Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword or section
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Wiro Sableng Muslihat Cinta Iblis

Wiro Sableng Muslihat Cinta Iblis

Ratings: (0)|Views: 1,377|Likes:
Published by AntiKhazar1866

More info:

Published by: AntiKhazar1866 on Aug 26, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

08/26/2011

pdf

text

original

 
1
Wiro Sableng 212
MUSLIHAT CINTA IBLIS
Retype by mba' Omni PageManual proofreading by [ds]69oenkMUSLIHAT CINTA IBLIS
 
2
SATU
Di ujung malam di mana cuaca masih gelap dan hawa dinginmembungkus serta angin berhembus kencang, laut selatan bergelombangdahsyat tidak seperti biasanya. Dalam keadaan seperti itu sebuah perahuberpenumpang dua orang -seolah tak bisa dipercaya- meluncur pesatmembelah ombak.Bertindak sebagai juru mudi adalah seorang gadis berparas cantikmengenakan pakaian biru tipis. Rambutnya yang panjang melambailambai ditiup angin. Di sebelah depan perahu tegak seorang pmudabertubuh tinggi kokoh. Keningnya diikat dengan sehelai kain merah. Diamengenakan sebuah mantel hitam. Dengan cara aneh yakni berdiri danmempergunakan dua batang bambu panjang besarnya tidak melebihi ibu jari orang ini mendayung perahu. Setiap bambu-bambu itu dicucukkan kedalam air laut, perahu melesat ke depan.“Aku melihat satu gundukan benda hitam di depan sebelah kiri. Mungkinitu pulau yang kita cari!” berkata lelaki muda di depan perahu serayaarahkan matanya ang tidak berkedip jauh ke depan.“Bukannya mungkin, tapi itu memang pulau tujuan kita!”, menjawab jurumudi si gadis cantik.“Bagus! Kita sampai lebih cepat dari dugaan!” ujar pemuda bermantelhitam. “Namun aku menangkap isyarat-isyarat aneh!”“Isyarat aneh apa?” tanya si gadis“Sebelumnya aku dan juga kau pernah menyiasati dan menyelidikkeadaan pulau itu. Setiap hal itu dilakukan selalu ada kekuatan-kekuatanyang membuyarkan pemusatan pikiran. Sekarang getaran-getaran itumasih terasa. Tapi halus sekali bahkan nyaris sirna...”“Aku tidak heran,” menjawab si gadis. “Kekuatan dan kesaktian yang kaumiliki saat ini mana ada yang bisa menandingi” Pemuda yang berdiri didepan perahu menyeringai. Cuping hidungnya tampak mengembang olehMUSLIHAT CINTA IBLIS
 
3
pujian itu. Dua bambu panjang di kiri kanan kembali ditusukkan ke dalamair laut. Perahu kecil itu melesat pesat ke depan. Tak selang berapa lamaperahu sampai di pulau batu. Dua penumpangnya melompat ke luar sebelum perahu sempat menyentuh dasar pulau.“Hati-hati”, kata si pemuda. “Di tempat seperti ini bahaya bisa muncul takterduga. Maut bisa menyambar sebelum kita sempat melihat!”Sambil memegang tangan pemuda bermantel hitam, gadis berkata. “Kalauaku sendirian di pulau ini mungkin aku merasa khawatir. Tapi bersamapendekar yang menjadi raja diraja di dunia persilatan siapa takut?!”“Kau pandai memuji. Kalau urusan di pulau ini sudah selesai aku akanmembawamu bersenang-senang selama tiga hari tiga malam. Kausuka....?”sebagai jawaban si gadis memeluk tubuh pemuda lalu mengecup bibirnya.Kalau saja berada di tempat lain mungkin pemuda itu sudah terangsangdan ikut terbuai dalam gelegak nafsu.“Jangan gila...! si pemuda berbisik dengan suara bergetar. “Urusan dulubaru bersenang-senang!“Di tempat sesunyi dan dingin begini, apa yang perlu dikhawatirkan?”Gadis berbaju tipis berkata dan sepertinya tidak mau menghentikan pelukciumnya. Dia baru terperangah ketika si pemuda menjambak rambutnyalalu mendorong tubuhnya.“Kekasihku kalau kau tidak mau menuruti kemauanku, sebaiknya kaumenyingkir dulu!” Atau mungkin kau lupa pernah menyaksikan bagaimanaaku menggebuk babak belur dua gadis cantik kurang ajar tempo hari?”Mendengar ancaman orang, gadis cantik ini lepaskan rangkulannya.Nafasnya mengengah dan dadanya yang besar tampak turun naik tandadia berusaha menekan gejolak nafsu yang menguasai dirinya.Dalam udara yang masih gelap dan angin kencang laksana bayang-bayang dua orang itu berkelebat di pulau batu. Di salah satu puncakbebukitan batu mereka berhenti dan memandang berkeliling.MUSLIHAT CINTA IBLIS

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->