Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
36Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Makalah Jurnal TP Gabah San CC Boi Net

Makalah Jurnal TP Gabah San CC Boi Net

Ratings:

4.5

(8)
|Views: 1,950 |Likes:
Published by mazterijo
please visit http://santosa764.wordpress.com
please visit http://santosa764.wordpress.com

More info:

Published by: mazterijo on Sep 30, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/13/2013

pdf

text

original

 
PENILAIAN SIFAT FISIK DAN MUTU GABAH TERHADAP PRODUKSIBERAS DI KOTA PADANG SUMATERA BARATSantosa
1
, Charmyn Chatib
1
, dan Boi Halomoan
2
ABSTRAK 
Telah dilaksanakan penelitian di Kenagarian Bandar Pudiang, Kecamatan Kuranji,Kota Padang Sumatera Barat, pada bulan Juli sampai dengan Agustus 2005. Penelitiantersebut dilakukan dengan tujuan : (1) mendapatkan deskripsi parameter fisik gabah, (2)mendapatkan deskripsi parameter fisik beras, (3) mendapatkan tingkatan mutu gabah, dan(4) mendapatkan tingkatan mutu beras yang dihasilkan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (a) pada ketiga varietas padi dapatdiidentifikasikan karakteristik fisik bentuk dan ukuran dalam kelompok langsing dansangat panjang;
bulk density
gabah IR – 42 sebesar 0,55 kg/l, Cisokan sebesar 0,54 kg/l,dan Saribu Gantang sebesar 0,54 kg/l;
angle of repose
untuk gabah IR – 42 sebesar 33,33
o
, Cisokan sebesar 28,67
o
, dan Saribu Gantang sebesar 32,33
o
;
angle of friction
untuk gabah IR – 42 sebesar 25,67
o
, Cisokan sebesar 22,33
o
, dan Saribu Gantang sebesar 26,67
o
, (b) pada ketiga varietas beras dapat diidentifikasikan karakteristik fisik bentuk untuk IR – 42 dan Cisokan dikelompokkan dalam kelompok lonjong sedangkan untuk Saribu Gantang dikelompokkan dalam kelompok langsing; karakteristik ukuran beras IR  – 42 dan Cisokan dikelompokkan dalam kelompok sedang, dan Saribu Gantangdikelompokkan dalam kelompok panjang;
bulk density
beras IR – 42 sebesar 0,78 kg / l,Cisokan sebesar 0,78 kg / l dan Saribu Gantang sebesar 0,78 kg / l;
angle of repose
untuk  beras IR – 42 sebesar 25,67
o
, Cisokan sebesar 23,67
o
, dan Saribu Gantang sebesar 27,00
o
;
angle of friction
untuk beras IR – 42 sebesar 20,33
o
, Cisokan sebesar 19,33
o
, danSaribu Gantang sebesar 21,67
o
, (c) mutu dari gabah kering giling untuk ketiga varietasgabah di Kota Padang termasuk ke dalam mutu II, dan (d) mutu dari beras yangdihasilkan di Kota Padang diindikasikan termasuk ke dalam mutu IV.
PENDAHULUANLATAR BELAKANG
Beras merupakan golongan biji-bijian yang utama di dunia, mencakup sekitar 22,7 % dari luas pertanamannya atau 22,8 % dari total produksi biji-bijian di dunia. Berasditanam dilebih dari 122 negara di dunia yang sebagian besarnya merupakan negara-negara yang sedang berkembang, termasuk Indonesia (Adiratma, 2004).
1
Staf Pengajar Program Studi Teknik Pertanian Jurusan Teknologi Pertanian Fakultas PertanianUniversitas Andalas
2
Alumni Jurusan Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Andalas
1
 
