Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Potret Ekonomi Bali Pasca Tragedi Bom Kuta1

Potret Ekonomi Bali Pasca Tragedi Bom Kuta1

Ratings: (0)|Views: 198 |Likes:
Published by madeantara
Potret Ekonomi Bali Pasca Tragedi Bom
Potret Ekonomi Bali Pasca Tragedi Bom

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: madeantara on Aug 28, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/06/2013

pdf

text

original

 
 
1
POTRET PEREKONOMIAN MASYARAKAT PETANIPASCA BOM BALI
1)
 
Dr. Made Antara, MS
.
2)
 I. PENDAHULUAN
Pembangunan di Propinsi Bali didasarkan pada bidang ekonomi dengantitik berat pada sektor pertanian dalam arti luas guna melanjutkan usaha-usahamemantapkan swasembada pangan, pengembangan sektor pariwisata dengankarakter kebudayaan Bali yang dijiwai oleh agama Hindu, serta sektor industrikecil dan kerajinan yang berkaitan dengan sektor pertanian dan sektor pariwisata(Anonim, 1999; Anonim, 2001). Kebijakan prioritas tiga sektor ini, mengacuterminologi Nurkse, 1953 (dalam Yotopoulos dan Nugent, 1976) dapatdigolongkan ke dalam pertumbuhan seimbang, yakni ada keterkaitan penawarandan permintaan antara satu sektor dengan sektor lainnya, atau pengembangansektor-sektor itu dapat menciptakan permintaan mereka sendiri.Kebijakan prioritas tiga sektor (pertanian, pariwisata dan industri kecil)dalam pembangunan ekonomi Bali telah menunjukkan hasil yang sangat fantastis,dimana pertumbuhan ekonomi Bali selalu lebih tinggi dari pertumbuhan ekonominasional. Pada Pelita I perekonomian Bali tumbuh 7,32%; Pelita II sebesar 8,55%;Pelita III sebesar 14,01%, Pelita IV sebesar 8,28%; dan pada Pelita V tumbuhsebesar 8,40%. Sedangkan dalam Pelita VI (1994-1998) pertumbuhanperekonomian Bali rata-rata 5,07% lebih rendah dibandingkan pertumbuhansebelumnya.Ketika terjadi krisis ekonomi nasional (1997/1998), perekonomian Balimengalami kontraksi cukup tajam mencapai minus 4,04%, sedangkan tingkatnasional mencapai minus 13,13%. Kebijakan
economic recovery 
yangdilaksanakan oleh pemerintah pusat dan daerah telah berdampak positif terhadapperekonomian Bali. Hal ini dapat dilihat dari perekonomian Bali tahun 1999mulai tumbuh positif
1) Makalah disajikan pada seminar regional yang dilaksanakan oleh Fakultas PertanianUniversitas Warmadewa, Denpasar Bali, Selasa, 30 September 2003.2) Doktor Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, pengajar pada Jurusan Sosek Faperta UNUD danProgram Pascasarjana UNUD, Denpasar
 
