Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
WIRO SABLENG Banjir Darah Di Tambun Tulang

WIRO SABLENG Banjir Darah Di Tambun Tulang

Ratings: (0)|Views: 412|Likes:
Published by AntiKhazar1866

More info:

Published by: AntiKhazar1866 on Aug 26, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/26/2011

pdf

text

original

 
Banjir Darah di Tambun Tulang –Dewi kz
1
Episode : 010
Ebook by : Dewi Tirai KasihScan Kitab : Kelapalima
 
Banjir Darah di Tambun Tulang –Dewi kz
2
Kiai Bangkalan menggeletak di lantai batu dalam GoaBelerang. Sedikit pun tubuh itu tidak bergerak lagi karenanafasnya sudah sejak lama meninggalkantubuh!Orang tua itu menggeletak menelentang. Dua buahkeris kecil yang panjangnya hanya tiga perempat jengkalberhulu gading menancap di tubuh Kiai Bangkalan.Darah bercucuran menutupi seluruh wajahnya.Dalam jari-jari tangan kiri Kiat Bangkalan tergenggamsecarik kertas tebal empat persegi. Sedang tepat diujung jari telunjuk tangan kanannya, yaitu pada lantaibatu tergurat tulisan:TAMBUN TULANGPendekar 212 Wiro Sableng yang berdiri di dekat tubuhtak bernyawa Kiai Bangkalan tidak mengetahui apaarti duabuah kata itu. Apakah nama seseorang yaitu manusia yangtelah membunuh orang tua itu, ataukah namasebuahtempat. Yang diketahuinya ialah bahwa si orangtua telahmenuliskan dua buah kata itu pada saat-saatmenjelangdetik kematiannya karena ujung jari tanganyang dipakaimenulis masih terletak kaku di atas hurufterakhir katayang kedua.Diam-diam Wiro Sableng memaki dirinya sendiri.Seharusnya dia datang lebih cepat ke Goa Belerang itusehingga nasib malang begitu tidak terjadi atas diri siorangtua. Kiai Bangkalan tempo hari telah menyuruhnyadatangdan menjanjikan akan memberi pelajaran tentangilmupengobatan. Kini dia datang terlambat Kiai Bangkalanhanya tinggal tubuh kasarnya saja lagi!Perlahan-lahan pendekar muda ini berlutut di sampingtubuh Kiai Bangkalan. Diperhatikannya kertas tebalempatpersegi yang tergenggam di tangan kiri Kiai Bangkalan.Ternyata kertas tebal ini adalah robekan kulitsebuahbuku. Dan pada kertas itu tertulis:SERIBU MACAM ILMU PENGOBATAN
 
Banjir Darah di Tambun Tulang –Dewi kz
3
Wiro Sableng tarik nafas panjang yang mengandungpenyesalan. Satu kesimpulan lagi dapat ditarik olehpendekar ini. Yaitu bahwa Kiai Bangkalan menemuikematiannya dalam mempertahankan sebuah bukuciptaannya. Buku tentang pengobatan itu tentulah sebuahbuku yang sangat berguna bagi dunia persilatan hinggaseseorang telah mengambilnya dengan jalan kekerasan.Dan Wiro lalu ingat kembali janji Kiai Bangkalan yanghendak mengajarkan ilmu pengobatan kepadanya.Rupanya orang tua itu telah membukukan seluruh macamcara pengobatan yang diketahuinya.Sepasang mata Wiro Sableng kemudian berputarmemperhatikan dua buah keris kecil yang menancap ditubuh Kiai Bangkalan. Menurutnya kedua keris itu pastimengandung racun jahat karena seseorang yang ditusukbahkan yang dicungkil kedua matanya belum tentu,menemui kematian. Tak pernah dia sebelumnya melihatkeris semacam itu. Kiai Bangkalan bukan seorang berilmurendah dan melihat pada keanehan bentuk senjata yangmenancap itu Wiro sudah dapat menduga, siapapunpembunuh Kiai Bangkalan adanya, manusianyapastilahbukan orang sembarangan! Dan siapakah kira-kira yangtelah melakukan perbuatan terkutuk ini?Untuk beberapa lamanya Pendekar 212 masih berlututdi situ. Akhirnya dia sadar bahwa dia harus menguburkan jenazah Kiai Bangkalan: Didukungnya tubuh tiada bernyawaitu dan melangkah menuju ke pintu. Untuk terakhir kalinya,sebelum meninggalkan ruangan itu, Wiro memandangberkeliling. Dan saat itulah sepasang matanya membentursebuah benda. Benda itu tadi tidak kelihatan karenatertindih oleh tubuh Kiai Bangkalan yang menggeletak dilantai. Wiro melangkah mendekatinya. Benda yang mulanyadisangkanya cabikan pakaian ternyata adalah kulitharimau. Bulunya bagus berkilat, kuning berbelang-belanghitam. Apakah Kiai Bangkalantelah bertempur melawanharimau? Mana mungkin seekor harimau bisamenancapkan dua buah keris aneh di mataorang tua itu?Atau mungkin harimau siluman? Kulit Itukering dan bersih.Ini membawa pertanda,bahwa itu bukankulit harimauhidup! Pendekar 212 Wiro Sableng masukkanrobekan kulitharimau, itu ke dalam saku pakaian lalumeninggalkanruangan batu tersebut dengan cepat.Langit di ufuk timur mulai terang disorot sinar merahkekuningan sang matahari yang hendak ke luar dari

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->