Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
5Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pertanyaan Tentang Alkitab pada Kitab Kejadian

Pertanyaan Tentang Alkitab pada Kitab Kejadian

Ratings: (0)|Views: 2,315|Likes:
Published by Gilbert Hanz

More info:

Published by: Gilbert Hanz on Sep 01, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

08/10/2013

pdf

text

original

 
Pertanyaan Tentang Alkitab pada KitabKejadian
 
P: Dalam Kejadian, bagaimana kita mengetahui kitab Kejadian harus berada dalamAlkitab?
 
J: Diantara beberapa alasan, karena Yesus dan beberapa orang lain dalam Alkitab telahmembenarkan Perjanjian Lama dan menunjuk Kejadian sebagai kitab injil didalamnya. Lihatdalam Matius 19:4 dan Markus 10:4-9, terdapat dua contoh dimana Yesus mengutip dariKejadian yang sebagai kitab injil.
P: Dalam Kejadian, siapakah yang pertama kali menjawab pertanyaan dalamKejadian?
J: Sejauh yang saya perhatikan, orang pertama yang menulis jawaban untuk setiap pertanyaandalam Kejadian adalah Philo, seorang Yahudi Helenis dari kota Aleksandria, yang hidupsekitar tahun 20B.C. sampai 50 A.D. Saat ini kita mempunyai seorang penterjemah seorangberkebangsaan Armenia yang akan menterjemahkan pekerjaannya. Ia menulis tiga bagian,dalam
Questions and Answers on Kejadian.
Kita telah melindungi jawaban-jawabannyatentang 244 pertanyaan dari Kejadian 1 sampai 17, berdasarkan sudut pandang seorangYahudi yang beriman yang telah dipengaruhi oleh filosofi Platonik Yunani.
P: Dalam Kejadian 1, karena beberapa hal harusnya pasti dan benar, seperti 1 = 1, dan1 + 1 = 2, apakah Tuhan menciptakan ilmu matematika dan ilmu berhitung?Bagaimana caranya Dia menciptakan itu semua?
J: Tuhan menciptakan segala sesuatu; namun, sebuah pengulangan kata, yang merupakansesuatu yang didefinisikan benar, seperti halnya sesuatu yang merah adalah berwarna merah,dan itu bukanlah sesuatu. Kita dapat melakukan spekulasi bahwa Tuhan menciptakan segala
―sesuatu‖ dalam ilmu matematika bukan dalam pengulangan kata.
 
P: Dalam Kejadian 1, karena Tuhan menciptakan segala sesuatu, apakah Diamenciptakan kegelapan, roh jahat, dan lubang dalam dunia? Jika dia menciptakan roh jahat, Ia sepertinya bukanlah Tuhan yang baik dan sempurna. Jika bukan Dia, makasiapa mereka yang menjadi penciptanya.
J: Tuhan menciptakan segala sesuatu. Kegelapan bukanlah sesuatu atau benda, tetapi sebuahkeadaan berkurangnya atau hilangnya cahaya. Roh jahat bukanlah benda, namun sebuahkeadaan dari hilangnya atau menyimpang dari kegiatan. Lubang dunia, kegelapan, dan roh jahat tidak diciptakan secara langsung oleh Tuhan, tetapi mereka menjadi tetap ada karena
adanya suatu pengulangan, atau benda, cahaya, dan kebaikan dengan ―
existential by products
‖. Seperti halnya bayangan kegelapan bukanlah hal yang berdiri sendiri, mempunyai
 materi, energi, atau roh. Demikian tanaman dapat mati dalam suatu (bayangan) kegelapan.
P: Dalam Kejadian 1, karena Tuhan menciptakan segala sesuatu yang baik, mengapabadai tornado, wabah penyakit, dan bencana alam terjadi?
J: Segala sesuatu
 pada dasarnya
baik. Namun, dalam Roma 8:20-22 menyatakan sejak masa
kejatuhannya, dunia juga ―berada dalam kekecewaan‖. Seluruh dunia berada dalam
kekuasaan roh jahat (1 Yoh 5:19), dan penguasa dunia ini adalah Setan, menurutYohanes12:31; 14:30.
 
