Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
17Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Makalah Jurnal TP San CC Dicki

Makalah Jurnal TP San CC Dicki

Ratings:

4.57

(7)
|Views: 1,839 |Likes:
Published by mazterijo
Please visit http://santosa764.wordpress.com
Please visit http://santosa764.wordpress.com

More info:

Published by: mazterijo on Sep 30, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/17/2013

pdf

text

original

 
1
UJI TEKNO-EKONOMI ALAT PENGERING TIPE
TUNNEL
UNTUK PENGERINGAN MAKANAN TRADISIONAL
 BATIAH 
DENGAN SUMBER ENERGI SURYA
Santosa
*)
, Charmyn Chatib
*)
, dan Dicki Zainawar 
**)*)
Staf Pengajar Program Studi Teknik Pertanian, Jurusan Teknologi Pertanian, FakultasPertanian, Universitas Andalas
**)
Alumni Program Studi Teknik Pertanian, Jurusan Teknologi Pertanian, FakultasPertanian, Universitas Andalas
ABSTRAK 
 Batiah
merupakan makanan tradisional khas Sumatera Barat, mirip dengan
rengginang 
di Jawa. Telah dilaksanakan penelitian tentang pengeringan
batiah
dengan alat pengering tipe lorong (
tunnel 
) dengan sumber energi surya, diLaboratorium Teknik Pertanian Jurusan Teknologi Pertanian Fakultas PertanianUniversitas Andalas Padang pada bulan Juli sampai dengan Agustus 2006.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja alat pengeringtipe
tunnel 
terhadap pengeringan
batiah
, menggunakan metode eksperimendengan tiga kali ulangan kemudian dilakukan analisis data dengan metode rataan.Parameter yang diamati adalah (1) penurunan kadar air bahan selama pengeringan, (2) laju penguapan air, (3) perubahan suhu selama pengeringan, (4)waktu pengeringan, (5) kapasitas pengeringan, (6) kebutuhan energi, (7) efisiensi penggunaan panas, dan (8) analisis biaya pengeringan.Hasil penelitian memperlihatkan bahwa waktu pengeringan
batiah
adalah8 jam, dengan kadar air awal 40,3 %, kadar air akhir 10,03 % dengan laju penguapan 0,4 gram/jam. Laju energi yang dihasilkan dari kolektor adalah10.877,076 kJ/jam, laju energi yang digunakan untuk memanaskan udara pengering sebesar 2963,57 kJ/jam, laju energi untuk menguapkan air sebesa2103,29 kJ/jam, dan laju energi sisa sebesar 5810,22 kJ/jam. Efisiensi pengeringannya adalah 19,33 %, efisiensi pemanasan 27,25 %, sedangkanefisiensi penguapan 70,97 %.Biaya pokok pengeringan
batiah
Rp 3050,21/kg, BEP sebesar 446kg/tahun, dan
 
kualitas
batiah
yang dihasilkan oleh alat pengering tipe
tunnel 
inilebih baik dari kualitas
batiah
yang dikeringkan oleh pengusaha secara tradisional baik dari segi warna, aroma dan kebersihannya. Secara visual penampakan produk lebih baik dari cara pengeringan secara tradisional.Kata Kunci : Alat Pengering, Tekno-Ekonomi,
 Batiah
 
