Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Dampak Pariwisata Thd Penciptaan Kesempatan Kerja-Masakal Disparda

Dampak Pariwisata Thd Penciptaan Kesempatan Kerja-Masakal Disparda

Ratings: (0)|Views: 206 |Likes:
Published by madeantara
Pariwisata dan Kesempatan Kerja
Pariwisata dan Kesempatan Kerja

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: madeantara on Aug 28, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/12/2012

pdf

text

original

 
1
DAMPAK PARIWISATA TERHADAP PENCIPTAAN KESEMPATAN KERJA
*)
(IMPACT OF TOURISM ON JOB CREATION)Made Antara
Lecturer at Magister of Tourism Study, University of Udayanaemail: antara_dps@yahoo.com
ABSTRACT
 From economic perspective, positive impacts of tourism, at least in the case of Bali(Indonesia) can be seen from several indicators, namely (1) as a source of foreign exchangefor the country, (2) a potential market for goods and services produced by the localcommunity, (3) to increase the community income whose activities directly or indirectlyrelated to services of tourism, (4) to increase the job opportunity, either in direct-linkagesectors such as hotel, restaurant, travel agent, or at indirect-linkage sectors such as handicraftindustry, supply of agricultural produce, culture attraction, retailer business, and the other
service activities, (5) as a source of region‟s indirect taxes, and (6) to stimulate the artist
creativity, such as those in small-scale industry or in traditional performing arts.The number of tourists visiting a destination will affect the total tourists expenditure inthe destination.
Every increase of the tourists‟ expenditure will increase the demand on
output, GRDP, wages and salary, indirect taxes, and increase job opportunity. This linkagecan be measured by calculating the multiplier effect. By using the Matrix Multiplier of National Satellite Account 2006 known that tourists expenditure multiplier toward jobcreation in tourism sector is 0,0000000530 and in the national economy is 0,000000761. Itsmean, every tourists expenditure one quintillion rupiah (Rp 1,000,000,000,000) will createemployment opportunity in tourism sector 53.000 people, and in the national economy. Share job creation in tourism toward national economy is 6, 97%. For case of Bali, using BaliTourism Satellite Account 2007, it can be summarized as follows. The economic impact of 
tourists‟ expenditure on the creation of employment in tourism
sector is 0,0000000283 and ineconomic alone is 0, 00000006756. It means that every tourists expenditure one quintillionrupiah (Rp 1,000,000,000,000) will create employment opportunity in tourism is 28,300peoples, and in Bali alone job opportunity is 67,560 peoples. Thus, the share of employmentcreation in tourism on overall employment reaches 41.89%.It is then save to conclude that tourism has been the engine of job creation. The
increase of tourist arrival on the island (meaning the increase of tourists‟ expenditure), will
significantly increase the demand of output, and finally increase the employmentopportunity. In this perspective, it can be said that Bali has been correct to put tourism as apriority of its development strategy, as tourism is a good vehicle to increase job creation,government income, revitalization of arts and culture, poverty alleviation, or the welfare of the people in general.
 
Keywords: tourism, job, creation, multiplier 
*)
Makalah disajikan pada workshop “Tourism Satellite Account” pada
Selasa, 24 Maret 2009 di Denpasar,yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Propinsi Bali.This paper is part of 
 paper with title “TOURISM LABOUR MARKET IN THE ASIA PACIFIC REGION:
A CASE STUDY INDONESIA
will
p
resented at the Fifth UNWTO International Conference on TourismStatistics: Tourism an Engine for Employment Creation. Bali, Indonesia, 30 March
 – 
2 April 2009.
 
2
ABSTRAK
Dari perspektif ekonomi, dampak positif pariwisata (kasus: pariwisata Bali-Indonesia)yaitu: (1) mendatangkan devisa bagi negara melalui penukaran mata uang asing di daerahtujuan wisata, (2) pasar potensial bagi produk barang dan jasa masyarakat setempat, (3)meningkatkan pendapatan masyarakat yang kegiatannya terkait langsung atau tidak langsungdengan jasa pariwisata, (4) memperluas penciptaan kesempatan kerja, baik pada sektor-sektoryang terkait langsung seperti perhotelan, restoran, agen perjalanan, maupun pada sektor-sektor yang tidak terkait langsung seperti industri kerajinan, penyediaan produk-produk pertanian, atraksi budaya, bisnis eceran, jasa-jasa lain dan sebagainya, (5) sumber pendapatanasli daerah (PAD), dan (6) merangsang kreaktivitas seniman, baik seniman pengrajin industri
kecil maupun seniman „tabuh‟ dan tari yang diperuntukkan konsumsi wisatawan.
Menggunakan pengganda National Tourism Satellite Account 2006 diketahuipengganda pengeluaran wisatawan terhadap penciptaan kesempatan kerja di sector pariwisatasebesar 0,0000000530 dan di dalam perekonomian nasional sebesar 0,000000761. Artinyasetiap pengeluaran wisatawan sebesar satu trilliun (Rp 1,000,000,000,000) akan mampumenciptakan kesempatan kerja di sector pariwisata sebanya 53.000 orang dan di dalamperekonomian nasional sebesar 761.000 orang. Sumbangan penciptaan kesempatan kerja dipariwisata terhadap perekonomian nasional 6,97%. Untuk kasus Bali, menggunakanpengganda Bali Tourism Satellite Account 2007, pengganda pengeluaran wisatawan terhadappenciptaan kesempatan kerja di sector pariwisata adalah 0,0000000283 dan dalamperekonomian regional adalah 0,00000006756. Artinya setiap pengeluaran wisatawan satutilliun rupiah (Rp 1,000,000,000,000) akan mampu menciptakan kesempatan kerja sebanyak 28.300 di sector pariwisata, dan dalam perekonomian Bali sendiri adalah 67.560 orang. Jadi,sumbangan penciptaan kesempatan kerja sector pariwisata terhadap kesempatan kerja regionalmencapai 41,89%.Jadi dapatlah disimpulkan bahwa pariwisata telah menjadi mesin penciptaankesempatan kerja. Peningkatan kedatangan wisatawan ke Indonesia atau ke pulau Bali (berartipeningkatan pengeluaran wisatawan) akan meningkatkan secara nyata permintaan berbagaimacam output, dan pada akhirnya akan meningkatkan peluang pekerjaan. Dalam perspektif ini, dapatlah dikatakan bahwa Bali telah benar menaruh pariwisata sebagai prioritas dalamstrategi pembangunan, seperti pariwisata adalah sebuah wahana meningkatkan kesempatankerja, pendapatan pemerintah, revitalisasi seni dan budaya, pengentasan kemiskinan, ataumeningkatkan kesejahteraan masyarakat umum.
Kata kunci: pariwisata, pekerjaan, penciptaan, pengganda
INDEX
ABSTRACTABSTRAKPENDAHULUANPERANAN PARIWISATA DALAM PEREKONOMIANDAMPAK PARIWISATA TERHADAP PENCIPTAAN KESEMPATAN KERJACharacteristik of Tourism LabourDampak Pariwisata (Case Indonesia and Bali)PENUTUP
 