 
 
P: Dalam Kejadian 1, apakah yang menjadi perdebatan ilmu kosmologi?
J: Pertama, ini merupakan hal yang sederhana, menggunakan
metode dengan bebas logika
untuk mengungkapkan hal tersebut.Anda tidak dapat mendapatkan sesuatu dari sesuatu yang tidak ada. Setiap hal yangdiciptakan harus diciptakan. Walau hal yang diciptakan pertama haruslah diciptakan dengansesuatu atua seseorang yang telah ada sebelumnya. Oleh karena itu, sesoerang atau sesuatuharuslah abadi dan bukan dari penciptaan.Ini merupakan
formula yang lebih tepat lagi
; definisinya merupakan definisi saya sendiri.
Kita mengasumsikan
bahwa setiap orang cukup mengetahui untuk memiliki definisi yangtepat tentang logika, kotradiktif dan non-
kotradiktif, peristiwa, proses, ―dalam‖, objek,
kumpulan, waktu, urutan, materi, energi, roh, penyebab, diakibatkan oleh, danmengakibatkan.
Kehidupan yang sebenarnya
didefinisikan disini sebagai yang ada dalam alam semesta ini,mempunyai kemampuan untuk dipengaruhi oleh sesuatu yang ada dalam semesta ini. Inimungkin merupakan sebuah definisi yang sempit tentang kehidupan, yang mana hal tersebuttidak mempertimbangkan ide-ide, pola-pola, dan hal-hal lain. Maka, sebutlah ini kehidupan
―sebenarnya‖ dan membatasi pembahasan kita tentang kehidupan yang sebenarnya.
Sesuatu yang nyata
didefinisikan sebagai sebuah objek atau kumpulan atau materi, energi,atau kombinasi yang memiliki kehidupan yang sebenarnya. Kebenaran logis, kontradiksiyang logis, dan pembuktian matematis bukanlah hal yang dipertimbangkan disini.
Kehidupan yang parasit,
disamping itu, didefinisikan sebagai sesuatu yang nyata yanghidup namun bukan sesuatu yang benar-benar nyata. Lubang bumi, kegelapan, kekuranganbahan pangan, kekeliruan, dan kejahatan bukanlah suatu benda, energi, atau roh, yang samahalnya sebagai bayangan kegelapan yang dapat membunuh tanaman yang membutuhkansinar matahari, atau seperti kekurangan makanan dapat membunuh seseorang, bayangankegelapan dan kekurangan makanan merupakan keadaan yang sebenarnya tanpa menjadisuatu hal yang nyata.
Alam semesta
di definisikan sebagai sebuah kumpulan hal-hal yang nyata yang benar-benar
ada. Perlu diperhatikan bahwa dalam definisi sebagian ini alam semesta merupakan ―self 
-
contained‖, dan Tuhan (yang diasumsikan Tuhan itu hidup, merupakan sebuah roh, dan dapat
menggunakan benda-benda) berada dalam alam semesta ini.
Ketiadaan
didefinisikan sebagai suatu hal yang tidak sebenarnya ada, atau tidak mempunyaikehidupan yang nyata pada suatu waktu tertentu. Dengan kata lain, sebelum diciptakan [atausetelah dirusak], suatu hal yang nyata tidak berada dalam alam semesta, tidak mempengaruhialam semesta, dan tidak dipengaruhi oleh alam semesta.
Ciptaan
di definisikan sebagai suatu peristiwa atau proses pembuatan suatu hal atau makhluk 
yang nyata. Ciptaan berbeda dari ―modifikasi‖, yang tidak terlalu membutuhkan hal
-hal diluar ciptaan itu sendiri. Ciptaan akan suatu hal yang nyata dapat termasuk kedalammodifikasi atau perusakan akan suatu hal yang sebelumnya tidak nyata, tapi tidak selaludemikian. Namun, kita bisa lihat ke hal-hal berikutnya.
Sesuatu tidak dapat datang dari suatu ketiadaan.
Setiap menciptakan hal yang hidupmembutuhkan sebuah penyebab untuk ciptaan itu sendiri. Dengan kata lain, tak satupun dapatdiciptakan kecuali sesuatu atau hal-hal yang menciptakan suatu hal tersebut.
Sesuatu hal tidak dapat menciptakan dirinya sendiri.
Tak satupun yang dapatmenciptakan dirinya sendiri. Ketika benda yang nyata terkadang dapat merubah diri merekasendiri, atau merusak mereka sendiri, tak satupun dapat menjadi suatu sebab dari ciptaan itusendiri.
 
