Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
13Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Bahan Ajar Sosiologi, Klas X BAB IV

Bahan Ajar Sosiologi, Klas X BAB IV

Ratings: (0)|Views: 5,092|Likes:
Published by Rony Ahmad

More info:

Published by: Rony Ahmad on Aug 25, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

02/24/2013

pdf

text

original

 
 
 Ahmad Khoironi, Bahan Ajar Sosiologi MA Raudlatut Tholibin Pakis, Kelas X, Bab IV 
42
BAB IVSOSIALISASI DAN PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN
Standar Kompetensi :
Menerapkan nilai dan norma dalam proses pengembangan kepribadian
Kompetensi Dasar :
Menjelaskan sosialisasi sebagai proses dalam pembentukan kepribadian
Indikator :
1.
 
Menjelaskan definisi sosialisasi dan kepribadian2.
 
Menjelaskan agen, bentuk, tipe dan pola sosialisasi3.
 
Mengidentifikasi faktor-faktor dan tahap-tahap pembentukan kepribadian4.
 
Mengemukakan pengaruh kebudayaan terhadap pembentukan kepribadian5.
 
Menguraikan pengaruh sosialisasi terhadap pembentukan kepribadian
A.
 
SOSIALISASI1.
 
Pengertian sosialisasiPengertian menurut para ahli :
1.
 
Charlotte Buhler Sosialisasi adalah proses yang membantu individu-individu belajar danmenyesuaikan diri terhadap bagaimana cara hidup dan bagaimana cara berpikir kelompoknya, agar ia dapat berperan dan berfungsi dalam kelompoknya.2.
 
KoentjaraningratSosialisasi adalah seluruh proses di mana seorang individu sejak masa kanak-kanak sampai dewasa berkembang, berhubungan, mengenal dan menyesuaikan diridengan individu-individu lain yang hidup dalam masyarakat sekitarnya.3.
 
David F. AberleSosialisasi ialah pola-pola mengenal aksi sosial atau aspek-aspek tingkah lakuyang menanamkan individu-individu ketrampilan-ketrampilan (termasuk ilmu pengetahuan), motif-motif dan sikap-sikap yang perlu untuk menampilkan peranan-peranan yang sekarang atau yang tengah diantisipasikan (dinantikan) danyang terus berkelanjutan sepanjang kehidupan manusia normal, sejauh peranan- peranan baru masih harus terus dipelajari.4.
 
Irvin L. ChildSosialisasi merupakan segenap proses yang menuntut individu mengembangkan potensi tingkah laku aktualnya yang diyakini sebenarnya dan telah menjadikebiasaannya serta sesuai dengan standar dari kelompoknya.5.
 
George Herbert MeadSosialisasi adalah proses seseorang belajar untuk mengetahui peranan yang harusdijalankannya serta peranan yang harus dijalankan orang lain.6.
 
Macionis (1997 : 123)Sosialisasi adalah pengalaman sosial sepanjang hidup yang memungkinkanseseorang mengembangkan potensi kemanusiaannya dan mempelajari pola-polakebudayaan.7.
 
Horton & Hunt (1987 : 89)Sosialisasi adalah proses di mana seseorang menginternalisasikan norma-normakelompok tempat ia hidup sehingga berkembang menjadi satu pribadi yang unik.
 
 
 Ahmad Khoironi, Bahan Ajar Sosiologi MA Raudlatut Tholibin Pakis, Kelas X, Bab IV 
43
8.
 
Giddens (1994 : 60)Sosialisasi adalah sebagai sebuah proses yang terjadi ketika seorang bayi yanglemah berkembang secara aktif melalui tahap demi tahap sampai akhirnya menjadisadar akan dirinya sendiri, pribadi yang berpengetauan dan terampil akan carahidup dalam kebudayaan tempat ia tinggal.9.
 
Soerjono SoekantoSosialisasi adalah suatu proses sosial tempat di mana seseorang individumendapatkan pembentukan sikap untuk berperilaku sesuai dengan perilaku orang-orang di dalam kelompoknya.10.
 
Peter L. Berger Sosialisasi adalah proses belajar seorang anak untuk menjadi anggota yang dapat berpartisipasi di dalam masyarakat.11.
 
David GaslinSosialisasi adalah proses belajar yang dialami seseorang untuk memperoleh pengetahuan tentang nilai dan norma-norma agar dia dapat berpartisipasi sebagaianggota kelompok masyarakat.12.
 
Kamus Besar Bahasa IndonesiaSosialisasi berarti suatu proses belajar anggota masyarakat untuk mengenal danmenghayati kebudayaan masyarakat di lingkungannya.Dari pengertian-pengertian di atas, secara sederhana sosialisasi dapat diartikan sebagaisebuah proses seumur hidup yang berkenaan dengan bagaimana individu mempelajaricara-cara hidup serta norma dan nilai sosial yang terdapat dalam kelompoknya agar dapat berkembang menjadi pribadi yang dapat diterima oleh kelompoknya.2.
 
