Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
6Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kontribusi UKM Pariwisata-I-O Model

Kontribusi UKM Pariwisata-I-O Model

Ratings: (0)|Views: 1,258|Likes:
Published by madeantara

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: madeantara on Sep 03, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/13/2014

pdf

text

original

 
1
KONTRIBUSI USAHA KECIL SEKTOR PARIWISATATERHADAP PENDAPATAN REGIONAL BALI:SUATU PENDEKATAN MODEL INPUT-OUTPUTMADE ANTARAJurusan Sosial Ekonomi Pertanian
Fakultas Pertanian Universitas UdayanaEmail: antara_dps@yahoo.com 
ABSTRACT
Development in Bali Province Bali based on economic aspect with emphasis atagricultural sector in wide meaning to continue of efforts to settle self sufficiency in food,development of tourism sector with character culture of Bali which is soul by Hinduism, andalso small industrial sector and small industry which related to agricultural sector andtourism sector.Tourism sector obtaining priority in development of economics have shownmushroom growth, marked increasing foreign exchange coming from tourism, total of touristvisit, length of stay, tourist expenditure and sum of facilities and basic facilities of tourism.Foreign tourist visit direct come to Bali during pelita of V mount 19,9% per year, and growthof period 1994-2000 mean 7,0% per year. Length of stay of tourist since year 1994 until year2000 tend to increase, with length of stay year 2000 during 11 day for the foreign tourist and5,9 day for the domestic tourist.Objective of the research those are: (1) To know contribution of small industry ontourism sector to Bali regional income (gross added value); (2) To know forward andbackward linkages and also forwards and backward dispersive power of small industries attourism sector with other economic sectors; and (3) To Know impact of output and incomemultiplier generated by small industries at tourism sector toward economics sectors in Bali.This research use approach of Input-Output Tourism Bali year 2000, as source of especial data and also data-processing method to answer the objective research. Result of research indicate that small industry contribution at tourism sectors those are: restaurantsector, non stars hotels, transportation of tourism, travel bureau, money changer, culturalattraction and other entertainment amusement and individual service, household includedtourism service toward Bali regional income (gross added value) is equal to Rp 2.694.049million or 16,3% from totalizing income of Bali regional. Primary Input Coefficient of smallindustry equal to 0,618 (> 0,5) including is efficient, because can create wages, salary, profitor enterprise surplus and indirect tax that big, meaning also can become mover machine of Bali economics region, specially indirect and direct society activities who related direct andindirect to the small industry mentioned.Small industry at tourism sector has forward and backward indirect linkages arestrongly that indicated by linkage coefficient bigger than one. Despitefully that small industryat tourism sector have backward dispersive power high and forward dispersive powerforwards lower, so that including potential sector to be developed, because can pull othersectors to increase its outputs or absorption of input generating demand pulling of rawmaterial for production.Small industry at tourism sector has output multiplier impact bigger than averagemultiplier. This indicates that small industries at tourism sector have ability as trigger of growth of Bali region economics region. Although this small industry have income multiplierimpact smaller than average multiplier, but this small industry can create income highertoward other economic sectors from each of ones monetary that expended to fulfill requestfinally.
 
2
Tourism small industry have potential and strategic role to be developed and alsopersonate as trigger of economic growth. Therefore, small industries at this tourism sectorbetter continue to be developed and constructed, either through capital aid, training of management, and also aid access market, so that powered progressively and professional.
Development of small industry at tourism sector, for example „ non star hotel‟,„restaurant sector‟ have to adhere Common Plan of Bali Plano logy (RUTR) and Government
of Province and regency have to be continuous to control and rule of law withoutdifferentiating. If the crosser of Common Plan of Panoply and there are no sanction to itstrespasser, hence sooner or later will become boomerang to growth of Bali tourism forwards.
Key Words: Contribution, S
mall Industry, Tourism Sector
 , Input-Output Model
ABSTRAK
Pembangunan di Propinsi Bali didasarkan pada bidang ekonomi dengan titik beratpada sektor pertanian dalam arti luas guna melanjutkan usaha-usaha memantapkanswasembada pangan, pengembangan sektor pariwisata dengan karakter kebudayaan Bali yangdijiwai oleh agama Hindu, serta sektor industri kecil dan kerajinan yang berkaitan dengansektor pertanian dan sektor pariwisata.Sektor pariwisata yang memperoleh prioritas dalam pembangunan ekonomi telahmenunjukkan perkembangan yang sangat pesat, yang ditandai oleh peningkatan devisa yangberasal dari pariwisata, total kunjungan wisatawan, lama tinggal, pengeluaran wisatawan dan jumlah sarana dan prasarana pariwisata. Kunjungan wisatawan mancanegara yang langsungdatang ke Bali selama pelita V meningkat 19,9 persen per tahun, dan pertumbuhan periode1994-2000 rata-rata 7,0 persen per tahun. Lama tinggal wisatawan sejak tahun 1994 sampaitahun 2000 cenderung meningkat, dengan lama tinggal tahun 2000 selama 11 hari untuk wisatawan mancanegara dan 5,9 hari untuk wisatawan nusantara.Tujuan penelitian ini yaitu: (1) Mengetahui kontribusi usaha kecil pada sektorpariwisata terhadap pendapatan daerah (nilai tambah bruto) Bali; (2) Mengetahui keterkaitanke belakang dan ke depan serta daya sebar ke belakang dan ke depan usaha kecil pada sektorpariwisata dengan sektor-sektor ekonomi lainnya; dan (3) Mengetahui dampak penggandaoutput dan pendapatan yang ditimbulkan oleh usaha kecil pada sektor pariwisata terhadapsektor-sektor perekonomian lainnya di Bali.Penelitian ini menggunakan pendekatan Input-Output Pariwisata Bali tahun 2000, baik sebagai sumber data utama maupun metode pengolahan data untuk menjawab tujuanpenelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi usaha kecil pada sektor-sektorpariwisata yaitu: sektor restoran, rumah makan dan warung, hotel non bintang, angkutanwisata, travel biro, money chnger, atraksi budaya dan hiburan lainnya dan jasa perorangan,rumah tangga dan pramuwisata terhadap pendapatan daerah (nilai tambah bruto) Bali adalahsebesar Rp 2.694.049 juta atau 16,3% dari total pendapatan regional Bali. Koefisien InputPrimer (KIP) usaha kecil sebesar 0,618 (>0,5) termasuk efisien, karena mampu menciptakanupah, gaji, surplus usaha dan pajak tidak langsung yang besar, berarti pula mampu menjadimesin penggerak perekonomian daerah Bali, khususnya aktivitas-aktivitas masyarakat yangterkait langsung dan tidak langsung dengan usaha kecil tersebut.Usaha kecil pada sektor pariwisata memiliki keterkaitan tidak langsung ke belakangdan depan kuat yang ditunjukkan oleh koefisien keterkaitan lebih besar dari pada satu. Disamping itu usaha kecil pada sektor pariwisata ini memiliki daya sebar ke belakang tinggidan daya sebar ke depan rendah, sehingga termasuk sektor potensial untuk dikembangkan,karena mampu menarik sektor-sektor lainnya untuk meningkatkan outputnya atau penyerapaninput yang menimbulkan tarikan permintaan bahan baku atau sarana produksi.Usaha kecil pada sektor pariwisata memiliki dampak pengganda output lebih besardari pada pengganda rata-rata. Ini menunjukkan bahwa usaha-usaha kecil pada sektor
 