Sebab pertama.
Ketika menciptakan suatu hal dapat pula menciptakan hal lain, akhirnyatetap harus ada penyebabnya pertama kali. Dengan kata lain, dalam sebuah urutan penyebab,sedikitnya satu penyebab harus ada sebelum penyebab lain ada.
Tidak diciptakan.
Karena sedikitnya satu penyebab harus ada tanpa adanya penyebab lainsebelumnya, dan setiap ciptaan membutuhkan suatu penyebab, setidaknya satu hal yang nyataatau hidup merupakan suatu hal yang tak diciptakan dan memang sudah ada sejak dahulukala, karena setidaknya terdapat satu hal yang hidup yang tidak diciptakan.
Ringkasan:
setiap benda yang hidup mempunyai suatu maksud dalam suatu waktu atausebuah periode yang mana ada pertama kali, atau bahkan tidak terjadi satu waktupun. Jikatidak terjadi, maka hal itu adalah abadi adanya dan memang bukanlah suatu ciptaan. Jikaterjadi, maka hal yang nyata tersebut merupakan penyebab bagi keberadaannya sendiri.
Keterbatasan:
Perdebatan ini tidak membuktikan sesuatu yang pertama merupakan sbeuahbenda yang hidup, atau dapat juga dikatakan bahwa hanya ada satu hal yang tidak berasal dari
ciptaan, atau memang tetap hidupnya atau adanya hal yang ―uncreated‖ itu. Dengan mudah
dapat dibuktikan bahwa sedikitnya satu hal yang nyata (baik berbentuk atau tidak) yang akantetap hidup abadi tanpa harus diciptakan terlebih dahulu.
 
Salah satu dari penulis pertama
dalam menjernihkan menKejai hal itu, ia melihat padaperdebatan kosmologi dan mengatakan bahwa Tuhanlah sumber pertama atau penyebabpertama, dan orang itu adalah Philo dari Yahudi, yang hidup di Aleksandria, Mesir, daritahun 15/20 B.C. sampai tahun 50 A.D. R.C. Sproul dan Norm Geisler mempunyai banyak hal-hal yang membantu dalam perdebatan kosmologikal.
P: Sebuah argument mengatakan
bahwa “kompleksitas yang ada di dunia inimengindikasikan bahwa sebelumnya terdapat seorang pencipta” merupakan suatu hal
yang baik, sampai ketika terdapat suatu penerikan kesimpulan yang logis dari haltersebut. Apa itu kompleksitas Tuhan? Jika sebuah hal yang rumit pun dibuthkansebuah perancanag, maka Tuhan pasti membutuhkan perancang yang hebat.
Dimanakah semua itu berakhir? Perdebatan ini berakhir pada “kemunduran yanghebat”, dan tak ada satu jawaban pun yang dapat menjawabnya. Apakah demikian?
J: Sebelum menjawab argumentasi ini, perkenankan saya untuk menjelaskan
―permasalahannya‖ pertama kali. Terlepas dari konsep kompleksitas, hal ini juga merupakan
sebuah masalah dengan bentuk yang kurang baik dalam perdebatan kosmologi. Jika segalasesuatu mempunyai sebuah penyebab, maka Tuhan pun seharusnya juga mempunyaipenciptanya.
 
Ketika sesuatu mempunyai sebuah akhir, atau tidak mempunyai akhir, hanya terdapat dua jawaban yang masuk akal:
 
a)
 
tidak ada akhir untuk regresi yang terbalik 
 
b)
 
terdapat suatu akhir pada regresi yang terbalik ini, yaitu pencipta pertama yang bukanberasal dari ciptaan.
Jika a),
dikatakan tidak ada akhir pada regresi terbalik ini, maka segala sesuatu ada tanpaadanya seorang pencipta, karena akhirnya regresi tersebut pun tidak mempunyai penyebab.Oleh karena itu, memang seharusnya ada seseorang atau sesuatu yang tidak mempunyaipencipta.
Jika b),
terdapat sebuah ujung dari regresi yang terbalik ini, maka harus ada pencipta yangpertama terhadap sebuah kompleksitas yang tak dapat dispesifikasikan ini. Tentunya, hal ituberarti Tuhan bukanlah sesuatu yang diciptakan, hasil-hasil ciptaan.Saya pun masih penasaran dan juga heran, jika memang Tuhan dapat merangkum hal-halyang kompleks ini dengan sangat sederhana, dan saya pun berpikir, bahwa mungkin kitahanya memikirkan pencipta itu hanya dalam suatu waktu. Jika memang Tuhan sudah ada

Activity (5)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Grace Maryauw liked this
Novieana Colez liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->