 
2
Sebe*sar 0,67%, kemudian berlanjut dalam tahun 2000 sebesar 3,05% dan tahun2001 sebesar 3,39% di atas pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 3,32% danpertumbuhan ekonomi Bali tahun 2002 mencapai 3,15% (Tabel 1).Sektor pertanian yang pada awalnya berperan menjadi penopangpertumbuhan sektor lainnya, setelah sempat mengalami pertumbuhan minus1,90% tahun 1999, tahun 2000 kembali mengalami pertumbuhan positif sebesar1,67%, tahun 2001 sebesar 2,76% dan tahun 2002 sebesar 2,98%. Salah satusektor yang pertumbuhannya terus mengalami peningkatan setelah mengalamikrisis pada tahun 1998 adalah sektor industri pengolahan, mulai dari 1,21% tahun1999 meningkat menjadi 3,35% tahun 2000 dan 4,61% tahun 2001 serta tahun2002 sebesar 5,57%. Sebagai sektor andalan perekonomian Bali yaituperdagangan, hotel dan restoran juga mengalami pertumbuhan positif pada tahun2001 sebesar 2,36% dan tahun 2002 sebesar 0,46%, turun dibandingkan tahun2000 yang mencapai 2,93%. Secara makro, krisis ekonomi yang terjadi akanberpengaruh terhadap pola dan struktur ekonomi Propinsi Bali yangperekonomiannya sebagian besar didukung oleh sektor pariwisata dan sektor-sektor terkait (Tabel 1).Tabel 1. Laju Pertumbuhan Ekonomi Bali atas dasar Harga Konstan 1993,Menurut Lapangan Usaha Tahun 1998-2002No. Lapangan UsahaPertumbuhan Ekonomi Bali (%)
1998 1999 2000 2001 2002
1 Pertanian
0,71 -1,90 1,67 2,76 2,98
2 Pertambangan dan Penggalian
-3,81 1,27 0,99 1,26 2,00
3 Industri Pengolahan
-3,65 1,21 3,35 4,61 5,57
4 Listrik, Gas dan Air Bersih
13,11 4,50 10,77 10,93 13,95
5 Bangunan dan Konstruksi
-9,98 -0,58 1,03 3,17 5,61
6 Perdagangan, Hotel dan Restoran
-4,20 1,37 2,93 2,36 0,46
7 Komunikasi
-9,05 0,84 5,97 5,47 3,81
8
Keuangan, Persewaan dan Jada Perusahaan
-3,31 0,79 3,25 3,26 5,78
9 Jasa-Jasa lain
-5,31 2,17 2,40 3,44 4,06
Rata-Rata Pertumbuhan
-4,04 0,67 3,05 3,39 3,15
Sumber: BPS Propinsi Bali (dalam Anonim, 2003)Catatan: Pertumbuhan ekonomi Bali periode 1994-1997 beruturt-turut: 7,51%; 7,93%; 8,16% dan 5,81%.
 
 
3
Tragedi WTC 11 September 2001, invasi Amerika ke Irak, wabah SARS diChina dan Singapura serta kondisi sosial, politik dan keamanan dalam negeriyang belum sepenuhnya kondusif, berdampak negatif terhadap kepariwisataanBali, sehingga menurunkan aktivitas ekonomi mikro dan makro daerah Bali. Belumsepenuhnya perekonomian Bali pulih, kepariwisataan Bali kembali diguncangtragedi Bom Legian-Kuta 12 Oktober 2003 yang meluluhlantakan segala macamaktivitas ekonomi, yang sampai saat ini masih dirasakan dampaknya terhadapperekonomian masyarakat Bali pada umumnya dan perekonomian masyarakatpetani pada khususnya. Kita tidak dapat meramalkan secara pasti, kapanpulihnya kepariwisataan Bali seperti sebelum tragedi 12 Oktober 2002. Namunyang jelas, tragedi bom Bali telah menimbulkan kepedihan dan luka mendalambagi penduduk Bali dan penduduk belahan dunia lainnya yang bersimpatiterhadap daerah wisata Bali.
II. KETERKAITAN SEKTOR PARIWISATA DENGAN SEKTOR PERTANIANDALAM PEREKONOMIAN BALI
Sektor pariwisata yang memperoleh prioritas dalam pembangunan ekonomiBali telah menunjukkan perkembangan yang sangat pesat, yang ditandai olehbeberapa indikator antara lain adanya peningkatan devisa yang bersumber daripariwisata, peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, lama tinggal, pengeluaranwisatawan dan jumlah sarana dan prasarana pariwisata. Kunjungan wisatawanmancanegara yang langsung datang ke Bali selama pelita V meningkat 19,9%per tahun, dan pertumbuhan periode 1994-2000 rata-rata 7,0% per tahun. Lamatinggal wisatawan sejak tahun 1994 sampai tahun 2000 cenderung meningkat,dengan lama tinggal tahun 2000 selama 11 hari untuk wisatawan mancanegaradan 5,9 hari untuk wisatawan nusantara. Sedangkan pengeluaran wisatawan perorang per hari dalam periode yang sama cenderung turun yakni tahun 2000sebesar US $ 77,35 untuk wisatawan mancanegara dan US $ 20,04 untukwisatawan nusantara. Akomodasi kepariwisataan di Bali tahun 1994 hanyaberjumlah 687 unit dengan 24.222 kamar, tahun 2000 meningkat menjadi 1.037unit dengan 31.944 kamar (Anonim, 2000).

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->