3
PENDAHULUAN
Perkembangan industri pariwisata beberapa dasa warsa terakhir mengalamipertumbuhan yang fluktuatif akibat gangguan beberapa peristiwa, seperti perang teluk tahun2001, krisis keuangan yang melanda negara-negara Asia 1997/98-2000, disusul peristiwapeledakan WTC di Amerika Serikat, ledakan bom di Kuta 2001 dan 2005, meletusnya PerangIrak dan penyebaran wabah SARS (
Severe Acute Respiratory Syndrome
), dan paling akhiradalah krisis keuangan global melanda dunia di akhir 2008 yang menurunkan pendapatanmasyarakat di belahan Amerika dan Eropa. Hal tersebut berimplikasi terhadap penurunankunjungan wisatawan, selanjutnya mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, baik bagi negaramaju seperti Amerika, Spanyol, Perancis maupun bagi negara-negara berkembang sepertiSingapura, Malaysia, Thailand dan Indonesia. Ini membuktikan bahwa sektor pariwisatasangat rentan terhadap gangguan eksternal, namun mempunyai peranan yang sangat vitaldalam menunjang perekonomian suatu negara. Hal senada juga diungkapkan
World Traveland Tourism Council
seperti yang di kutip oleh Theobald (1994) bahwa perjalanan danpariwisata merupakan industri terbesar bila di tinjau dari ukuran-ukuran ekonomi sepertioutput total, nilai tambah, investasi modal, tenaga kerja dan kontribusi pajak bagi pemerintahlokal. Anonim (2003) report that tourism is a significant industry in British Columbia Itgenerates more than 4% of real GDP and about 7% of employment. By comparison, it is onlyslightly smaller than Be's construction industry.Penegasan pentingnya pembangunan sektor pariwisata bagi Indonesia telah lamadituangkan dalam Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) TAP MPR No. II/ MPR/1998yakni
Pembangunan kepariwisataan diarahkan pada pengembangan pariwisata sebagaisektor andalan dan unggulan dalam artian luas yang mampu menjadi salah satu penghasildevisa, mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan pendapatan daerah,memberdayakan perekonomian masyarakat, memperluas lapangan kerja dan kesempatanberusaha, serta meningkatkan pengenalan dan pemasaran produk nasional dalam rangkameningkatkan kesejahteraan rakyat dengan tetap memelihara kepribadian bangsa, nilai-nilaiagama serta kelestarian fungsi dan mutu lingkungan hidup
. Berdasarkan ungkapan GBHNdapatlah dikatakan bahwa pariwisata menjadi tumpuan harapan dalam menunjangpembangunan ekonomi dengan berbagai aspek positifnya bagi perekonomuian nasional.Karenanya pemerintah Indonesia serius mendorong perkembangan pariwisata dengan terusberupaya meningkatkan citra pariwisata dengan jalan meningkatkan keamanan,menyelenggarakan konferensi bertaraf Internasional, mengembangkan objek-objek wisata dankeunikan yang ada sebagai salah satu unsur
attraction,
memperbaiki sarana dan prasaranapariwisata sebagai unsur
amenities,
sehingga
accesibility
dari dan menuju daerah tujuanwisata tercipta, dan regulasi yang berkaitan dengan kelembagaan dan organisasi pelayanan jasa kepariwisata sebagai unsur
ancillary
, sehingga menambah kenyamanan wisatawan dalamberkunjung ke objek dan daerah tujuan wisata di Indonesia.Pariwisata merupakan industri yang memiliki rentangan luas (
wide spanning
), dalamartian industri yang terdiri dari berbagai kumpulan industri jasa yang mendukung atau yangterkait dengan perjalanan seseorang atau sekelompok orang
(travellers)
, seperti akomodasi,restoran, jasa transportasi dan
souvenir 
(Yoeti, 1996; Ministry of Management Servisce, BC,2003). Kebutuhan tenaga kerja pariwisata makin meningkat sejalan dengan makinberkembangnya usaha jasa pariwisata, sarana pariwisata serta usaha objek dan daya tarik wisata. Oleh karena itu kesempatan kerja di bidang pariwisata perlu juga diperhitungkan,berdasarkan pada jumlah kunjungan wisatawan, jumlah pengeluaran wisatawan danpertumbuhan sarana pariwisata.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->