Jadi kita tinggal memilih, mau memilih nabi yang membawa syafaat, atau memilihnabi yang membawa solawat. Tinggal kita memilih. Dan kita menawarkan kepada umatmanusia. Bukan menawarkan agama. Agama tidak bisa menyelamatkan manusia. Tapi kitatawarkan, mau meneruskan, mau mengikuti teladan junjungan yang akan memberikanjaminan keselamatan itu sendiri, atau meminta jaminan keselamatan itu sendiri.Kita sendiri belum tentu selamat. Bagaimana kita bisa mendoakan bagi pemimpin?Jadi hadirnya solawat itu ada riwayatnya sendiri. Ketika Muhammad pada usia 61tahun, Muhammad tidak bisa mendeteksi racun yang masuk ke dalam tubuhnya. KarenaMuhammad diracun oleh istrinya sendiri. Jadi yang meracuni Muhammad waktu ituadalah istrinya sendiri, istri yang ketujuh belas. Jadi istrinya Muhammad itutotal dua puluh dua. Istri yang ketujuh belas ini meracuni dia. Dua tahun.Kata orang Jawa, iki digawe kembang amben, mati gak mati urip gak urip. Mudunesurat Yasin. Ya, mudune surat Yasin. (ini dibikin hiasan tempat tidur, mati tidak,hidup pun tidak. Turunnya surat Yasin, ya turunnya surat Yasin) Kita lihatsekarang, saudara-saurada kita ketika melihat orang sakit, orang lagi nazak, orangyang lagi sekarat, pasti diturunkan surat Yasin. Jadi surat Yasin dibaca, membuatsatu pernyataan, lek mati ndang matio, lek urip ndang uripo (kalau mau maticepatlah mati, kalau mau hidup cepatlah hidup).Waktu itu juga begitu. Karena waktu dibacakan surat Yasin tidak tidak sembuh malahnazak tidak karu-karuan, akhirnya Muhammad mengumpulkan seluruh keluarga dan parasahabatnya untuk memberikan doa keselamatan supaya segera hari itu juga nyawanyadicabut.Nah, setelah diturunkan bahasa solawat ini, dengan kata-kata "allohuma solli alasayyidina muhammadin wa ala ali sayyidina muhammad, " baru Muhammad meninggal.Ini satu hal yang terpenting yang perlu kita garis bawahi, supaya kita bisamemahami kekristenan yang kita bawa, agama yang kita bawa. Sebab kalau kitamempropagandakan bahwa agama kita itu paling benar, kita harus mempertanggungjawabkan kekristenan kita di tengah-tengah umat Islam.Kalau kita melihat di dalam Galatia 4, di sana jelas dikatakan ada dua perempuan,yang satu Hagar, yang satu Sarai. Harusnya ada tiga kan? Harusnya ada tiga, adaHagar, ada Sarai, ada Ketura. Harusnya ada tiga, tapi di situ hanya ditulis dua.Dan Tuhan katakan, dua perempuan ini adalah perempuan ketentuan Allah. Duaperempuan ini adalah perempuan yang ditentukan, yang satu dari perempuan merdeka,yang satu dari perempuan hamba. Kita ini adalah lahir dari perempuan-perempuanyang merdeka, bukan perempuan-perempuan hamba. Kita ini adalah anak-anak raja.Tapi sanggupkah derajat anak raja itu kita pegang?Kita mengatakan bahwa kekristenan ini lebih baik daripada agama orang lain. Kitaakan uji. Kita akan uji dari mulai bangun pagi. Ketika azan subuh dikumandangkanoleh mereka, yang menjadi pertanyaan kita, di manakah orang Kristen waktu azansubuh? Tidur, kemulan selimut, ngorok. Bagaimana mungkin kita mengatakan bahwaagama Kristen ini adalah agama yang lebih benar daripada agama Islam? Padahalketika saudara kita Bani Kedar mengumandangkan azan subuh, orang-orang Kristenlagi tidur. Tapi ngomong jarene agomone luwih apik (tapi berkata bahwa agamanyalebih baik).Ketika saya tanya-jawab dengan orang Kristen, jawabannya ringan. Betul, inijawabannya pelesetan, cuma konyol. Dia bilang, saya ibaratkan pak, wong Kristenniki majikan. Anake rojo niku lak majikan. Tiang Islam niku lak anake hamba,pembantu. Sak niki lek enjing-enjing niku sing tangi dhisik niku majikane nopo