BAB IBUDAYA POLITIK DI INDONESIA
Pelaksanaan pemilihan umum merupakan salah satu indikator adanya keikutsertaan rakyatdalam sistem pemerintahan. Adanya partisipasi rakyat ini dapat membentuk suatu pola pikir danorientasi rakyat atas berjalannya sistem politik pemerintahan. Misalnya rakyat bersikat kritis akanselalu menilai kebijakan atau tindakan yang dilakukan pemerintah, terutama yang menyangkutkehidupan rakyat banyak. Jika rakyat menganggap pemerintah melakukan penyimpangan ataumerugikan rakyat, maka mereka akan melancarkan aksi protes terhadap pemerintah. Dengan caraini, maka rakyat dapat ikut mengontrol atas jalannnya sistem politik pemerintahan. Sebaliknya,rakyat yang bersikap apatis akan berlaku masa bodoh dan acuh tak acuh atas apa yang dilakukan pemerintah, meskipun sering kali merugikan rakyat . Partisipasi rakyat secara keseluruhan inilama-kelamaan akan membentuk suatu pola orientasi rakyat terhapat pemerintah yang dijalankan.Inilah yang dimaksud budaya politik.
A.BUDAYA POLITIK DI INDONESIA1.Pengertian Budaya Politik
Sistim politik berkembang dalam sebuah negara mencerminkan budaya politik yang berkembang dalam masyarakat.
Almond
dan
Verba
mendefinisikan budaya politik sebagai suatusikap orientasi yang khas warga negara terhadap sistem politik dan aneka ragam bagiannya, dansikap terhadap peranan warga negara yang ada di dalam sistem itu. Dengan kata lain, bagaimanadistribusi pola-pola orientasi khusus menuju tujuan politik diantara masyarakat bangsa itu. Lebih jauh mereka menyatakan, bahwa warga negara senantiasa mengidentifikasikan diri merekadengan simbol-simbol dan lembaga kenegaraan berdasarkan orientasi yang mereka miliki.Dengan orientasi itu pula mereka menilai serta mempertanyakan tempat dan peranan mereka didalam sistem politik. Budaya politik merupakan sistem nilai dan keyakinan yang dimiliki bersama oleh masyarakat. Namun, setiap unsur masyarkat berbeda pula budaya politiknya.Seperti antara masyarakat umum dengan para elitnya.Ada pengertian beragam tentang budaya politik. Beberapa diantaranya sebagai berikut :a.Budaya politik sebagai suatu sikap orientasi yang khas warga negara terhadapsistem politik dan aneka ragam bagiannya, dan sikap terhadap peranan warga negara yang adadi dalam sistem itu.
(G.A Almond dan S.Verba).
b.Budaya politik adalah pandangan politik yang mempengaruhi sikap, orientasi, dan pilihan politik seseorang, dan budaya politik ini lebih mengutamakan dimensi psikologis darisuatu siste politik yaitu sikap, sistem kepercayaan, simbol yang dimiliki individu dan yangdilaksanakan dalam masyarakat.
(Marbun).
c.Budaya politik adalah keyakinan, sikap, nilai nilai, ide ide, sentimen dan evaluasisuatu masyarakat tentang sistem politik negeri mereka dan peran masing masing individudalam sistem itu. (
Larry Diamond
).d.Budaya politik adalah sikap dan orientasi warga suatu negara terhadap kehidupan pemerintahan negara dan politiknya (
Mochtar Massoed
dan
Colin Mac Andrews
)e.Budaya politik adalah suatu konsep yang terdiri dari sikap, keyakinan,nilai nilai,dan keterampilan yang sedang berlaku bagi seluruh anggota masyarakat, termasuk polakecenderungan kecenderungan khusus serta pola pola kebiasaan yang terdapat padakelompok kelompok dalam masyarakat (
Almond dan Powell
)Menurut
Parsons
and
Shils
, orientasi itu mengacu pada aspek-aspek dan objek yang dibakukanserta hubungan antarkeduanya, yang meliputi sebagai berikut.
Orientasi kognitif
:yaitu berupa pengetahuan tentang dan kepercayaan pada politik, peranan dan segala kewajibannya serta input dan outputnya.
Orientasi afektif
:yaitu perasaan terhadap sistem politik, peranannya, para aktor dan pe-nampilannya.
Orientasi evaluatif
: yaitu keputusan dan pendapat tentang obyek-obyek politik yang secaratipikal melibatkan standar nilai dan kriteria dengan informasi dan perasaan.1