2
PENDAHULUAN
 Batiah
merupakan salah satu produk olahan yang sudah dikenal diSumatera Barat. Pada umumnya
batiah
diproduksi oleh masyarakat di KabupatenLima Puluh Kota atau lebih tepatnya daerah Payakumbuh. Selain Payakumbuh,masih ada lagi daerah yang memproduksi produk olahan ini, yaitu di KabupatenTanah Datar khususnya di Nagari Rambatan. Produksi
batiah
di Nagari Rambatanini masih tergolong kecil, karena masyarakat yang membuatnya sangat sedikitatau dengan jarak tempat usaha yang sangat jauh.Di Payakumbuh, kebanyakan masyarakat memproduksi
batiah
dalamskala industri-industri kecil, dengan menggunakan tenaga kerja ibu-ibu rumahtangga yang sangat cekatan dan terampil. Tidak sedikit
batiah
berkualitas tinggiyang telah dikemas dihasilkan dalam industri kecil ini. Dalam sehari pengolahan, jika cuaca panas bisa menghasilkan 20 kg
batiah
 basah, diperkirakan mencapai puluhan bungkus. Tetapi jika hari hujan, kegiatan produksi akan terganggu karena pengeringan tergantung pada sinar matahari. Jadi bisa dikatakan bahwa permasalan yang paling utama dalam pengolahan produk olahan ini adalahketersediaan sinar matahari, karena pengolahannya dilakukan masih secaratradisional.Selain pada sinar matahari, yang menjadi permasalahan dalam pengeringan
batiah
secara tradisional adalah kebersihan dan
higienis
nya produk.Produk dapat terkontaminasi dengan debu dan kotoran serangga karena dijemur secara terbuka di bawah sinar matahari, sehingga hasilnya tidak 
higienis
lagi.Agar produksi
batiah
terus meningkat dan
higienis
maka perlu dilakukan penanganan yang baik terhadap produk olahan tersebut, dengan menggunakan alat pengering buatan, tertutup, serta suhu pengering yang cukup tinggi.Pengeringan merupakan salah satu metode paling banyak digunakan untuk  pengawetan produk. Tidak hanya produk pertanian, produk olahan kering seperti
batiah
juga harus dikeringkan sebelum dilakukan pengolahan lebih lanjut.Pengeringan tersebut dimaksudkan untuk mengurangi kadar air produk sampaitingkat tertentu sehingga dapat mencegah tumbuhnya jamur dan mikroorganisme
 
3yang dapat menyebabkan terjadinya penurunan mutu, dan yang paling utamaadalah dapat memudahkan kita dalam proses penggorengan nantinya.Seperti yang telah diutarakan di atas, bahwa umumnya industri kecil masihmelakukan pengeringan dengan memanfaatkan tenaga surya langsung.Pengeringan secara tradisional ini dilakukan dengan meletakkan produk di atas
 samia
atau anyaman bambu terbuka. Metode ini dapat meningkatkan kehilanganhasil karena dimakan serangga, atau binatang lainnya. Selain itu juga dapatmengakibatkan produk tidak 
higienis
. Kondisi ini menyebabkan mutu produk yang dikeringkan sangat rendah.Selanjutnya, sangat perlu dilakukan peningkatan produksi
batiah
dengancara membuat alat pengering, selain dapat mengatasi masalah yang timbul dalam pengeringan secara langsung, juga dapat menghemat tenaga, waktu, dan hasilnyalebih bersih. Adapun alat pengering yang digunakan untuk pengeringan
batiah
iniadalah alat pengering tipe lorong (
tunnel dryer).
Secara umum, tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kualitas pengeringan
batiah
dengan menggunakan energi surya. Usaha ini diharapkandapat memenuhi kebutuhan industri kecil dan rumah tangga untuk melakukan pengeringan
batiah
dengan alat pengering tersebut.Secara terperinci, tujuan penelitian ini adalah :1.Memberikan alternatif yang baik kepada pengusaha kecil agar dapatmenggunakan alat pengering tipe
tunnel 
.2.Melakukan uji teknis terhadap kinerja alat pengering tipe
tunnel 
denganmenggunakan produk olahan
batiah
.3. Melakukan analisis ekonomi terhadap alat pengering tipe
tunnel 
dengansumber energi surya.

Activity (17)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Akbar De Nayaka liked this
Fatimah Samsi liked this
etiarasari liked this
rudikurnianto liked this
farahunsri liked this
Gesit Widagdo liked this
Arnadi liked this
Yo La liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->