Usaha peningkatan produksi beras dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhankonsumsi dalam negeri serta untuk mengurangi jumlah beras impor yang setiap tahunnyamemerlukan devisa dalam jumlah yang cukup besar. Walaupun pada tahun 1984Indonesia telah berhasil mencapai swasembada beras melalui perjuangan panjang yangtidak sedikit hambatannya. Tingkat konsumsi beras per kapita penduduk Indonesia padatahun 1984 baru mencapai 117 kg / orang / tahun. Sementara pada tahun 2002 tingkatkonsumsi beras per kapita sudah mencapai sekitar 155 kg / orang / tahun (Prasetyo,2003).Dengan teknologi maju dan kultur teknis yang baik pada saat sekarang kita dapatmeningkatkan produksi gabah petani diatas 10 ton / ha. Untuk menunjang peningkatan produksi gabah tersebut perlu adanya perbaikan-perbaikan dari cara pengolahan dan penyediaan fasilitas-fasilitas pengolahan yang lebih baik, sehingga dengan demikiansasaran untuk berswasembada pangan akan dapat dicapai (Bulog, 1981).Menurut Andoko (2002) dan Adiratma (2004), beras atau gabah memiliki beberapa arti yang penting bagi negara Indonesia antara lain (1) sebagai makanan pokok  penduduk mempunyai nilai gizi yang relatif lebih baik, (2) sebagai suatu komoditi yangdapat dijadikan ukuran harga atau nilai kebutuhan lainnya, (3) dapat merupakan ukuran prestise individu, keluarga, budaya seseorang atau bangsa, (4) bagi suatu pemerintahmerupakan ukuran kekuatannya sebagai alat tawar menawar politik untuk mempertahankan kekuasaannya, dan (5) mempunyai nilai Pertahanan dan Keamanan(HANKAM).Untuk mengimbangi usaha peningkatan produksi padi, diperlukan pula peningkatan dalam usaha perawatan pengolahan setelah panen yang disebut dengan pascapanen, yang meliputi perontokan, pengeringan, pembersihan, penggilingan, pengemasan, pengangkutan dan penggudangan / penyimpanan beras (Prasetyo, 2003).Penanganan pascapanen yang dimulai dari tingkat petani merupakan titik awal penting untuk menjamin peningkatan pendapatan dan kesejahteraan mereka. Kegagalan penanganan pascapanen pada tingkat petani ini dapat mengakibatkan rendahnya mutuhasil dan tingginya tingkat susut atau kehilangan hasil dan kerusakan gabah dan beras.Secara umum petani telah mampu meningkatkan produksi pangannya khususnya padi. Hal ini karena berbagai kegiatan teknik produksi sudah mendapat perhatian dan2
 
diterapkan petani secara baik, sedangkan masalah setelah panen belum diperhatikan oleh petani. Keadaan ini erat sekali hubungannya dengan tingginya kehilangan hasil dan penurunan mutu.Padi biasanya dipanen pada waktu kadar airnya masih cukup tinggi. Untuk mencapai kualitas giling yang baik dipanen dengan kadar air berkisar antara 20 % sampai26 %. Apabila padi dibiarkan turun kadar airnya sampai 20 % pada waktu panen, akanterjadi
creacking 
atau keretakan butir padi dan pada waktu penggilingan persentase patahakan menjadi lebih besar. Sebaliknya, padi yang lebih tinggi kadar airnya pada waktu panen, misalnya karena cuaca lembab akan menyebabkan bagian dalam padi akan bertunas atau ditumbuhi jamur dan warnanya memucat (Tjiptadi dan Nasution, 1976).Hasil gilingan juga dipengaruhi oleh varietas, bentuk, ukuran dan warna dari butir gabah. Gabah yang berbutir panjang akan menghasilkan beras patah yang tinggidibandingkan dengan gabah yang berukuran pendek. Bentuk dan warna butir gabahmenentukan kualitas dari beras. Beras yang panjang dan putih jernih mengkilatmerupakan beras kualitas baik, sedangkan yang isinya berwarna putih susu tergolong beras yang kurang baik kualitasnya.Pratomo (1976) mengungkapkan bahwa sewaktu padi mengering, terjadi penurunan kadar air dari bagian tengah butir yang mempunyai kandungan air lebih tinggike bagian luar butir dengan kadar air lebih rendah, sehingga akhirnya tercapaikeseimbangan kandungan air dalam butir gabah.Penggilingan dan pengolahan bijian sangat dipengaruhi oleh karakteristik fisik dan mekanis, yaitu bentuk, ukuran,
bulk density
,
angle of repose
, dan
angle of friction
.Hal ini sangat mempengaruhi bijian dalam penggilingan dan pengolahannya, terutamadalam penyimpanan di gudang. Karakteristik mekanis yaitu pengaruh beban
impact 
terhadap bijian dan beban
impact 
akan mempengaruhi bentuk beras yang dihasilkan sertamutu beras yang dihasilkan.Hasil dari penggilingan padi biasanya disimpan di dalam gudang. Sehingga selaludiusahakan penyimpanan berupa padi dan gabah sejauh mungkin dari tempat penyimpanan beras, karena beras mudah diserang hama beras tumbuk (Soemartono
et al 
.,1977). Pengolahan adalah mempersiapkan dan membuat padi / gabah menjadi beras.3

Activity (36)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Gani Supriyanto liked this
Niza Nadianda liked this
Ros Acce liked this
Lila Kurniati liked this
Lila Kurniati liked this
BhaktiHDwiC liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->