Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Deskripsi Cost Effectiveness Sistem Manajemen Lingkungan dalam Pengaturan Hukum Sistem Produksi Terpadu-Nin Yasmine Lisasih

Deskripsi Cost Effectiveness Sistem Manajemen Lingkungan dalam Pengaturan Hukum Sistem Produksi Terpadu-Nin Yasmine Lisasih

Ratings: (0)|Views: 434|Likes:
Published by Nin Yasmine Lisasih
Perkembangan industri agribisnis di Indonesia yang potensinya lebih bersifat resource based industry semakin dipengaruhi oleh ilmu dan teknologi. Salah satunya ialah adanya temuan tentang pertanian organik. Pertanian organik ialah suatu sistem budidaya atau produksi pertanaman yang berpijak pada daur ulang hara secara hayati. Dengan sistem manajemen produksi terpadu yang menghindari penggunaan pupuk buatan, pestisida dan hasil rekayasa genetik, menekan pencemaran udara, tanah, dan air sehingga sistem pertanian ini sangat ramah lingkungan dan berpegang pada prinsip ekologi. Di sisi lain, pertanian organik meningkatkan kesehatan dan produktivitas di antara flora, fauna dan manusia. Penggunaan masukan di luar pertanian yang menyebabkan degradasi sumber daya alam tidak dapat dikategorikan sebagai pertanian organik. Sebaliknya, sistem pertanian yang tidak menggunakan masukan dari luar, namun mengikuti aturan pertanian organik dapat masuk dalam kelompok pertanian organik, meskipun agro-ekosistemnya tidak mendapat sertifikasi organik.
Perkembangan industri agribisnis di Indonesia yang potensinya lebih bersifat resource based industry semakin dipengaruhi oleh ilmu dan teknologi. Salah satunya ialah adanya temuan tentang pertanian organik. Pertanian organik ialah suatu sistem budidaya atau produksi pertanaman yang berpijak pada daur ulang hara secara hayati. Dengan sistem manajemen produksi terpadu yang menghindari penggunaan pupuk buatan, pestisida dan hasil rekayasa genetik, menekan pencemaran udara, tanah, dan air sehingga sistem pertanian ini sangat ramah lingkungan dan berpegang pada prinsip ekologi. Di sisi lain, pertanian organik meningkatkan kesehatan dan produktivitas di antara flora, fauna dan manusia. Penggunaan masukan di luar pertanian yang menyebabkan degradasi sumber daya alam tidak dapat dikategorikan sebagai pertanian organik. Sebaliknya, sistem pertanian yang tidak menggunakan masukan dari luar, namun mengikuti aturan pertanian organik dapat masuk dalam kelompok pertanian organik, meskipun agro-ekosistemnya tidak mendapat sertifikasi organik.

More info:

Categories:Business/Law
Published by: Nin Yasmine Lisasih on Aug 26, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/26/2011

pdf

text

original

 
DESKRIPSI COST EFFECTIVENESSSISTEM MANAJEMEN LINGKUNGANDALAM PENGATURAN HUKUMSISTEM PRODUKSI TERPADU
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata KuliahHukum Industri
Dosen:Prof.Dr.M. Daud Silalahi, S.H.DIsusun Oleh:Nin Yasmine Lisasih(110120100040)
MAGISTER HUKUM BISNISUNIVERSITAS PADJADJARANBANDUNG2011
 
