatu perkataan yang paling ditakuti oleh hampir setiap manusia. Setiap orang, juga binatang takut mati, kecuali beberapa manusia yang sudah putus asa dalam kehidupan ini, yangingin segera mati. Wajar sekali kalau manusia takut mati, sebab mati berarti berpisah dengan segalayang ia miliki atau senangi, berpisah dengan segala yang disayangi atau dicintai. Berpisah dengan anak dan isteri serta kekasih. Berpisah dengan bapak atau ibu, berpisah dengan harta dan pangkat, berpisahdengan dunia dan segala isinya.Semua orang takut mati, tetapi ada yang berlebihan sekali, ada pula yang takutnya itu sedikitsaja, bahkan ada yang tak takut sama sekali, malah berani dan ingin mati. Ketakutan terhadap matiadalah karena dua hal :
•
Karena kurang atau tidak adanya pengetahuan tentang mati, keadaan mati dan keadaan selepasmati adalah gelap. Semua orang takut menempuh tempat yang gelap dan tidak diketahui.
•
Karena doa dan kesalahan yang sudah bertumpuk dan tidak bertaubat, sehingga mendengar katamati sudah terbayang azab dan siksa yang diperolehnya, akibat dosa dan kesalahan tadi.Agama Islam melarang orang ingin cepat mati, agar dapat hidup melakukan kebaikan sebanyak- banyaknya. Dan kalau ingin hidup lama adalah dengan tujuan agar dapat semakin banyak melakukankebaikan, bukan pula untuk dapat lebih banyak menumpuk kenikmatan harta dan kekayaan sertaketurunan.Ada beberapa petunjuk Rasullullah saw untuk selalu zikrul maut (ingat akan mati) ini, antara lain :1.
Perintah memperbanyak mengingati mati :
"Perbanyaklah mengingat-ingat sesuatu yang melenyapkan dan menjadikannya segala macamkelezatan (kematian)." (Riwayat At-Turmudzi)
2.
Kematian sebagai penasihat pada diri sendiri :
"Cukuplah kematian itu sebagai penasihat." (Riwayat Ath-Thabrani dan Baihaqy)
3.
Orang yang berilmu ialah orang yang banyak mengingati mati :
"Secerdik-cerdik manusia ialah yang terbanyak ingatannya kepada kematian serta yang terbanyak persiapannya untuk menghadapi kematian itu. Mereka itulah orang-orang yang benar-benar cerdik dan mereka akan pergi ke alam baka dengan membawa kemuliaan duniadan akhirat." (Riwayat Ibnu Majah dan Abid Dunya)
Agar selalu ingat kepada kematian perlu dilakukan perkara-perkara berikut :1.
Mengunjungi orang sakit, sebab ujung dari penyakit ini tidak lain adalah kematian. Dari itu kitaselalu waspada dan berhati-hati.2.
Melakukan ziarah kubur, sebagaimana sabda Rasullullah :
"Lakukanlah ziarah kubur karena ia mengingatkan mati." (Riwayat Muslim)
3.
Merasakan diri selalu diawasi Allah SWT dimana saja kita berada. Oleh karena itu, sentiasalah beramal yang baik. Rasullullah saw bersabda :
"Seutama-utama iman seseorang itu ialah bahwa ia mengetahui dengan sungguh bahwa AllahSWT itu ada bersama dengannya di manapun ia berada." (Riwayat 'Ubadah bin Shamit)
4.
Sadarilah bahwa perasaan kita sering disaksikan oleh anggota badan kita sendiri, yakni olehlidah, tangan, kaki, kulit, telinga, mata dan hati. Hal ini difahamkan Allah dalam Al-Qur'anyang berbunyi :
"Pada hari (ketika) lidah tangan dan kaki mereka menyaksikan atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan." (QS An-Nur: 24)
5.
Begitu pula agar disadari bahwa perasaan kita selalu disaksikan. Dilihat dan diikuti oleh siangdan malam bumi tempat kita berpijak, langit serta malaikat Raqib dan Atib dan malaikat-malaikat lainnya. Allah SWT berfirman :