F
ungsi dan Tujuan Sosialisasi
 Menurut Robert M.Z. Lawang, fungsi umum sosialisasi dapat dilihat dari dua sudut pandang, yaitu:1.
 
IndividuSosialisasi berfungsi sebagai sarana pengenalan, pengakuan, dan penyesuaian diriterhadap nilai-nilai, norma-norma, dan struktur sosial, sehingga seseorang menjadiwarga masyarakat yang baik (dapat memenuhi harapan umum warga masyarakat).2.
 
Masyarakat.Sosialisasi berfungsi sebagai sarana pelestarian, penyebarluasan, dan pewarisannilai-nilai serta norma-norma sosial. Dengan demikian nilai dan norma tetapterpelihara dari generasi ke generasi dalam masyarakat yang bersangkutan.Sebagai sebuah proses sosial sosialisasi juga mempunyai tujuan untuk:1.
 
Memberi pengetahuan dan ketrampilan yang dibutuhkan untuk melangsungkankehidupan seseorang kelak di tengah-tengah masyarakat.2.
 
Menambah kemampuan berkomunikasi secara efektif dan efisien sertamengembangkan kemampuannya untuk membaca, menulis dan bercerita.3.
 
Membantu pengendalian fungsi-fungsi organik yang dipelajari melalui latihan-latihan mawas diri yang tepat.4.
 
Membiasakan individu dengan nilai-nilai dan kepercayaan pokok yang ada padamasyarakat.
 
 
 Ahmad Khoironi, Bahan Ajar Sosiologi MA Raudlatut Tholibin Pakis, Kelas X, Bab IV 
44
3
.
 
Media / Agen Sosialisasi
Media / agen / sarana sosialisasi adalah pihak-pihak yang membantu seorang individumenerima nilai dan norma atau tempat di mana seorang individu belajar terhadapsegala sesuatu yang kemudian menjadikannya dewasa.Agen sosialisasi terdiri dari:
a.
 
Keluarga
 Bagi keluarga inti (
nuclear family
) agen sosialisasi meliputi ayah, ibu, saudarakandung, dan saudara angkat yang belum menikah dan tinggal secara bersama-sama dalam suatu rumah. Sedangkan pada masyarakat yang menganut sistemkekerabatan diperluas (
extended family
), agen sosialisasinya menjadi lebih luaskarena dalam satu rumah dapat saja terdiri atas beberapa keluarga yang meliputikakek, nenek, paman, dan bibi di samping anggota keluarga inti. Pada masyarakat perkotaan yang telah padat penduduknya, sosialisasi dilakukan oleh orang-orangyang berada diluar anggota kerabat biologis seorang anak. Kadangkala terdapatagen sosialisasi yang merupakan anggota kerabat sosiologisnya, misalnya pengasuh bayi (
baby sitter 
). Menurut Gertrudge Jaeger peranan para agensosialisasi dalam sistem keluarga pada tahap awal sangat besar karena anak sepenuhnya berada dalam ligkugan keluarganya terutama orang tuanya sendiri.
Pola/ cara sosialisasi dalam lingkungan keluarga :
a.
 
 Sosialisasi represif (repressive sosialization
)1. Menghukum perilaku yang keliru2. Hukuman dan imbalan materiil3. Kepatuhan anak kepada orang tua4. Komunikasi sebagai perintah5. Komunikasi non verbal6. Sosialisasi berpusat pada orang tua7. Anak memperhatikan harapan orang tua8. Keluarga didominasi orang tua (ayah) b.
 
 Sosialisasi partisipasi (participatory sosialization)
 1. Pemberian imbalan apabila anak berperilaku baik 2. Hukuman dan imbalan simbolis3. Otonomi anak 4. Komunikasi sebagai interaksi5. Komunikasi verbal6. Sosialisasi berpusat pada anak 7. Orang tua memperhatikan keinginan anak 8. Keluarga mempunyai tujuan yang sama
b
.
 
Teman pergaulan
 Teman pergaulan (sering juga disebut teman bermain) pertama kali didapatkanmanusia ketika ia mampu berpergian ke luar rumah. Pada awalnya, teman bermaindimaksudkan sebagai kelompok yang bersifat rekreatif, namun dapat pulamemberikan pengaruh dalam proses sosialisasi setelah keluarga. Puncak pengaruhteman bermain adalah pada masa remaja. Kelompok bermain lebih banyak  berperan dalam membentuk kepribadian seorang individu.Berbeda dengan proses sosialisasi dalam keluarga yang melibatkan hubungantidak sederajat (berbeda usia, pengalaman, dan peranan), sosialisasi dalamkelompok bermain dilakukan dengan cara mempelajari pola interaksi denganorang-orang yang sederajat dengan dirinya. Oleh sebab itu, dalam kelompok  bermain, anak dapat mempelajari peraturan yang mengatur peranan orang-orangyang kedudukannya sederajat dan juga mempelajari nilai-nilai keadilan.

Activity (13)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
fufu2 liked this
Enggie Jegeg liked this
Peri Kecil liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->