3
pariwisata memiliki kemampuan sebagai pemicu pertumbuhan perekonomian daerah Bali.Walau usaha kecil ini memiliki dampak pengganda pendapatan lebih kecil dari padapengganda rata-rata, tetapi usaha kecil ini mampu menciptakan pendapatan lebih tinggiterhadap sektor-sektor ekonomi lainnya dari setiap satu-satuan meneter yang dikeluarkanuntuk memenuhi permintaan akhirnya.Usaha kecil pariwisata memiliki peran strategis dan potensial untuk dikembangkanserta berperan sebagai pemicu pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, usaha-usaha kecil padasektor pariwisata ini sebaiknya terus dikembangkan dan dibina, baik melalui bantuanpermodalan, pelatihan manajemen, maupun bantuan akses pasar, sehingga semakin berdayadan profesional.
Pengembangan usaha kecil pada sektor pariwisata, misalnya „hotel non bintang‟,„restoran, rumah dan warung‟ harus mentaati Rencana Umum
Tata Ruang (RUTR) Bali atauKabupaten dan Pemerintah Propinsi atau Kabupaten harus terus-menerus melakukanpengawasan dan menegakkan hukum tanpa pandang bulu. Jika pengembangannya melanggarRUTR dan tidak ada sanksi terhadap pelanggarnya, maka cepat atau lambat akan menjadibumerang bagi perkembangan kepariwisataan Bali ke depan.
Kata Kunci: Kontribusi, Usaha Kecil, Pariwisata, Model Input-Output 
PENDAHULUANLatar Belakang
Pembangunan di Propinsi Bali didasarkan pada bidang ekonomi dengan titik beratpada sektor pertanian dalam arti luas guna melanjutkan usaha-usaha memantapkanswasembada pangan, pengembangan sektor pariwisata dengan karakter kebudayaan Bali yangdijiwai oleh agama Hindu, serta sektor industri kecil dan kerajinan yang berkaitan dengansektor pertanian dan sektor pariwisata (Anonim, 1999; Anonim, 2001). Kebijakan prioritastiga sektor ini, jika mengacu terminologi Nurkse, 1953 (dalam Yotopoulos dan Nugent, 1976)dapat digolongkan ke dalam pertumbuhan seimbang, yakni ada keterkaitan penawaran danpermintaan antara satu sektor dengan sektor lainnya, atau pengembangan sektor-sektor itudapat menciptakan permintaan mereka sendiri.Kebijakan prioritas tiga sektor (pertanian, pariwisata dan industri kecil) dalampembangunan ekonomi Bali telah menunjukkan hasil yang sangat fantastis, ditandai olehpertumbuhan ekonomi Bali selalu lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional. PadaPelita I perekonomian Bali tumbuh 7,32%; Pelita II sebesar 8,55%; Pelita III sebesar 14,01%,Pelita IV sebesar 8,28%; dan pada Pelita V tumbuh sebesar 8,40%. Sedangkan dalam PelitaVI (1994-1998) pertumbuhan perekonomian Bali rata-rata 5,07% lebih rendah dibandingkanpertumbuhan sebelumnya. Pertumbuhan perekonomian Bali 1999-2003 atas dasar hargakonstan tahun 1993 sebesar 2,78%, Pertumbuhan ini lebih rendah dibandingkan lima tahunsebelumnya yang disebabkan oleh dampak krisis ekonomi nasional 1997/1999 dan Bom KutaI tahun 2002. Namun pertumbuhan ekonomi Bali 2004-2005 atas harga konstan tahun 2000

Activity (6)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Yoanna Evelina liked this
Chieng Kwong Hua liked this
Adit Saputra liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->