Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
11Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kemampuan Cara Berpikir Dasar

Kemampuan Cara Berpikir Dasar

Ratings:

5.0

(2)
|Views: 3,433|Likes:
Published by iebekasep

More info:

Published by: iebekasep on Sep 29, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/19/2012

pdf

text

original

 
 
PEBE
BERSAMA BER 
2008
 
GANTAR CARPIKIR DASAR
 
UANG BERSATU MELAWAN TUNTASKAN REVOLUSI DE
IEBE PA
OKRATIK 
RASIT
 
 
BERSAMA BERJUANG BERSATU MELAWANTUNTASKAN REVOLUSI DEMOKRATIK 
Page
1
of 
33
 
I. PENDAHULUAN1. Apakah Filsafat itu?
Banyak orang mengira bahwa filsafat itu tidak dapat atau sulit dimengerti oleh rakyatbiasa, dan merupakan salah satu mata kuliah yang paling sulit dan abstrak di dalam perguruantinggi. Dengan kata lain, filsafat itu di pandang sebagai sesuatu yang tak ada atau sedikitsekali hubungannya dengan kehidupan manusia sehari-hari. Padahal tidak demikian. Padasetiap hari dapat kita jumpai jejak-jejak atau potongan-potongan pikiran filsafat.Si A yang sudah puluhan tahun merantau di luar negeri pada suatu waktu berkenanuntuk pulang ke tanah air Indonesia. Begitu tiba di Jakarta ia dikejutkan dengan wajah betawi yang baru sama sekali baginya, sehingga ia tidak mengenali lagi kampung-kampung yang iatempati puluhan tahun yang lalu. Jalan-jalan kini lebar-lebar dan licin, bermalang melintang danpenuh dengan berbagai kendaraan bermotor yang membisingkan, gedung-gedung pencakarlangit pun menjulang di sana-sini dengan aneka lampu neon yang memberikan pandangan indahpada malam hari, banyak pusat pusat perbelanjaan, Super market atau plaza di samping pasarloak dan kaki lima. Pendek kata, betawi sekarang tidak jauh beda dengan kota-kota besar diEropa dan Amerika sana, walaupun nampak sangat jorok dengan tumpukan sampah di mana- mana, yang tak pernah dijumpainya di jaman kolonial. Tetapi yang lebih mengejutkan dan juga membanggakan ialah bahwa penguasa kolonial telah tidak ada lagi, penguasa bangsa sendiripunternyata mampu menjalankan roda pemerintahan. Polisi dan tentara juga tidak kalah galak danbengisnya dari pada polisi dan tentara di jaman kolonial. Ketika ia di tengah tengah kerabatnyaia mendapati kenyataan banyak di antara mereka yang sudah meninggal dan ada yang menjadipembesar dan kaya raya, dst.Hasil pengamatan seperti ini telah memberikan kesan yang mendalam kepadanya bahwasegala sesuatu itu berubah, tidak langgeng. Dan pikiran bahwa SEGALA SESUATU ITUBERUBAH, TIDAK LANGGENG ini adalah sepotong pikiran filsafat, menurut ilmufilsafat inilah pikiran dialektis, yang merupakan bagian dari suatu sistim filsafat dialektika.Mari kita lanjutkan contoh di atas tadi. Pada suatu ketika si A tadi yang setelah beberapawaktu kembali ke tanah air, memperhatikan lebih dalam kehidupan rakyat kecil, kehidupankaum buruh, kaum tani dan kaum miskin di perkotaan, serta pengrajin dan nelayan, dan
 
Page
2
of 
33
 
 mengetahui bahwa nasib mereka tetap miskin dan sengsara. Di lain pihak, ia melihat pemilik-pemilik modal raksasa asing (kaum Imperialis) masih tetap merajalela dan bahkan menguasaikehidupan perekonomian dan keuangan Indonesia walaupun pemerintahan kolonial sudah tidak ada lagi. Kenyataan-kenyataan yang keras ini telah memberikan suatu kesan padanya bahwasegala sesuatu TETAP TIDAK BERUBAH, SEMUA TETAP DAN LANGGENG.Pikiran semacam inipun, merupakan sepotong pikiran filsafat. Dan dalam ilmu filsafat inidikenal dengan pikiran stastis, merupakan sebagian dari sistim filsafat metafisika, dalampengertian non-dialektis.Dari contoh di atas dapat kita ketahui dengan jelas bahwa suatu pikiran filsafat itudilahirkan dari pikiran-pikiran yang hidup dalam perjuangan manusia sehari-hari untuk  mempertahankan dan memperbaiki kehidupannya dan mempertinggi martabat kemanusiaan.Sungguhpun demikian, pikiran filsafat tidaklah sama dengan pikiran yang hidup sehari-hari. Diantara keduanya terdapat perbedaan kualitas atau sifat. Sebagaimana yang kita ketahui daricontoh di atas itu, bahwa pikiran sehari-hari itu adalah KHUSUS dan KONGKRIT, misalnya "wajah jakarta berubah", "keadaan politik di Indonesia berubah", "nasib kaum tani danburuh di indonesia tetap miskin dan sengsara", "penanaman modal asing di Indonesia semakinbesar", dsb. Sedangkan pikiran filsafat, yang merupakan penyimpulan dari pikiran-pikiransehari-hari yang mencerminkan kenyataan-kenyataan khusus dan kongkrit, dan bersifat hakiki,umum dan abstrak.Kembali pada contoh di atas. bahwa si A pada situasi tertentu timbul kesan: "segalasesuatu senantiasa berubah", tapi pada situasi lain timbul kesan sebaliknya. Lalu bagaimanasebenarnya, apakah segala sesuatu itu berubah atau tidak berubah? Bagi si A yang tidak pernahbelajar filsafat atau tidak punya pegangan pada suatu sistim filsafat tertentu, sudah tentu menjadi bingung dan tidak dapat menjawabnya, dan ia akan selalu diombang-ambing olehperkembangan situasi.
DI SINILAH LETAK SALAH SATU ARTI PENTING DARIHUBUNGAN FILSAFAT DENGAN KEHIDUPAN KITA SEHARI-HARI, APA LAGI BAGI KAUM PROGRESIF-REVOLUSIONER 
.Mungkin ada kawan yang mengatakan bahwa kenyataan menunjukkan, orang yangtidak belajar filsafat atau tidak memiliki sistim filsafat tertentu toh juga bisa hidup. Memang,tidak memiliki sistim filsafat tertentu bukan berarti tidak bisa hidup, tapi hidupnya akan selalu

Activity (11)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Tri Velyna liked this
Dio Desantro liked this
Asih Cuantik added this note
tambah lagi koleksi buku2 yg lebih bagus...sukses selalu
Pun Auf liked this
Cigo Sosialisme liked this
nerailkobah liked this
nerailkobah liked this
rakapoethra liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->