DESKRIPSI COST EFFECTIVENESS SISTEM MANAJEMEN LINGKUNGANDALAM PENGATURAN HUKUM SISTEM PRODUKSI TERPADU
A.
Latar Belakang
Perkembangan industri agribisnis di Indonesia yang potensinya lebih bersifat
resource based industry
semakin dipengaruhi oleh ilmu dan teknologi. Salah satunyaialah adanya temuan tentang pertanian organik. Pertanian organik ialah suatu sistem budidaya atau produksi pertanaman yang berpijak pada daur ulang hara secara hayati.Dengan sistem manajemen produksi terpadu yang menghindari penggunaan pupuk  buatan, pestisida dan hasil rekayasa genetik, menekan pencemaran udara, tanah, dan air sehingga sistem pertanian ini sangat ramah lingkungan dan berpegang pada prinsipekologi. Di sisi lain, pertanian organik meningkatkan kesehatan dan produktivitas diantara flora, fauna dan manusia. Penggunaan masukan di luar pertanian yangmenyebabkan degradasi sumber daya alam tidak dapat dikategorikan sebagai pertanianorganik. Sebaliknya, sistem pertanian yang tidak menggunakan masukan dari luar, namunmengikuti aturan pertanian organik dapat masuk dalam kelompok pertanian organik,meskipun agro-ekosistemnya tidak mendapat sertifikasi organik.Pemilihan sistem pertanian ini dirasa tepat untuk bangsa Indonesia, karena penduduk Indonesia sangat padat dan luas tanah semakin lama semakin terbatas sehingga denganluas tanah yang seminimal mungkin dapat menghasilkan hasil pertanian yang sama atau bahkan menghasilkan kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan sistem pertaniankonvesional yang membutuhkan lahan yang luas, selain itu pada sistem pertanian organik tidak membutuhkan pupuk buatan dan pestisida sehingga lebih menghemat biaya danmenghindari pencemaran. Maka pemilihan sistem pertanian organik ini merupakan suatukeputusan yang bersifat
cost effectiveness
dan
cost benefit.
Namun pengambilan keputusan dalam pemilihan sistem pertanian organik tidak semudah yang dibayangkan, banyak persoalan yang menjadi kendala dalam pelaksanaansistem tersebut antara lain persoalan modal, sumberdaya manusia yang terampil, dan pendekatan masyarakat yang aseptable pada proses pengambilan keputusan. Petani sudahterlanjur merasa nyaman dengan sistem pertanian konvensional sehingga sulit diajauntuk menerapkan sistem pertanian organik. Selain itu, ketersediaan lahan yang benar- benar bebas dari kontaminasi senyawa kimia hampir tidak ada karena rata-rata lahan pertanian masyarakat sudah terkontaminasi pupuk dan pestisida kimia. Sehingga untuk mengembangkan pertanian organik yang murni butuh waktu dan tidak mudah,melibatkan teknologi maju dan banyak aspek-aspek hukum terkait yang perlu diujimeliputi masalah teknologi industri, desain industri, rancang bangun dan perekayasaanindustri serta standardisasi.
B.Analisis
1.Analisis ongkos-ongkos lingkungan kegiatan industri dalam proses AMDAL yangdikeluarkan untuk proses pertanian organik ialah :a.Perbaikan kondisi tanah.Pencemaran tanah secara langsung dapat berupa tertuangnya zat-zat kimia berupa pestisida atau insektisida yang melebihi dosis yang ditentukan.
1
Tanah yang
1
Muhamad Erwin, Hukum Lingkungan dalam Sistem Kebijaksanaan Pembangunan Lingkungan Hidup, RefikaAditama, Bandung, 2008, hlm.43
 
terbiasa digarap dengan sistem konvensional menyebabkan tanah terkontaminasidengan pupuk kimia atau pestisida sehingga perlu perbaikan kondisi tanah untuk meningkatkan kehidupan biota tanah sehingga kondisi lahan menjadi lebih baik. b.Jaga keseimbangan daur hara, yaitu sistem pertanian organik menjagakeseimbangan daur hara pada lingkungan pertanaman. Unsur hara yang hilangatau berpindah dari lahan bersama pengangkutan hasil panen, erosi dan akibatteknis lainnya harus digantikan. Dan hara yang hilang harus lebih kecil dari unsur hara yang ditambahkan.c.Sanitasi lingkungan pertanaman, yaitu : membangun sistem irigasi, pemakaianmulsa atau kegiatan teknis lainnya.d.Pemanfaatan limbah, yaitu memanfaatkan jenis-jenis limbah sebagai sumber nutrisi tanaman.2.Penggunaan SDA yang tidak merusak lingkungan.Sistem pertanian lingkungan tidak menggunakan pupuk kimia dan pestisida sehingga bebas dari senyawa kimia dan tidak merusak lingkungan.3.Pendekatan tata ruang dalam prespektif pelestarian lingkungan.Sistem pertanian organik tidak harus membutuhkan lahan yang luas, bahkan dapatdibudidayakan di atap-atap gedung seperti yang marak dilakukan di Jepang sehinggadaya dukung dan daya tampung lingkungan terpenuhi karena dapat dilakukan penghematan lahan namun kualitas hasil dari pertanian organik jauh lebih baik.4.Persoalan terkait.a.Persoalan modal, modal yang dibutuhkan untuk pertanian organik cukup banyakarena banyak yang harus di set ulang untuk penerapan system pertanian organik. b.Sumber daya manusia terampil.SDM di Indonesia dapat dikatakan kurang terampil dibanding SDM-SDM dinegara-negara lain sehingga penerapan sistem pertanian organik berikut sistemmanagementnya belum dapat dilaksanakan secara optimal.c.Pendekatan masyarakat.Petani sudah terlanjur merasa nyaman dengan sistem pertanian konvensionalsehingga sulit diajak untuk menerapkan sistem pertanian organik. Pemahamanmasyarakat tentang sistem pertanian organik juga dirasa kurang. Selain itu denganditerapkannya sistem pertanian organik secara otomatis akan mengurangi tenagakerja (buruh) yang menggarap lahan sehingga dapat menimbulkan dampak  pengangguran. Sehingga pendekatan masyarakat yang aseptable pada proses pengambilan keputusan diperlukan.
C.Ilmu Terkait
Ilmu-ilmu terkait yang terlibat dalam sistem produksi antara lain:1.Masalah teknologi industri.Hukum tekonolgi dan hukum alih teknologi sangat berperan dalam proses produksi industri pertanian organik, yaitu untuk mengatasi pola ketergantungan atas produk sintetis yang mengandung unsur-unsur kimia yang semakin merugikanmanusia, ekosistem dan produktifitas.
 
Salah satu contoh tekonologi yang digunakanialah superfarm yang digunakan untuk mengembalikan kesuburan tanah dengansistem decomposer, meningkatkan hasil dengan member nutrisi tanaman melalui PPCsemi organik dan mengefisiensikan biaya produksi
.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->